Monday, August 8, 2022

Sepuluh Hari Menjadi Jawara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di kelas prospek sedang adenium di pilar nomor 7 itu bersaing dengan 25 peserta lain. Itulah kelas yang oleh koordinator juri Tjandra Ronywidjadja disebut perang bintang. Harap mafhum di sanalah 4 jawara pertama kontes-kontes sebelumnya beradu cantik. Koleksi Wei, misalnya, meraih jawara pertama di kontes Surabaya pada Mei 2007. Tiga peserta lainnya menggondol gelar kampiun satu di Sumenep, Jember, dan Surabaya.

Ronywidjadja dan kelima juri perlu 1,5 jam untuk menentukan jawara kelas itu. Pascapenjurian alumnus Universitas Jember itu mengevaluasi penilaian sembari melihat sosok tanaman. Tujuannya agar penjurian objektif. Setelah itu juri memutuskan adenium milik Wei Soen meraih peringkat pertama dengan nilai 32,8. Di mata pengamat adenium, Aris Budiman, kelengkapan pohon koleksi Wei cukup memadai karena sudah muncul cucu cabang.

Selain itu, ‘Kesan ketuaannya lebih matang (daripada pesaingnya),’ ujar Aris Budiman yang memprediksi adenium itu meraih kampiun sebelum juri mengumumkan para pemenang kontes. Itu yang membuat seorang penggemar adenium kepincut dan menawarnya Rp30-juta. Padahal, Wei membelinya ‘cuma’ Rp11-juta untuk 2 pohon. Apa kelebihannya? ‘Tanaman itu memang siap kontes. Alur lebih bagus dan komposisi proporsional,’ kata Ronywidjadja. Pesaing terdekat adenium koleksi Felita dengan nilai 32,3.

Kota adenium

Perang bintang juga terjadi di kelas arabicum yaman besar. Empat jawara pertama kontes-kontes sebelumnya bercokol di sana. Seperti pada kelas prospek, juri juga alot memutuskan para pemenang di kelas itu. Adenium koleksi Hendry dari Surabaya merebut jawara pertama dengan nilai 55,5. Pemenang kedua adenium milik Kevin yang mengumpulkan nilai 53. ‘Pemotongan ranting belum pulih,’ ujar Ronywidjadja mengomentari kekurangan peraih jawara ke-2.

Penyelenggara kontes yang diikuti peserta dari berbagai kota di Jawa Timur dan Bali itu adalah Perhimpunan Pencinta Adenium Indonesia (PPADI) cabang Gresik. Menurut ketua panitia, Ir Nizam Zuhri Khafid, selama kontes dan pameran, penyelenggara menawarkan perawatan tanaman sesuai keinginan pemilik, seperti pemberian vitamin B1, suplemen, NPK berimbang, atau penyiraman biasa.

Pada kontes adenium itu Bupati Drs KH Robbah Maksum MM mencanangkan Kabupaten Gresik sebagai kota adenium. Pencanangan di depan pendopo itu ditandai dengan pelepasan merpati. Kota Santri di pantai utara memang menjadi sentra terbesar adenium, terutama di 3 kecamatan yakni Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom.

Selain di Gresik, Jawa Timur, kontes adenium juga berlangsung di Senayan, Jakarta Pusat, pada 9 Juni 2007. Tercatat 16 adenium terdiri atas berbagai jenis bertarung di satu kelas. Yang dinilai adalah kesan pertama, keselarasan, dan kesehatan tanaman. Jawara di kelas adenium adalah jenis obesum koleksi Fredy Wijanto dari nurseri Milenium. Juri kontes Asep Sugandi menuturkan, ‘Akar, batang, tajuk, dan bunga terbentuk sempurna.’

Sementara di kelas anthurium yang diikuti 24 peserta, wave of love alias gelombang cinta dinobatkan sebagai jawara. ‘Daunnya sehat, mengkilap, dan langka karena ujungnya terbelah,’ ujar juri kontes Soegiono mengomentari koleksi Udin HS. Sikas variegata koleksi Komaruddin, hobiis di Jakarta, merebut kampiun kelas tanaman unik. Tanaman setinggi 30 cm itu menyingkirkan rival-rivalnya seperti sukun variegata dan puring kura. (Sardi Duryatmo/Peliput: Argohartono Arie Raharjo)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img