Friday, December 2, 2022

Seri Walet (106) : Jejak Liur Emas di Pulau Garden City of Samal

Rekomendasi

Pulau Garden City of Samal dicapai setelah sejam berlayar. ?Kabarnya di sanalah jejak emas putih itu mulai ada, ? ujar Harry. Pemilik Eka Walet di Kelapagading, Jakarta Utara, itu diundang khusus oleh Ricardo Morales dan Cesar T. Fanlo, Jr., pemilik Davao Integrated Port and Stevedoring Services Corp untuk memastikan keberadaan walet di pulau itu.

Dengan menumpang kendaraan, rombongan pencari jejak walet itu kemudian melaju menuju salah satu rumah penduduk di Samal Distrik. Di sanalah menurut informasi terdapat seriti yang bersarang. Perjalanan yang memakan waktu 30 menit itu hanya tampak pasir menghampar luas di kiri dan kanan jalan.

Mirip Manado

Filipina awal September 2005 itu memang tengah disinggahi musim kemarau panjang. Pantas jika hawa di pulau di Mindanao Selatan itu terasa gerah. Meski demikian bila sore menjelang ribuan seriti akan mudah terlihat beterbangan. Mereka akan bersarang di rumah-rumah penduduk.

Menurut Harry, kehadiran seriti di pulau itu menjadi indikator daerah itu dapat dipakai untuk budidaya walet. Secara geografis Mindanao Selatan hampir mirip dengan kondisi di Manado, Sulawesi Utara. Kedua daerah itu berada dalam satu zona adaptif sebagai tempat tinggal seriti sekaligus walet. Jenis sarang yang dihasilkan pun putih kehijauan karena mengandung rumput laut.

Adalah Jimmy di Distrik Samal, nelayan yang bertahun-tahun menghuni sebuah rumah berisi seriti. Bangunan berdinding kayu dengan lapisan papan setinggi 3 m itu menjadi tempat tinggal puluhan seriti. Di sana tampak ratusan sarang bergelantungan di langit-langit rumah. ?Kami hidup berdampingan tanpa saling mengganggu,? ujar pria kelahiran Davao itu.

Dari pengamatan Harry, bukan hanya rumah Jimmy yang ditempati seriti. Belasan tempat tinggal penduduk lain di pulau itu tampak mengalami kejadian sama. Langit-langit rumah ditempeli sarang seriti. Dengan fakta-fakta itu, kemungkinan besar terdapat komunitas walet di sepanjang pesisir pantai Mindanao Selatan itu.

Mulai dibangun

Perjalanan mencari jejak walet diteruskan ke Distrik Kaputian. Suasana Kaputian mirip kota-kota yang berkembang di sekelilingnya seperti Del Monte, San Jose, Adecor, dan Anonang. Bangunan-bangunan bertingkat mulai banyak bermunculan, selain bangunan tua yang sudah ada sebelumnya. Titik terang keberadaan walet di sana mulai terlihat.

Menurut Ricardo Morales, kebanyakan Collocalia fuciphaga itu muncul tanpa diundang. Mereka menyerbu tempat yang dianggap layak karena ketersediaan pakan melimpah. ?Kondisi itu sebetulnya dapat menjadi modal Filipina menjadi salah satu penghasil walet terbesar selain Indonesia, Malaysia, dan Thailand, ? ujar Harry. Meski demikian informasi teknologi dan budidaya walet minim. Wajar bila populasi walet susah bertambah.

Kondisi itu tidak lepas dari konsumen sarang walet yang terbatas. Hanya penduduk di seputar China Town saja yang menjadi penyantap sarang walet di negara kepulauan itu. ?Perlu ada investor yang berani menanam modal agar walet cepat berkembang di sana,? papar Harry. Pemandangan itu kini mulai sedikit tampak di Pulau Cebu. Di sana sudah dibangun beberapa rumah walet berukuran besar.

Perkembangan bisnis liur emas di Filipina memang terbelakang. Negeri multietnis itu dipasung beragam kendala untuk mengembangkan perniagaan walet. Mulai dari birokrasi pemerintah, belum populernya walet di kalangan masyarakat, dan sulitnya mendapatkan telur walet untuk putar telur.

Saat matahari mulai turun, perjalanan mengelilingi pulau Garden City of Samal tak diteruskan lantaran beberapa tempat yang semula akan didatangi tidak dapat dilalui mobil. Menjelang sore, para pemburu jejak liur emas itu kembali ke dermaga Ferry Boat Terminal. Dari sana diiringi bunyi terompet kapal ferry yang mulai membelah ombak, Harry menyeberangi teluk Davao menuju Davao City. (Hanni Sofia)

Previous articleSuperred Anda Berdarah Murni?
Next articleBerkat Lumpur
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Balitbangtan Menjajaki Kolaborasi dengan Turki atas Keberhasilannya Sertifikasi Varietas

Trubus.id — Balitbangtan yang telah bertransformasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) mulai memperkuat jejaring internasional salah satunya dengan kunjungan ke...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img