Wednesday, June 19, 2024

Sistem Tanam Terapung Manfaatkan Lahan Tergenang untuk Menanam Beragam Komoditas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Sistem tanam terapung dapat menjadi alternatif untuk pemanfaatan lahan tergenang. Hal itu cocok dilakukan pada lahan rawa saat musim hujan. Harap mafhum ciri khas lahan rawa lebak saat musim hujan tergenang air. Pada kondisi itu para petani terpaksa berhenti bercocok tanam.

Dr. Ir. Syafrullah, M.Si., di dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan menjelaskan  budidaya di lahan rawa lebak atau sistem budidaya tanaman terapung merupakan pengembangan dari sistem budidaya oleh Suku Aztec di Amerika Tengah.

Ia menuturkan masyarakat Astez memanfaatkan Danau Tenochitlan atau lembah Meksiko. Mereka memanfaatkan kumpulan-kumpulan rumput menjadi rakit sebagai lahan bercocok tanam sayur-sayuran dan tanaman pangan yang disebut chinampa.

Sistem budidaya tanaman terapung di lahan lebak dapat menggunakan jenis chinampa atau rakit dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitarnya. Contohnya seperti batang pisang, batang bambu, dan rumput rawa.

Para petani juga dapat membuat rakit menggunakan limbah gelas dan botol plastik bekas air minum dalam kemasan. Caranya mudah. Untuk membuat rakit berbahan limbah gelas plastik, buat petakan dari kayu hek berukuran 3 m x 1 m.

Selanjutnya rangkai gelas-gelas plastik menggunakan kawat. Ikat rangkaian gelas plastik itu pada paku di setiap sisi petakan. Pasang bilah bambu di diatas dan di pinggir petakan yang sudah dipasangi rangkaian gelas plastik.

Hamparkan karung di permukaan petakan hingga membentuk wadah media tanam pada rakit. Adapun cara membuat rakit berbahan botol plastik juga gampang. Buat petakan dari kayu hek berukuran 3 m x 1 m.

Pasang bilah bambu di atas petakan, lalu susun botol dengan cara diikatkan pada bilah bambu menggunakan kawat. Pasang bilah bambu di pinggir petakan sebagai dinding rakit. Selanjutnya hamparkan karung di permukaan petakan sebagai wadah media tanam pada rakit.

Petani dapat menggunakan media tanam campuran tanah dan pupuk kompos dari bahan organik yang tersedia di sekitar lahan rawa lebak seperti rumput purun, bakung, dan gegas. Sebaiknya gunakan pupuk organik sebagai sumber nutrisi.

Selain itu pupuk organik juga mampu memperbaiki struktur lapisan permukaan tanah (top soil), meningkatkan jasad renik, mempertinggi daya serap dan daya simpan air sehingga kesuburan tanah meningkat.

Sayangnya kandungan hara pupuk organik rendah. Pupuk kandang, misalnya, rata-rata hanya mengandung 0,5% ntirogen (N), 0,25% fosfor pentaoksida (P2 O5 ), dan 0,5% kalium oksida (K2 O). Artinya, dalam 1 ton pupuk kandang terdapat 5 kg N, 2,5 kg P2 O5 , dan 5 kg K2 O.

Upaya meningkatkan kandungan hara pada pupuk organik dengan menambahkan tepung darah untuk menambah unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) dan tepung tulang (unsur P dan kalsium). Selain itu petani juga dapat menambahkan tepung cangkang telur sumber Ca, abu sekam padi atau abu tandan kosong kelapa sawit untuk menambah unsur kalium (K).

Petani juga dapat menggunakan pupuk urine sapi sebagai tambahan nutrisi. Urine sapi kaya nitrogen tinggi yang berguna untuk menyuburkan tanah. Teknologi budidaya tanaman terapung itu berhasil, terutama untuk membudidayakan komoditas sayuran dan buah semusim.

Hasil penelitian  Syafrullah menunjukkan kombinasi pemberian jenis pupuk organik padat dan jenis pupuk organik cair campuran nabati dan hewani memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman labu kuning.

Berbagai penelitian itu membuktikan bila sistem budidaya tanaman terapung dapat menjadi solusi bagi para petani untuk tetap bercocok tanam di saat lahan tergenang.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Budidaya Udang Vannamei Superintensif, Padat Tebar Padat Hasil Panen

Trubus.id—Budidaya udang vannamei superintensif  merupakan cara budidaya dengan tingkat kepadatan tinggi mencapai 1.000 ekor per m2 atau rata-rata 370...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img