Saturday, August 13, 2022

Sirna Karena Garcinia

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Nyeri kepala selama 7 tahun sirna berkat kulit manggis.

 

Pukul 12.00 itu puluhan karyawan sebuah perusahaan konstruksi di Jakarta berhambur keluar kantor untuk makan siang. Begitu juga Maria Magdalena Inge dan keponakannya yang berjalan tergesa-gesa menyeberangi Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, menuju sebuah rumah makan di seberang Sungai Ciliwung. Lalu lintas di jalan itu ramai dan padat. Untuk menuju rumah makan itu Inge mesti melintasi jembatan di atas Sungai Ciliwung.

Namun, akibat tergesa-gesa kepala sebelah kiri Inge membentur besi jembatan hingga terpental kembali ke jalan raya. Untungnya tidak ada kendaraan yang sedang melintas. Akibat benturan keras itu kepala Inge sakit bukan kepalang. “Rasanya seperti melayang-layang,” kata ibu 2 anak itu. Benturan itu tak menyebabkan kepala Inge berdarah. Namun, ketika meraba bagian kepala yang terbentur, terasa seperti sedikit melesak. Sambil menahan sakit Inge melanjutkan perjalanan ke rumah makan.

Trauma

Peristiwa itu menjadi awal derita bagi Inge. Sejak itu Inge melewati hari demi hari dengan rasa sakit kepala. “Bahkan mata dan telinga saya pun terasa panas,” kata Inge. Sepekan kemudian bagian kepala yang melesak itu normal kembali, tapi masih terasa sakit ketika diraba. Terkadang rasa sakit itu semakin menjadi. “Saat kambuh saya sering menjambak rambut dan mengaduh saking sakitnya,” kata perempuan kelahiran Cianjur, Jawa Barat, itu. Derita itu Inge rasakan selama 7 tahun.

Menurut ahli saraf di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, dr Hardhi Pranata SpS MARS, nyeri yang diderita Inge akibat trauma setelah benturan, bukan migrain. Herbalis di Kota Batu, Jawa Timur, Wahyu Suprapto mengatakan kemungkinan pembuluh darah yang terkena benturan mengalami penyempitan sehingga pasokan nutrisi dan oksigen terhambat. Akibatnya muncul rasa nyeri tak tertahankan.

Sementara migrain merupakan nyeri kepala kronis kambuhan dan biasanya mengenai sisi sebelah kepala. Migrain bermula dari kejang pembuluh darah di dalam otak sehingga penderita mengeluh ada kilatan cahaya, penglihatan menyempit, atau buram selama beberapa menit. Setelah itu terjadi pelebaran pembuluh darah wajah sehingga pasien mengeluh nyeri dan kepala berdenyut sebelah seirama dengan denyut nadi yang berlangsung selama 30-120  menit.

Penyebab migrain bermacam-macam seperti stres, kurang istirahat, terlambat makan, perubahan cuaca ekstrem, dan penyedap makanan monosodium glutamat (MSG). Pada perempuan, penyebab migrain adalah menstruasi, pramenopause, dan hamil. Migrain dapat menjadi serius bila tidak ditangani dengan benar. Sebab pada beberapa kasus migrain menjadi penyebab stroke. “Migrain muncul jika terjadi ketegangan saraf. Jika sakit dirasakan terus- menerus itu sakit kepala biasa, meskipun hanya sebagian saja,” tutur Wahyu.

Sang suami yang iba menyarankan Inge berobat ke dokter. Namun, Inge menolak. Sebab ia pernah bolak-balik ke dokter untuk mengatasi mag dan tak memperoleh hasil memuaskan. Alasan lain, “Saya tidak suka menunggu giliran saat ke dokter. Belum lagi bila lokasi praktik dokter itu jauh,” kata istri Edrik Isman Jayadi itu. Waktu memang begitu berharga bagi Inge. Ia dan suami membuka usaha makanan dan minuman di pusat grosir pakaian terbesar di Indonesia.

