Saturday, August 13, 2022

Spa Bersama Ikan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Spa alias berendam di pemandian air panas memang bukan hal baru bagi orang Turki. Sejak abad kedua sebelum masehi kegiatan itu sudah dilakukan di Pamukkale, barat daya Turki. Namun, spa di Kangal unik karena ada 2 jenis ikan yang mendiami tiap pemandian air panas. Jenisnya Garra rufa dan Cyprinion macrostomus. Saat berendam ribuan ekor dari kedua jenis itu akan menggigit kulit; Sensasinya seperti saat kita dipijat.

Tradisi itu terpelihara hingga kini dan populer disebut fish spa. Itulah yang Trubus nikmati di Kenko Reflexology & Fish Spa, Senayan City, Jakarta Pusat. Saat melewati meja penerima tamu tampak 5 kolam bervariasi ukuran: 1,9 m2 dan 4,2 m2. Kelima kolam berkedalaman 60 cm itu bentuknya beragam: persegi panjang dan bundar. ‘Di sini khusus spa kaki sehingga tidak butuh kolam besar,’ ujar Fillya Hanna Muntu, asisten manajer operasional. Kolam persegi panjang ukuran 1,9 m2 berisi 2.000 ikan dan bisa dipakai berendam sekaligus 6 orang. Yang lebih besar berisi 5.000 ikan untuk 15 orang.

Garra rufa

Dari balik dinding kolam berukuran 1,9 m2 yang terbuat dari kaca setebal 19 mm itu tampak ribuan Garra rufa berukuran 5 cm. Ikan ini punya mulut mirip ikan sapu-sapu. ‘G. rufa dipilih karena punya enzim dithranol yang dikeluarkan saat menggigit kulit,’ kata Fillya. Dithranol berperan mencegah kulit baru tumbuh abnormal dan merangsang pertumbuhan sel baru.

Sebelum merasakan sensasi gigitan ikan yang penyebarannya sampai ke Syria, Irak, dan Iran, itu kedua kaki dicuci sabun ber-pH normal. Langkah itu untuk melenyapkan kotoran atau lotion yang melekat di kulit sehingga tidak mencemari kolam. Nah, sesudah itu kaki dicelupkan. Saat itulah dalam hitungan detik ribuan rufa langsung datang. Mereka menggigiti ujung-ujung jari kaki hingga betis. Rasanya benar-benar seperti dipijat dengan aliran listrik berkekuatan rendah alias micro massage. Aliran darah terasa lancar.

Ikan-ikan itu bertugas selama 30 menit. Selama itu pula sensasi sentuhan mulut-mulut mungil ikan merelaksasikan saraf-saraf kaki. Saking asiknya penikmat Spa ikan bisa-bisa tertidur selama digigiti ikan.Setelah selesai, kaki kembali dibilas sabun dan air bersih.

Sensasi itulah yang akhirnya dirasakan juga oleh Helen Setia Brata di Kebayoranbaru, Jakarta Selatan. ‘Dulu waktu di Los Angeles, Amerika Serikat, saya ingin sekali merasakan pijatan G. rufa, tapi baru terwujud sekarang di tanahair,’ ungkapnya. Helen bersama 2 sahabat datang ke tempat spa pada penghujung Februari 2009. ‘Luar biasa enaknya dan hasilnya kulit terasa halus,’ ujar Helen.

Makan kulit mati

Tugas utama rufa di tempat spa memang memakan kulit mati. Namun sesungguhnya ia pemakan pythoplankton dan zooplankton. Sayang, di habitatnya di air panas bersuhu 35-43oC pakan alaminya tidak banyak tersedia. ‘Karena itu ia mengambil nutrisi dari kulit manusia yang kebetulan berendam di habitatnya,’ kata Herman Oei, importir ikan hias di BSD, Tangerang.

Menurut Fillya kulit mati mudah terkelupas sehingga gampang diambil mulut ikan. Cara rufa mengambil kulit mati dengan mengisap, bukan mengoyak kulit. Bersama dengan kulit mati yang terambil itulah beragam mikroba patogen terangkat. Pantas spa bersama rufa dipercaya menyembuhkan beragam penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan neurodermtmitis. Maklum ketika mengisap rufa sambil mengeluarkan enzim dithranol yang berperan dalam penyembuhan penyakit kulit.

Filtrasi

Fillya tak menyangkal jika kesembuhan itu ditunjang air kolam yang diperkaya mineral garam seperti kalsium dan magnesium. Karena itu kualitas air harus selalu terjaga. Bahkan untuk menjamin kebersihan air, kolam dilengkapi filter. Menurut Harry Luhur, perancang, kerja filter dirancang seperti pada filter koi. ‘Pada tiap kolam dipasang settlement chamber alias tempat pemisahan kotoran dan air yang fungsinya seperti fortex,’ ucap Harry.

Agar air benar-benar steril, sebelum masuk kolam perlu melewati lampu UV berkekuatan 36 watt. Tujuannya untuk mematikan kuman yang tersisa. Filter pun harus dibersihkan setiap minggu agar bekerja maksimal. Yang juga tak dilewatkan setiap pagi 20% air kolam diganti. Air baru masuk setelah difiltrasi dengan sand filter dan karbon aktif.

Bukan hanya untuk kepentingan pengguna jasa spa, kualitas air yang terjaga membuat rufa hidup nyaman. Kolam kotor membuat rufa stres dan mudah dijangkiti penyakit. ‘Satu saja ikan sakit langsung menyebar cepat,’ kata Harry. Tanda G. rufa sakit antara lain gerakannya melambat dan cenderung menghindar saat dipegang. Padahal anggota famili Cypridac itu biasanya jinak, gampang ditangkap. Ikan yang biasanya rakus pun menjadi malas makan.

Beragam usia

Karena multimanfaat, fish spa kondang di berbagai negara. Pada 2006 spa itu menjadi gaya hidup modern di Jepang, Kroasia, China, Korea Selatan, Belgia, Singapura, India, dan Malaysia. Dua tahun kemudian berkembang pesat di negeri Paman Sam hingga sekarang merebak ke tanahair. Gelar doctor fish alias ikan dokter pun melekat pada rufa.

Fish spa dapat dinikmati oleh beragam usia, mulai orang dewasa sampai anak-anak. Ikannya tidak berbahaya karena sampai dewasa pun ompong sehingga tidak bakal melukai kulit. Berbeda jika menggunakan ikan chin-chin, anggota keluarga Tilapia, dari China yang semula banyak dipakai pada fish spa. ‘Setelah ukuran 10 cm akan tumbuh gigi,’ kata Harry.

Pantas Ratu Mayangsari Sumampau yang berusia 8 tahun gemar ber-spa rufa. Sebelumnya murid sekolah dasar El-Shadai di Permatahijau, Jakarta Selatan, itu sudah mencoba di Singapura dengan ikan mirip chin-chin. ‘Rasanya lebih sakit,’ katanya. Namun, setelah mencoba rufa, Ratu ketagihan hingga sudah 3 kali spa kaki. Sesudah itu kulit pun lebih terlihat halus. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img