Sunday, November 27, 2022

Sirna Laba di Depan Mata

Rekomendasi

Kerugian itu berdasar harga sebuah pot Anthurium jenmanii berdaun 4-8 helai dan tinggi 1 m mencapai Rp5-juta, total Rp50-juta. Belum lagi bila memperhitungkan 70 aglaonema jenis eksklusif seperti lipstick, superred, dan adelia turut raib. Sekadar menyebut contoh, harga selembar daun adelia Rp600.000. Ketika kejadian, Hannawati-pemilik nurseri yang kecurian itu-tengah di Jakarta.

Mendengar pencurian anthurium itu Hannawati syok. Perempuan paruh baya itu tak habis pikir mengapa pencurian terjadi. Padahal, ia memelihara seekor anjing rottweiler untuk mengamankan. Tak terdengar salakan anjing saat kejadian. Biasanya, jika ada orang asing, ia langsung menyalak, katanya. Rupanya anjing diracun dan akhirnya meregang nyawa sepekan kemudian.

Pagar kawat setinggi 3 meter juga mengelilingi farm. Namun, si panjang tangan tak kehabisan akal. Pencuri masuk kebun melalui gapura yang bersebelahan dengan kebun. Mereka memanjat bangunan berundak berbahan beton. Setelah mencapai puncak, pencuri melompat ke kebun. Si maling paham betul situasi kebun. Menurut salah seorang tetangga, beberapa hari menjelang kejadian, sebuah mobil parkir di seberang kebun. Keesokan harinya, mobil itu kembali parkir di tempat yang sama.

Dari mobil itu 4 pria masuk ke kebun dan berbaur dengan pengunjung. Ketika itu Hannawati tak curiga sama sekali. Hari itu hari minggu. Situasi kebun ramai pengunjung, jadi tidak terawasi, ujar Hanna kepada Trubus. Mungkin saat itulah ia memberi makanan beracun ke anjing saya, tambahnya. Minggu malam, mereka melancarkan aksinya. Tak ingin kejadian naas itu berulang, Hanna kembali membeli 3 rottweiler yang dilepas setiap malam. Ia pun menugasi pegawainya untuk meronda secara bergiliran.

Modus sama

Nun di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ir Widyastuti juga mengalami kejadian serupa. Alumnus Universitas Brawijaya itu menyadari kecurian ketika hendak menyiram tanaman pada pagi 13 September 2006. Widya terperangah mendapati 35 pot yang kosong melompong. Pot-pot itu ditanami indukan beragam anthurium seperti Anthurium jenmanii, sirih, dan superboom. Jika dihitung-hitung, total kerugian Rp25-juta-Rp35-juta.

Kebun Widya memang sasaran empuk bagi para pencuri. Pasalnya, lokasi kebun jauh dari rumah penduduk. Di belakang kebun terhampar sawah, katanya. Ia pun tak menyediakan pengamanan khusus. Di sana ia memelihara beberapa bebek yang biasanya riuh-rendah bila kedatangan tamu tak diundang. Oleh sebab itu, para pencuri yang diperkirakan 3-4 orang leluasa menjarah anthurium.

Widya menduga, pencuri itu tahu betul nilai anthurium. Kalau penduduk sini mana tahu kalau anthurium itu berharga mahal, katanya. Modusnya sama dengan yang dialami Hannawati. Sebelum kejadian, ada orang yang berkunjung seperti hendak membeli. Biasanya lebih dari seorang. Sembari berkunjung, mereka juga mengamati situasi kebun. Hasilnya, tindak kejahatan benar-benar terencana. Buktinya, sepeda motor milik Widya dirusak. Kabel-kabel pada mesin dipotong-potong agar motor tidak berfungsi. Mungkin biar ngga bisa mengejar kalau mereka kepergok, katanya. Sejak kejadian itu, perempuan 39 tahun itu memberlakukan peraturan ketat. Ia melarang orang yang baru dikenal untuk berkunjung ke kebun.

Setyo Adji Koemoro, pemilik nurseri di Banyumanik, Kabupaten Semarang, juga mengalami nasib apes. Anthurium mangkuk senilai Rp6-juta raib digondol maling. Ironisnya, pencurinya justru salah seorang pegawainya. Pegawai itu baru bekerja kurang lebih 3 minggu, katanya. Sebelumnya, pria berusia 23 tahun itu pernah bekerja di salah satu nurseri. Oleh sebab itu ia tahu persis kalau anthurium berharga mahal, tutur ayah 2 anak itu. Karena berpengalaman merawat tanaman hias, si pencuri itu cukup cerdik mengelabui Oy-sapaan Setyo Adji Koemoro. Anthurium mangkuk yang berdaun tebal itu dicabut dari potnya dan daunnya dipangkas habis hingga tersisa bonggol. Karena berukuran mungil, bonggol anggota famili Araceae itu dengan mudah diselipkan di saku jaket bagian dalam. Lalu dengan santai pegawai itu meninggalkan kebun tanpa memancing kecurigaan Oy.

Keesokan harinya, ketika Oy hendak menyiram puluhan koleksi miliknya, terlihat onggokan daun anthurium di antara pot-pot lainnya. Setelah ditelusuri, ternyata benar, anthurium mangkuk yang ia jagokan itu raib bersama pegawai baru yang juga tak lagi menunjukkan batang hidungnya itu.

Kerangkeng besi

Kian maraknya pencurian tanaman hias sangat meresahkan para pemilik nurseri. Oleh sebab itu, Rizal Mardani, pemilik nurseri tanaman hias di Jakarta Selatan, membuat pagar besi setinggi 2 m untuk melindungi koleksi miliknya. Untuk membuat pagar besi itu, ia menghabiskan biaya hingga jutaan rupiah. Pengamanan itu ia lakukan setelah anthurium sirih miliknya juga melayang diboyong pencuri.

Ketika itu Rizal sedang melayani pelanggan yang hendak membeli beberapa koleksi aglaonema dan anthurium senilai Rp6-juta. Sayang, setelah a lot bernegosiasi, harga tak kunjung disepakati. Karena menjelang malam, Rizal pun bergegas membereskan beberapa aglaonema ke dalam kerangkeng besi. Kerangkeng itu khusus dibuat untuk menyimpan koleksi-koleksi eksklusif, termasuk anthurium sirih. Lantaran tergesa-gesa, anthurium sirih itu terlewatkan sehingga tertinggal di luar.

Keesokan harinya, Rizal baru ingat kalau anthurium sirih miliknya belum dimasukkan ke dalam kerangkeng. Ketika diperiksa, ternyata anthurium berdaun bundar dan tebal itu telah hilang. Seminggu berselang, ia membuat pagar besi di sekitar halaman depan sepanjang 20 meter.

Meski belum pernah mengalami pencurian, Ansori, pekebun tanaman hias di Pondoklabu, Jakarta Selatan, tetap berjaga-jaga. Lahan seluas 24 m2 untuk menyimpan koleksi anthurium miliknya, dipasang kerangkeng besi setinggi 3 meter. Ujung pagar dibuat runcing. Jadi bisa membahayakan si pencuri kalau memanjat, katanya. Hingga kini para pelaku pencurian tanaman hias belum ada satu pun yang tertangkap. Para pemiliki nurseri yang kehilangan pun enggan melaporkannya kepada polisi. Sebab sulit mengumpulkan bukti, kata Tata. Namun, sekadar berjaga-jaga, sebaiknya para pekebun membuat pengamanan agar laba tak lagi sirna. (Imam Wiguna/Peliput: Syah Angkasa)

 

Previous articlee-book untuk Member
Next articleExtensions
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img