Saturday, August 13, 2022

Singkong Berjuta Rasa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Singkong saus spagheti, salah satu menu andalanMenikmati ketela dengan sensasi Italia.

Brownies singkong populer di kalangan mahasiswa BandungBonivasius Esdharyanto: Bahan baku berkualitas akan menghasilkan olahan bercita rasa tinggiSingkong vs BerasCuncun Hendrayana membuat brownies dari singkongSingkong mengandung karbohidrat kompleks yang membuat kenyang lebih lamaPotongan singkong goreng itu disajikan dengan kuah istimewa berbahan saos tomat, daging cincang, dan bawang bombay seperti biasa dipakai untuk mengguyur spageti. Biji jagung dan irisan wortel menjadi penambah citarasa sekaligus pemanis tampilan. Pada sendokan pertama, sensasi kelembutan saus tomat, daging sapi cincang, dan bawang bombay segera menyergap lidah.

Saat makanan melewati kerongkongan, sensasi khas singkong masih tertinggal di rongga mulut. Setelah suapan demi suapan, tak terasa sepiring singkong saus spagheti ala Restoran Merica Singkong itu pun tandas.

Serbasingkong

Singkong saus spagheti hanya salah satu menu andalan di restoran milik Bonivasius Esdharyanto itu. Restoran di Kampung Nologaten, Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta, itu masih menyimpan lebih dari 50 pilihan menu yang seluruhnya berbahan umbi singkong Manihot esculenta. Beberapa menu lain di rumah makan itu berbahan singkong adalah pepes, capcay, dan sup krim.

Usai bersantap, masih ada hidangan penutup berupa tela bakar keju atau sawut gula jawa-semua terbuat dari umbi singkong. Sebagai menu minuman, ada es tape singkong pandan dan wedang tape singkong. Selama ini jarang ada kreasi untuk menjadikan singkong sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Bahkan, sebagian masyarakat mengecap singkong sebagai makanan kelas bawah.

Itulah sebabnya lulusan Akademi Pariwisata Yogyakarta itu memberanikan diri membuat restoran khusus singkong pada Agustus 2011. Sejak itu restoran milik Bonivasius senantiasa ramai pengunjung. Saat Trubus berkunjung di restoran itu pada pengujung Juni 2012, setidaknya 20 meja terisi. Dari semua pengunjung, 60% adalah pelanggan tetap. Wajar setiap hari Bonivasius memerlukan bahan baku 25-30 kg singkong segar.

Warga di sekitar restoran memasok umbi singkong setiap hari. Itu cara Bonivasius menjaga mutu bahan baku. “Bahan baku berkualitas akan menghasilkan olahan bercitarasa tinggi,” kata Bonivasius. Ia tak membeli singkong di pasar-pasar karena khawatir kualitas tak sebagus umbi pasokan para mitra yang lembut, tanpa bercak hitam, bahkan rasanya manis. Ia membeli potongan singkong kupas sepanjang 3-8 cm dan diameter 0,5-3 cm, serta dicuci bersih itu Rp4.000 per kg.

Kenyang lebih lama

Upaya Bonivasius menjaga kualitas terbukti tidak sia-sia. Menu restorannya menjadi klangenan banyak orang. Bahkan, tidak hanya warga lokal Yogyakarta, tapi juga para pelancong domestik dan mancanegara dari Thailand, Amerika Serikat, Jepang, dan Belanda yang mencicipi beragam menu singkong. Menurut pelanggan restoran, Bambang Tri, menu singkong membantu penderita diabetes mellitus yang harus membatasi asupan kalori.

“Saya sering mengajak ibu saya yang terkena diabetes untuk makan di sini,” tutur pria 42 tahun itu. Kandungan karbohidrat singkong lebih rendah daripada nasi. Per 100 gram bahan baku, singkong mengandung 34,00 gram karbohidrat, sedangkan nasi 39,45 gram karbohidrat. Tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa dan darah akan membawa glukosa ke seluruh tubuh. Semakin banyak karbohidrat, semakin banyak pula glukosa yang diangkut oleh darah.

Selain itu karbohidrat pada nasi adalah karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, sehingga cepat menjadi energi tanpa simpanan. Sebaliknya singkong mengandung karbohidrat kompleks yang bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen-bahan pembentuk glukosa. Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi. Itulah penyebab singkong dapat menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam dibanding nasi.

Menurut periset di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor, Dr Ir Nur Richana MS, selain karbohidrat singkong lebih rendah dibanding nasi, makanan asli lembah Sungai Amazon, Brasil, itu juga rendah protein, lemak, maupun vitamin. Itu sebabnya, “Tambahkan zat gizi dari sumber hewani atau nabati lain,” kata Richana.

Nonberas

Olahan lain singkong berupa sintake, kue basah mirip brownies, bikinan Cuncun Hendrayana di Bandung, Provinsi Jawa Barat. Cuncun dan rekan-rekan menjual ratusan kotak berukuran 30 cm x 10 cm seharga Rp15.000 per bulan. Untuk ukuran mahasiswa, omzet mereka tergolong fantastis mencapai Rp13,5-juta per bulan. “Pembeli kebanyakan dari kalangan mahasiswa dan kaum perempuan,” kata kelahiran 23 tahun lalu itu.

Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Padjdajaran itu menggunakan tapai singkong yang baru jadi, yaitu berumur  2-3 hari pascaperagian. Menurut Haris Maulana, rekan Cuncun, tapai yang siap diolah bertekstur lunak dan berwarna berubah kekuningan. Penggunaan tapai segar bertujuan agar tekstur kue lebih baik.

Pasalnya, tapai yang kurang matang cenderung keras sehingga menghasilkan kue yang bantat. Sebaliknya, tapai yang kelewat matang berkadar alkohol tinggi sehingga aroma kue terlalu tajam dan konsumen pun kurang menggemari. Kehadiran olahan singkong ala Cuncun dan Bonivacius itu turut mendukung program penganekaragaman pangan yang dicanangkan Kementerian Pertanian. “Mengandalkan satu jenis komoditas berakibat fatal saat terjadi kegagalan panen,” tutur Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Gayatri Karyawati Rana. Dengan produktivitas tinggi dan perawatan sederhana, singkong pantas menjadi alternatif. (Muhamad Khais Prayoga/Peliput: Bondan Setyawan)

Singkong vs Beras

Keterangan Foto :

  1. Bonivasius Esdharyanto: Bahan baku berkualitas akan menghasilkan olahan bercita rasa tinggi
  2. Singkong saus spagheti, salah satu menu andalan
  3. Beragam menu berbahan singkong (dari kiri ke kanan): es tape singkong pandan, sayur tela, pepes tela. Paduan bumbu sederhana membuat menu berbahan singkong terasa lezat
  4. Singkong mengandung karbohidrat kompleks yang membuat kenyang lebih lama (kiri) Cuncun Hendrayana membuat brownies dari singkong (kanan)
  1. Brownies singkong populer di kalangan mahasiswa Bandung

 

New layer..
Previous articleHemat Berbagi Nutrisi
Next articleSensasi Baru si Pedas
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img