Monday, August 8, 2022

Stroberi : Dongkrak Kualitas ala Agus Kurnia

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Dengan harga jual Rp40.000 per kg, itu berarti senilai Rp2,4-juta -Rp4-juta.Namun, rupiah itu bakal melayang dari genggaman pekebun bila hujan turun semalaman.Para pelancong enggan memetik stroberi yang berpenampilan kotor.

 

Menurut Andre Raharja, praktikus pertanian di Bandung, menjual stroberi kepada para pelancong menjadi impian para pekebun.Maklum, bila Fragaria vesca tak dilirik pelancong, pekebun mesti menjual ke pengepul.Di sana harga stroberi menukik tajam. Buah berbentuk hati itu dijual berdasarkan kelas-kelas tertentu. Kelas A-sekilo berisi 30 buah -hanya Rp20-ribu per kg. Kelas B, sekilo berisi 50 buah, Rp15.000; dan kelas C, sekilo lebih dari 50 buah, Rp10.000.

Gampang lapuk

Cerita Agus Kurnia tentang karung pendek jadi biang keladi stroberi rusak bukan omong kosong.Sejak 3 tahun silam, pekebun memang memanfaatkan karung beras dan karung pupuk sebagai pot setinggi 50 -60 cm.Namun, pot berbahan karung itu bukan tanpa masalah. Karung mudah lapuk kena hantaman sinar matahari dan guyuran hujan secara langsung. Setelah 4 bulan dipakai, biasanya pekebun mesti membongkar pot karung itu. Atau melapisi pot lama dengan karung baru supaya tak roboh.

Lantaran dianggap tak praktis, pekebun mulai beralih menggunakan polibag besar seukuran karung. Awalnya kami mengira cara itu lebih praktis, tapi ternyata tak cocok, kata kelahiran Bandung, 2 Mei 1973 itu. Musababnya, stroberi matang terbakar jika bersentuhan dengan plastik polibag saat matahari terik. Alih-alih memudahkan pekerjaan, penggunaan polibag malah membuat rugi karena buah tidak laku dijual.

Karena selalu dirundung masalah, Agus pun memutar otak.Ia mesti mencari bahan pot yang awet tapi tidak merusak buah. Ayah 2 anak itu teringat mulsa plastik hitam perak alias PHP yang sering digunakan pekebun tomat dan cabai.Mulsa pasti bisa dipakai sebagai bahan pot karena tidak menjadi panas meski tersinari matahari,paparnya. Pot dari karung tetap dipakai. Lalu seluruh permukaan luar karung itu dilapisi mulsa. Supaya tidak gampang melorot, mulsa dijahit pada karung.Pot ditinggikan sampai 1 m supaya stroberi tidak terciprat air hujan.

Tahan 2 -3 hari

Tak sekadar memanipulasi pot, Agus pun mengubah cara pemupukan supaya stroberi yang dihasilkan tahan lama. Lazimnya, setelah memerah dan mengkilap -tanda buah matang -buah cuma tahan sehari di tangkai.Bila pemetikan ditunda, buah busuk. Padahal, kerapkali stroberi matang di awal pekan:Senin -Rabu. Saat itu pelancong sepi.Daripada busuk, buah tetap dipanen, kata Andre. Konsekuensinya, harga jual mengikuti pasar.Lain halnya dengan Agus. Pria berusia 33 tahun itu bisa menunda panen hingga 4 -5 hari pada musim kemarau.Pada musim hujan, penundaan 1 -2 hari.

Menurut Agus, stroberi mudah busuk di tangkai karena serapan unsur hara tidak optimal.Untuk mengatasinya, pasokan hara terutama kalsium dan kalium mesti ditambah. Penelusuran Trubus dari berbagai literatur, kalsium memperkuat dinding sel dan menggiatkan pembelahan sel. Unsur Ca juga mengaktifk an kerja berbagai macam enzim. Sementara kalium berperan sebagai katalisator dalam proses pengubahan protein menjadi asam-asam amino. Kalium membuat tangkai buah kekar.Dengan begitu buah tak gampang rontok dan busuk.

Sebetulnya, pekebun stroberi sudah memberikan kalsium dan kalium dalam bentuk kalsit dan NPK saat pemupukan awal. Itu ditambah dengan pemberian pupuk daun yang dilengkapi hara mikro. Namun, dari jumlah itu 60% terbuang percuma dan tidak diserap tanaman. Supaya kalsium dan kalium efektif diserap akar, Agus menambahkan zat perata perekat saat pemupukan.

Menurut Andre, pemberian perata perekat pada aplikasi pupuk daun membuat larutan pupuk tersebar merata pada daun sekaligus membuatnya tidak mudah tercuci. Pupuk yang diberikan terserap lebih optimal. Biasanya Agus menambahkan 2 tutup perata perekat setara 40 ml ke dalam 200 l larutan pupuk daun. Dosis pupuk daun 1 -2 g per liter atau 1 -2 ml/liter. Itu bila pemupukan pada musim hujan. Pada kemarau, dosis perata perekat cukup setengahnya. Aplikasi pupuk daun itu seminggu sekali.

Bila perata perekat dicampur ke dalam pupuk melalui tanah, komposisinya disesuaikan. NPK sebanyak 5 kg dilarutkan pada 200 l air, lalu ditambahkan perata perekat sebanyak 20 ml. Baru kemudian dikocorkan ke tengah pot berisi 4 -5 tanaman setiap 10 -15 hari. Komposisi NPK disesuaikan dengan fase pertumbuhan.Fase pertumbuhan gunakan NPK 32:10:10; remaja, NPK 20:20:20; dan generatif, NPK 10:10:20.

Dengan tambahan perata perekat, pencucian pupuk minimal. Sebaran pupuk dalam media pun lebih merata. Setahun berselang, cara yang Agus lakukan itu terbukti ampuh. Ia tak pernah lagi ditinggalkan pelancong yang kecewa karena urung memetik stroberi mulus. Trubus melihat, beberapa pekebun di sekitar mulai mengikuti jejak Agus.(Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img