Friday, December 2, 2022

Sidempuan Rasa Pondoh

Rekomendasi

Salak baru, juara di rasa dan produktivitas.

 

Soal rasa, salak pondoh memang bukan tandingan salak sidempuan. Pondoh renyah dan manis; salak sidempuan cenderung masam dan sepat. Namun, di tangan Sunardi kedua salak itu menghasilkan turunan unggul, berdaging putih tebal, bertekstur renyah, dan manis pula. Sudah begitu produktivitas turunan itu pun meningkat.

Penangkar buah di Kampung Seiremban, Desa Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Kabupaten Binjai, Provinsi Sumatera Utara, itu memperoleh tiga varian dari persilangan kedua salak itu. Pertama, bentuk buah lonjong berkulit cokelat kehitaman. “Sosoknya mirip salak pondoh, tapi ukurannya satu setengah kali lebih besar,” kata Sunardi. Bobot buah rata-rata 60­-150 gram; bobot pondoh 30-100 gram.

Lebih mahal

Daging buah varian pertama berwarna putih bening dan tebal. Ketebalan daging buah mencapai 4-6 mm di depan biji dan 6-10 mm di bagian samping dan punggung biji. Dalam satu buah terdapat rata-rata satu biji kecil dan lonjong, meski kerap dijumpai berbiji dua. Rasa manis dengan tekstur daging renyah mirip pondoh. Produktivitasnya juga lebih tinggi, yakni hingga 6-12 kg per tandan.

Bandingkan dengan pondoh yang hanya 5 kg per tandan. Sunardi menjual buah varian pertama Rp10.000-Rp15.000 per kg. Harga salak sidempuan di tingkat pekebun hanya Rp7.500 dan pondoh Rp10.000 per kg. Penangkar buah itu menjual keturunan pondoh-sidempuan di kebun langsung.

Varian kedua berbentuk agak bulat berkulit buah kuning kecokelatan. Produktivitas per tandan 5-9 kg. Daging buah berwarna kekuningan dan tebal, tapi tak setebal varian pertama, yakni 3-5 mm di depan biji dan 5-8 mm di samping dan punggung biji. Rasanya manis dan agak sepat. Wajar bila harga jualnya lebih rendah daripada varian pertama, Rp7.500-Rp10.000 per kg.

Sementara varian ketiga berkulit kuning kecokelatan dengan bentuk bulat. Sayang, dagingnya agak tipis dan berbiji banyak, 3 biji dalam satu buah. Rasanya manis bercampur sepat. Varian ini pun hanya laku terjual Rp5.000-Rp7.500 per kg. Menurut peneliti madya di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) Solok, Agus Susiloadi SP, persilangan pondoh dan sidempuan memang dapat menghasilkan tanaman berproduktivitas tinggi.

Musababnya, sidempuan memiliki tandan bercabang-cabang hingga 6 tangkai. Setiap tangkai terdiri atas lebih dari 20 buah. Bandingkan dengan pondoh yang hanya memiliki tandan tunggal. Dalam persilangan itu kedua induk mewariskan sifat unggul masing-masing. Pondoh menurunkan citarasa, sedangkan sidempuan asal Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mewariskan produktivitas yang tinggi.

Dadakan

Sunardi menyilangkan salak pondoh dan sidempuan secara mendadak. Pada 2004, salak pondohnya berbunga. Ia mengecek dan mendapati hanya ada bunga betina, sedangkan bunga jantan habis. Pada saat bersamaan, salak sidempuan putih di kebunnya juga berbunga. Itulah sebabnya ia langsung mengambil serbuk sari dari bunga sidempuan putih untuk menyerbuki putik bunga pondoh.

Menurut Sunardi bunga jantan sidempuan putih lebih banyak, mencapai 60%; sedangkan betina hanya 40%. Sebaliknya dengan salak pondoh yang menghasilkan 60% bunga betina dan 40% bunga jantan. Beberapa hari kemudian, di tangkai bunga pondoh muncul bakal buah tanda penyerbukan berhasil. Lima sampai enam bulan kemudian buah pun siap panen.

Ternyata persilangan itu menghasilkan buah yang sosoknya beragam, ada yang lonjong hitam, lonjong cokelat, bulat hitam, dan bulat cokelat. Penangkar buah sejak duduk di bangku SMA itu lantas menyemai biji dari varian-varian salak itu secara berkelompok berdasarkan bentuk fisiknya. Hasilnya 3 varian di atas yang terdiri atas masing-masing 15 tanaman,  17 tanaman, dan 20 tanaman.

Saat ini Sunardi memperbanyak bibit varian pertama dan kedua. Sayang, untuk perbanyakan bibit membutuhkan waktu lama karena kemampuan salak beranak sangat rendah. “Pohon hanya menghasilkan beberapa anakan, setelah itu mandek beranak,” kata Sunardi. Dalam satu tahun, Sunardi  memperoleh 3 bibit asal anakan. Wajar jika ketersediaan bibit salak itu terbatas sehingga banyak calon pekebun yang inden menanti buah idaman. (Syah Angkasa)

Cegah Tupai

Tupai menjadi hama salak. Kehadirannya di kebun salak saat musim berbuah tiba menyebabkan buah banyak rusak hingga 30%. Pekebun di Binjai Barat, Provinsi Sumatera Utara, Sunardi, menemukan cara ampuh mencegah tupai. Ia menutupi buah saat masih kecil-berukuran sebesar kelereng-dengan selembar kain hingga buah matang. Dengan cara itu buah utuh tanpa bekas gigitan tupai. (Syah Angkasa)

Keterangan Foto :

  1. Varian 1 mirip pondoh, bentuk buah bulat lonjong, rasa manis, tetapi ukuran lebih besar
  2. Sunardi silangkan salak pondoh dan Sidempuan
  3. Kelebatan buah diperoleh dari induk sidempuan putih
  4. Varian 2, bentuk bulat, kulit cerah, dengan rasa sedikit sepat
  5. Dikerudungi agar bebas tupai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Balitbangtan Menjajaki Kolaborasi dengan Turki atas Keberhasilannya Sertifikasi Varietas

Trubus.id — Balitbangtan yang telah bertransformasi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) mulai memperkuat jejaring internasional salah satunya dengan kunjungan ke...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img