Monday, August 15, 2022

Sosok Ideal dari Solok

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

INA-03  yang genjah, produktitivitas tinggi, dan tahan fusarium mendekati pisang ideal.

Pisang hasil silangan Drs Edison HS beserta rekan dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika di Solok, Sumatera Barat, itu siap panen saat berumur 12 bulan. “INA-03 sudah berbunga pada umur 9 bulan sementara induknya, pisang ketan, baru berbunga pada umur 10 bulan,” kata Kepala Balai, Dr Catur Hermanto.  Sejak muncul bunga hingga panen, pisang rata-rata memerlukan 3-4 bulan. Semakin cepat berbunga,  kian cepat pula panen.

INA-03 menghasilkan buah 10-18 kg dengan 6-8 sisir per tandan. Rasanya manis dengan kadar kemanisan mencapai 24,5-25  briks. Pisang bertekstur buah kenyal itu tahan simpan hingga 18 hari. Keunggulan lain, INA-03 tahan penyakit layu fusarium dan bakteri. Di Indonesia, layu fusarium merupakan penyakit nomor 2 yang paling sering menyerang pisang setelah penyakit darah. Penyakit akibat Fusarium oxysporum itu menyebabkan kerugian antara 0,8 hingga 100%. Sementara rata-rata kerugian sebesar 23,99% atau setara Rp1,21-triliun setiap tahun. Celakanya cendawan itu dapat bertahan di dalam tanah hingga 30 tahun.

Pisang ideal

Hasil uji di 3 lokasi yang endemik  cendawan fusarium di Jawa Barat dan Sumatera Barat membuktikan bahwa INA-03 tahan layu fusarium. “Pisang INA-03 tetap tumbuh baik pada lahan yang terinfeksi cendawan itu,” kata Edison. Catur menuturkan, INA-03 hampir mendekati sifat pisang yang ideal. “Pisang ideal adalah berbatang pendek, berumur genjah, daun tegak, tangkai tandan panjang, tangkai buah panjang, dan tahan terhadap organisme pengganggu tanaman,” ujar ahli patologi tanaman itu.

Tinggi tanaman pisang yang ideal maksimal 2 m, sehingga mudah pengelolaannya. “Daun tegak sehingga dalam satuan luas dapat ditanam pisang lebih banyak karena daunnya tak saling menutupi. Sumber genetiknya ada pada pisang barangan dan ketan,” kata Catur. Tangkai tandan panjang, lebih dari 50 cm, berguna agar buah tegak lurus sehingga bentuk buah bagus dan seragam.

Dengan begitu pekebun mudah mengemas dan memasarkan. “Sumber genetiknya ada pada pisang prancis,” kata Catur. Selain tandan, tangkai buah pun sebaiknya panjang sehingga buah rapat dan tidak tumpang-tindih. Contohnya cavendish atau pisang ambon hijau. Kriteria pisang ideal lainnya adalah tahan organisme pengganggu tanaman. “Indonesia terkenal sebagai gudang plasma nutfah pisang sekaligus penyakit. Sekitar 24 organisme pengganggu tanaman pisang ada di Indonesia,” kata Catur.

Menurut Catur jumlah pisang yang mendekati ideal di Indonesia masih terbatas. Saat ini terdapat empat varietas pisang yang mendekati ideal. “Namun, kepekaannya terhadap penyakit masih menjadi kendala,” katanya. Oleh karena itu kehadiran pisang INA-03 tepat sebagai pilihan bagi para pekebun. Pisang itu merupakan hasil persilangan pisang ketan-01 dengan calcuta-4.

Calcuta-4 memiliki sifat berbiji. “Dalam satu buah bisa terdapat 63 biji, tapi calcuta tahan terhadap penyakit layu bakteri,” kata Edison. Ketan-01 tidak berbiji, tapi tanamannya rentan terhadap layu bakteri. “Kami beruntung persilangan antara ketan dan calcuta menghasilkan keturunan yang lebih baik daripada induknya,” ujar Edison.

Matang berbeda

Drs Edison HS beserta rekan mulai menyilangkan kedua induk itu pada 1989. Mereka menghabiskan hari-harinya di kebun pisang. Kerap kali mereka berdiri di tangga yang bersandar di tanaman pisang yang sedang berbunga secara bergantian. Tujuannya agar mereka mendapatkan waktu tepat untuk menyilangkan pisang. Maklum, ketika itu belum banyak literatur yang membahas cara menyilangkan tanaman anggota famili Musaceae itu.

“Waktu itu kami belum tahu  kapan bunga betina dan jantan matang, sehingga terpaksa memelototi bunga pisang sepanjang hari bahkan sampai tengah malam,” ujar alumnus jurusan Biologi Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, itu. Setelah beberapa kali mengamati untuk persilangan, akhirnya Edison mendapatkan waktu tepat menyilangkan pisang, yaitu pukul 06.00.

“Bunga betina matang lebih dahulu daripada jantan. Tanda bunga betina matang adanya lendir di putiknya,” kata Panca Jarot Santoso SP MSc, rekan Edison, yang juga membantu proses penyilangan pisang.Meski menyilangkan tepatwaktu, saat putik dan benangsari matang, belum tentu menghasilkan pisang. Meski menyilangkan t e p a t w a k t u , saat putik dan b e n a n g s a r I matang, belum tentu menghasilkan p i s a n g y a n g memiliki embrio. “Dari persilangan 9.700 finger buah, hanya diperoleh dua biji. Dari dua biji itu hanya satu yang memiliki embrio,” ujar Edison. Satu biji itulah yang kini tumbuh menjadi INA-03 yang mendekati ideal. (Rosy Nur Apriyanti)

 

Pisang Jumbo

Selain Ina-03, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok, Sumatera Barat, juga memiliki FHIA-25 yang potensial sebagai pisang olahan seperti keripik dan tepung. Produktivitasnya 25-40 ton per ha setahun. Bobot buah 30-50 kg per tandan. Bahkan, pernah bobot buah mencapai 60 kg per tandan. Tanaman yang toleran terhadap penyakit layu fusarium dan tahan layu bakteri itu berbunga pada umur 315-335 hari. Lembaga itu memperoleh FHIA 25 dari International Transit Centre yang memiliki lebih dari 1.000 aksesi atau calon induk di Belgia. Buah pisang FHIA tahan simpan hingga 24 hari setelah panen. “Namun, bila digunakan sebagai bahan baku keripik sebaiknya segera diolah 1-2 pekan pascapetik agar daging buah tidak hancur saat diiris,” ujar Drs Edison HS dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. FHIA 25 tumbuh baik di ketinggian 2-700 meter di atas permukaan laut. (Rosy Nur Apriyanti)


Keterangan Foto :

  1. INA-03, hasil silangan ketan-01 dengan calkuta-4. Kadar kemanisan 24,5-250 briks
  2. Pisang INA-03 menghasilkan buah 10-18 kg per tandan
  3. Drs Edison HS, meneliti pisang sejak 1989
  4. FHIA-25 menghasilkan buah 25-40 ton/ha/tahun
Previous articleNanas Unggul Pulau Emas
Next articleParfum Kemenyan
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img