Tuesday, July 23, 2024

Seribu Manfaat Serat Sawit

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dapat dimanfaatkan menjadi suatu olahan yang bernilai. Salah satu di antaranya diolah menjadi sumber pakan ternak.

Caranya, limbah kelapa sawit dibasahi air, kemudian disimpan di dalam kaleng besar dan dibiarkan terbuka selama 3–4 hari. Serangga buah bakal datang ke dalam kaleng dan bertelur. Selang 2–3 pekan, telur serangga berubah menjadi belatung alias magot.

Jika magot dikeringkan dan digiling, akan menghasilkan tepung. Tepung magot menjadi pengganti tepung ikan sebagai bahan baku pembuatan pakan. Kadar protein yang terkandung dalam tepung magot itu mencapai 40%.

Selain itu, TKKS paling potensial dimanfaatkan untuk pembuatan papan partikel. Sebab, tandan kelapa sawit memiliki kadar selulosa tinggi, yaitu 67,88% holoselulosa dan 38,76% alfa selulosa dengan kadar serat 72,67%.

Ia memiliki kelebihan dibanding papan lapis, yakni mampu meredam suara. Cara pembuatan papan partikel dari TKKS sangat mudah. Gunakan mesin perajang untuk memotong serat sawit menjadi kecil-kecil.

Rajangan tandan kelapa sawit yang keluar dari mesin itu masih mengandung kadar air 73%, minyak 9%, dan kotoran sehingga perlu dipres. Setelah rajangan dipres menggunakan mesin kempa tipe ulir, kadar air dan kadar minyak berkurang menjadi 36% dan 7%.

Proses belum berakhir karena TKKS perlu dijemur untuk menurunkan kadar air hingga 10%. Dalam pembuatan papan dibutuhkan perekat, seperti 8% lateks, 10% lem kanji, atau 12% polivinil akrilik.

Cara pemberian perekat dengan penyemprotan. Partikel serat tandan kelapa sawit yang telah diberi perekat dibuat lembaran papan dengan ukuran 20 cm × 20 cm dan dikempa dingin dengan kekuatan 20 kg/cm2 selama 15 menit.

Selanjutnya, dikempa panas 103°C selama 15 menit dengan tekanan kempa 90 kg/cm². Setelah itu, papan didiamkan 24 jam dalam ruangan pada suhu kamar. Hasilnya, papan partikel yang dihasilkan memiliki kadar air 8,0–8,8%.

Nilai itu masih berada dalam kisaran Standar Nasional Indonesia (SNI) papan partikel yang mensyaratkan kadar air maksimal 14%. Dari segi kerapatan, papan partikel TKKS termasuk berkerapatan tinggi antara 0,86–0,98 gram/cm3. Bandingkan dengan papan partikel asal batang kelapa sawit yang 0,59–0,66 gram/cm3.

Papan partikel unggul

Hasil pengujian sifat mekanik papan partikel seperti keteguhan lentur, keteguhan patah, keteguhan rekat, dan kuat pegang sekrup menunjukkan TKKS lebih baik. Misalnya, keteguhan papan partikel tandan kelapa sawit atau kekuatan untuk menahan beban sehingga dapat kembali ke bentuk semula tanpa rusak mencapai 111–200,49 kg/cm2.

Nilai itu lebih tinggi daripada SNI papan partikel yang mewajibkan nilai kelenturan di atas 100 kg/cm2. Elastisitas papan partikel 1.809,66–4.131,17kg/cm2, di atas nilai SNI minimal yang hanya 100 kg/cm2.

Keteguhan rekat alias kemampuan ikatan antarpartikel tandan kelapa sawit berkisar 6,20–8,10 kg/cm2, sedangkan standar SNI 6 kg/cm2. Kuat pegang sekrup alias kemampuan papan untuk menahan sekrup sebagai pengikat sebesar 49,00 kg. Itu lebih tinggi 9 kg dibanding SNI yang mencapai 40 kg.

Setiap 1 m2 papan partikel hanya butuh 3–5 kg tandan kosong kelapa sawit. Sementara itu, jika dari batang kayu kelapa sawit, paling tidak menghasilkan 0,3 m2 papan partikel. Jika dalam 1 hektare kebun sawit menghasilkan 70 ton kayu kelapa sawit kering, berarti bisa diperoleh 35 m3 papan partikel dengan kerapatan 0,6 kg/dm3.

Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadikan nilai tambah untuk pabrik pengolahan kelapa sawit. Selain itu, limbah tak lagi menjadi masalah yang mencemari lingkungan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img