Kulit manggis

Untuk mengatasi rasa sakit kepala yang memuncak, Inge mengandalkan obat pereda sakit kepala di pasaran. “Dalam sehari saya mengonsumsi hingga 6 tablet,” kata perempuan berusia 50 tahun itu. Pada awal 2005 Inge mulai mengonsumsi obat 3 jenis herbal atas saran keluarga. Namun, kesembuhan tak kunjung datang.

Pertengahan 2011, anak tertua Inge, Dicky Isman Jayadi, membawa sebotol jus  kulit manggis. Dicky menyarankan ibunya untuk mengonsumsi kulit ratu buah itu. Inge bergeming. Pengalaman mengonsumsi herbal 6 tahun lalu masih membekas. “Saya meragukan kemampuan herbal mengatasi penyakit,” kata Inge. Meski begitu, sang anak terus membujuk dan berkata, “Minum saja jus ini. Jangan anggap sebagai obat. Rasanya enak lo.”  Untuk membuktikannya, Inge lantas menenggak satu sloki jus kulit manggis. “Ternyata memang enak. Karena itu saya meminta satu sloki lagi,” ujar Inge.

Dua jam kemudian ia merasa gatal pada kedua mata, lalu menguceknya. Inge terkejut mendapati selaput tipis di tangannya usai mengucek mata. Dampaknya Inge dapat melihat jelas tayangan televisi yang berjarak 2,5 meter dari tempat duduknya. Bermula dari situ, akhirnya Inge mengonsumsi dua sloki jus kulit manggis setiap malam menjelang tidur. Setelah menghabiskan tiga botol kulit manggis masing-masing bervolume 350 ml yang juga dikonsumsi suami dan 2 anaknya, ia merasa sakit kepala berkurang. Usai menghabiskan empat botol, Inge tidak mengeluh sakit kepala lagi. “Sakit kepala benar-benar hilang,” kata Inge bahagia.

Bagaimana duduk perkara jus kulit manggis meredakan sakit kepala bertahun-tahun? “Jus kulit manggis meredakan ketegangan saraf dengan mempengaruhi tekanan dan elastistas pembuluh darah sehingga lebih rileks,” kata Wahyu. Dokter Hardhi menuturkan kulit manggis kaya antioksidan dan kemungkinan mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antiinflamasi sehingga mengurangi rasa nyeri kepala.

Itu sejalan dengan hasil penelitian Djanggan Sargowo dari  Departemen Kardiologi, Ade Senorita dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, dan Aries Widodo dari Departemen Farmakologi, ketiganya dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 400 mg ekstrak kulit manggis menghambat aktivasi gen pemicu inflamasi (NF-kB) secara signifikan. Lin CN, Chung MI, Liou SJ, Lee TH, dan Wang JP, peneliti dari Sekolah Farmasi Sekolah Kedokteran Kaohsiung, Taiwan, mempelajari 18 senyawa turunan xanthone dari kulit manggis. Beberapa di antaranya berefek antiinflamasi.

Kulit manggis Garcinia mangostana bukan hanya meredakan sakit kepala menahun Inge. Gejala sakit di persendian akibat asam urat tinggi juga hilang. Kulit ibu separuh baya itu semakin halus. “Hampir 90% kerut di kulit tangan hilang,” ucap Inge dengan wajah semringah. Oleh karena itu Inge terus mengonsumsi jus kulit manggis untuk menjaga kesehatan. (Riefza Vebriansyah)

 

FOTO-FOTO

  1. Jus kulit manggis memperbaiki elastistas  pembuluh darah sehingga sakit kepala menahun  berkurang
  2. dr Hardhi Pranata, SpS. MARS, manggis antiinflamasi sehingga meredakan sakit kepala menahun akibat trauma benturan keras
  3. Masakan mengandung MSG berpotensi memicu sakit kepala menahun
Previous articleOasis di Kebonsirih
Next articleManjur Atasi Kista
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img