Sunday, August 14, 2022

Si Hejo Jawara Banten

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Durian si hejo menjadi yang terbaik di Festival Durian Banten 2016.

Durian si hejo menjadi jawara pada ajang  Kontes dan Festival Durian Banten 2016.
Durian si hejo menjadi jawara pada ajang Kontes dan Festival Durian Banten 2016.

Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno SIP mengambil sebuah pongge durian. Ia mencicipi daging buah durian kapal berwarna kuning terang. Kapal salah satu durian yang masuk lima besar di partai final. “Ini bukan durian luar kan? Rasanya seenak durian monthong,” kata Rano Karno. Para juri memutuskan durian kapal milik Aji A menjadi juara ketiga pada kontes durian di Serang, Provinsi Banten, pada April 2016.

Pada kontes itu juri memutuskan durian bernomor peserta 24, yakni si hejo milik Andi menjadi juara kesatu. Adapun juara kedua durian balingbing milik Ajid dan juara favorit peserta nomor 4, yakni durian pengkuk. Menurut ketua dewan juri, Dr Lutfi Bansir MSi, kriteria penilaian terdiri atas warna daging, ketebalan, tekstur, dan rasa. “Daging yang berwarna kuning seperti kunyit terlihat lebih menarik,” kata Lutfi.

Rasa utama

Dewan juri sedang melakukan penilaian pada Kontes dan Festival Durian Banten 2016.
Dewan juri sedang melakukan penilaian pada Kontes dan Festival Durian Banten 2016.

Menurut ketua panitia Kontes dan Festival Durian Banten 2016, Iwan Subakti, pemilik durian juara ke-1 memperoleh hadiah Rp3-juta, juara kedua (Rp2,5-juta), juara ketiga (Rp2-juta), dan durian juara favorit (Rp500.000). Menurut Lutfi faktor paling utama dalam penilaian adalah rasa. “Perpaduan manis dan pahit yang kuat dan pas sehingga terasa sensasi di lidah. Itulah rasa yang dicari para pencinta durian,” kata Lutfi.

Itulah sebabnya setiap juri harus mencicipi satu pongge dari setiap durian. “Satu ponge harus dimakan,” kata Iwan Subakti. Menurut Lutfi Bansir dengan menikmati minimal satu pongge, citarasa sesungguhnya dari durian akan lebih terasa dibandingkan dengan hanya mencicipi satu colekan daging.

Setiap juri di kontes itu harus mencicipi 43 pongge durian. Jumlah peserta kontes itu 30 durian dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Kontes itu terdiri atas tiga tahap penilaian. Tahap pertama juri menguji ke-30 durian. Mereka mencicip sebuah pongge setiap durian untuk memilih 9 durian terbaik. Pada tahap kedua, juri kembali menguji kesembilan durian itu untuk memilih 5 durian terunggul.

Pada tahap ketiga, para juri kembali menguji kelima durian itu untuk menentukan juara pertama hingga ketiga serta juara durian favorit. Menurut Lutfi dari ke-30 peserta, belum ada citarasa durian superunggul. Namun, sang juara ke-1 memiliki kelebihan dari segi rasa. “Bagi pencinta durian rasanya ‘nendang’, perpaduan rasa manis dan pahit yang kuat di mulut,” kata Lutfi.

Balingbing, mendapat juara 2 pada Kontes dan Festival Durian Banten 2016.
Balingbing, mendapat juara 2 pada Kontes dan Festival Durian Banten 2016.

Keistimewaan
Meski begitu, sang juara masih mempunyai kekurangan dari segi warna yang kurang kuning, daging buah belum terlalu tebal, dan tekstur daging terlalu berair. Durian juara ke-2 dan ke-3 pun memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut ahli durian dari Kalimantan Utara itu durian balingbing memiliki kelebihan dari tekstur daging yang mirip krim, rasa daging lembut, dan aroma kuat. Namun, dari segi warna masih kurang kuning.

Gubernur Provinsi Banten Rano Karno (berkacamata hitam) SIP, berfoto bersama para pemilik durian pemenang kontes dan dewan juri.
Gubernur Provinsi Banten Rano Karno (berkacamata hitam) SIP, berfoto bersama para pemilik durian pemenang kontes dan dewan juri.

Adapun juara ke-3, si kapal memiliki keunggulan dari segi warna yang tampak kuning langsat dengan rasa manis. “Durian nomor 13 (durian kapal, red) dominan rasa manis, kurang pas bagi pencinta durian. Bagi pemula rasa durian kapal cocok. Durian itu pula yang tadi paling disukai gubernur Banten,” kata Lutfi. Adapun untuk durian favorit, menurut Lutfi memiliki keunggulan dari segi bentuk, daging yang padat dan tebal, dan rasa lumayan enak. “Untuk segi rasa, juara ke-2, ke-3 dan favorit jelas kalah dibandingkan juara 1,” katanya.

Menurut pengurus dari Durian Jatuhan Haji Arif (DJHA), Atma Wijaya, durian si hejo milik Andi berasal dari areal penanaman durian citalaksana di Kaducokrom, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Menurut Atma durian citalaksana berciri khas bulat dan berdaging tebal, rasanya rata-rata kurang manis, sehingga harganya murah. “Kadang pembeli durian citalaksana harus melihat durian dibelah dulu dan mencicipi baru mau membayar karena ingin memastikan rasanya dahulu,” ujar Atma.

Kapal, durian milik Ajid juara ke-3 Kontes dan Festival Durian Banten 2016.
Kapal, durian milik Ajid juara ke-3 Kontes dan Festival Durian Banten 2016.

Namun, ada satu pohon yang rasa buahnya agak lain dibandingkan dengan jenis citalaksana pada umumnya. Buahnya relatif kecil, rasanya enak. Karena penjaga pohon kerap memakai sarung hijau, diberi nama si hejo—hijau dalam bahasa Sunda. Si hejo durian berumur 80 tahun. “Saya biasa menggunakan kotoran kambing atau kotoran sapi, dengan dosis 50 kg per pohon per tahun dilakukan per 6 bulan,” kata Atma.

Untuk perawatan khusus relatif tidak ada. Atma hanya merawat dan mengoptimalkan batang produktif. Atma sangat antusias jika Dinas Pertanian setempat rutin melaksanakan lomba setiap tahun. Kegiatan itu menjadi jalan untuk mengembangkan prospek durian lokal untuk menjadi durian unggul. “Sangat disayangkan waktu perlombaan yang tidak tepat dengan musim durian. Jika tepat mungkin durian yang lebih berkualitas bisa tampil dan ambil bagian,” kata Atma. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articleNutrisi untuk Kurma
Next articleSuper Oranye Mutu Super
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img