Thursday, December 8, 2022

Strategi Atur Kentang Tidur

Rekomendasi

Dari total kebutuhan 100.000 ton per tahun bibit kentang di tanahair, 50% di antaranya diminta pada awal musim kemarau. Mengatur penyimpanan bibit menjamin kebutuhan terpenuhi.

 

Setiap kali musim kemaru tiba hati Dasep Sutrisna ketar-ketir. Dasep dan para petani di Kecamatan Pasirmukti, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, menanam kentang di lahan seluas total 100 ha. Kebutuhan bibit mencapai 2 ton per hektar. Artinya pada setiap musim tanam itu Dasep dan rekan-rekan membutuhkan 200 ton bibit kentang.

Apa daya, pada saat berbarengan pekebun dari sentra lain juga membutuhkan hal serupa. “Lagipula saat kemarau harga kentang biasanya tinggi sehingga banyak yang memproduksi kentang konsumsi. Alhasil umbi untuk dijadikan bibit pun langka,” tutur direktur produksi Hikmah Farm, Ir Wildan Mustofa MM.

Pasokan kurang

Padahal, pada kemarau kondisi cuaca mendukung untuk budidaya kentang. Sebaliknya, “Pekebun enggan menanam pada musim hujan karena risiko serangan penyakit besar,” kata Dasep. Data Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian menyebutkan, kebutuhan benih kentang pada 2011 mencapai 103.582 ton. Total jenderal kebutuhan bibit kentang pada musim tanam saat awal kemarau mencapai 50.000 ton, sisanya untuk memasok musim tanam pada 8-9 bulan lain. Sebab setiap musim membutuhkan 3-4 bulan penanaman.

Kebutuhan itu jelas sulit terealisasi sebab ketersediaan bibit di lapang hanya 15.537 ton/tahun atau baru 15% kebutuhan total bibit. Untuk memenuhi total permintaan, butuh 10.000 ha lahan penanaman bila produktivitas bibit kentang 10 ton/ha. Alhasil pengalaman Dasep menanam kentang selama 15 tahun, setiap musim tanam pada awal musim kemarau ia hanya bisa mendapat 25% bibit kentang. Padahal ia sudah bergerilya hingga ke sentra pembibitan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Untuk menambal kekurangan bibit, Dasep menggunakan sebagian dari hasil panennya untuk dijadikan bibit. Jumlahnya masih mencukupi. Namun, produktivitas bisa turun menjadi 15 ton/ha dari potensi mencapai 25-30 ton/ha.

Butuh tidur

Para pekebun sejatinya dapat mengatur penyimpanan seperti dilakukan oleh Hikmah Farm, kebun bibit di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dengan begitu kebutuhan bibit pada masa puncak tanam lebih terjamin. Sebab setelah pemanenan, umbi kentang tidak bisa langsung ditanam. Umbi tanaman Solanum tuberosum itu harus terlebih dulu mengalami masa istirahat-disebut dormansi. “Lamanya berbeda-beda, tergantung jenis dan kondisi penyimpanan,” tutur Wildan.

Secara umum, menurut Prof Dr GA Wattimena MS, ahli kentang dari Institut Pertanian Bogor, semua jenis kentang yang disimpan dalam suhu ruang butuh waktu 3-4 bulan untuk menumbuhkan tunas. Namun, bila disimpan pada suhu dingin, masa dormansi mencapai 12 bulan seperti ditulis oleh HP Beukema dan DE van der Zaag dalam Introduction to Potato Production.

Oleh karena itu strategi mengatur penyimpanan sangat penting. “Biasanya kami menyimpan sebanyak 40% dari total hasil panen setiap musim dengan perlakuan khusus. Sebanyak 50% dibiarkan normal-maksudnya disimpan dalam suhu kamar, red-dan 10% lainnya dipercepat masa bertunasnya,” tutur Wildan.

Pada perlakuan khusus pekerja menyimpan umbi tanaman anggota famili Solanaceae itu di dalam ruang gudang bersuhu rendah (4oC). Cara itu menyebabkan umbi kentang “tidur” selama setahun. Sementara di gudang bersuhu kamar kentang dorman 4 bulan. Dengan begitu Hikmah Farm mampu mengatur ketersediaan bibit sesuai kebutuhan pasar.

Pacu tunas

Pascapenyimpanan, kentang mesti diaktifkan agar mengeluarkan tunas dan siap tanam di lapang. Afifah Farida Jufri dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB, mengamati pengaruh 3 cara penyimpanan umbi kentang granola G4 yang dilakukan Hikmah Farm terhadap pertumbuhan tunas.

Pada cara pertama umbi disimpan selama 4 bulan di suhu kamar. Metoda kedua, penyimpanan di suhu kamar hanya selama 2 bulan lalu bibit mendapat perlakuan karbon disulfida (CS2) selama 24 jam. Cara ketiga, penyimpanan umbi selama 2 bulan di suhu ruangan dilanjutkan 3 bulan di ruang bersuhu rendah. Lalu pascasemua perlakuan, umbi disimpan di suhu kamar selama 8 minggu-sebut saja masa aklimatisasi-untuk diamati perkembangan munculnya tunas.

Pada perlakuan pertama, 100% bibit kentang memunculkan tunas pada minggu ke-3 aklimatisasi atau total 5 bulan sejak penyimpanan pertama. Pada perlakuan ke-2, tunas muncul 3,5 bulan sejak penyimpanan pertama. Karbon disulfida memang lazim dimanfaatkan sebagai bahan untuk mempercepat masa dormansi kentang (lihat ilustrasi). Sementara pada cara ke-3, tunas muncul pada 6 bulan pascapenyimpanan pertama. Dengan beragam teknik penyimpanan itu, Dasep mungkin tak lagi ketar-ketir setiap kali musim kemarau datang. (Tri Istianingsih)


Keterangan Foto :

  1. Budidaya kentang bersifat musiman sehingga permintaan bibit fluktuatif
  2. Ketersediaan bibit kentang nasional baru terpenuhi 15%

 

 

Previous articleDua Sisi Daun Graviola
Next articlePaling Tahan Hujan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img