Friday, August 19, 2022

Stroberi Knia Unggulan Priangan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Buah stroberi Knia berukuran besar dengan warna merah cerah.

TRUBUS — Stroberi Knia berproduksi tinggi, berwarna merah cerah, dan masa simpan relatif lama.

Yana Herdiana semringah tatkala memanen stroberi pada awal 2020. Itu kali pertama ia menanam kultivar Knia. Petani stroberi di Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu memetik 20—25 kg buah Fragaria × ananassa setiap dua hari. Populasi mencapai 3.000 tanaman yang ditanam dalam polibag. Yana meletakkan polibag di lahan terbuka seluas 600 m2 dan rumah tanam berukuran 10 m x 4 m.

Sejatinya Knia dapat menghasilkan 0,38—0,48 kg buah per tanaman per musim. Kementerian Pertanian merilis Knia sebagai kultivar lokal dari Kabupaten Bandung pada Juni 2019. Potensi hasil berkisar 23,88—38,56 ton per hektare per musim. Sebelumnya ia pernah menanam 28 kultivar stroberi seperti Kalifornia, Nyoho, Holland, Sweet Charlie, dan Kelly Bright. Menurut Yana, Knia tergolong unggul lantaran tahan penyakit.

Lebih mahal

Media tanam campuran tanah dan kokopit atau sekam cocok untuk budidaya stroberi.

“Dahulu kebanyakan tanaman terserang penyakit sampai tidak tertolong. Knia tidak begitu parah kalau terserang penyakit. Tidak sampai gagal 100%,” kata petani stroberi itu. Yana pernah gagal panen sewaktu menanam Kelly Bright lantaran ada serangan virus. Bentuk buah Knia kerucut dengan panjang 4,05 cm dan berdiameter 2,89 cm. Bobot per buah 12,67—15,80 gram.

Menurut Yana ukuran buah Knia setara Holland. Bedanya tekstur Knia lebih padat dan daya simpan lebih lama. Harap mafhum, pasar meminta stroberi yang kuat simpan karena ada pengiriman jarak jauh. Buah harus tahan simpan dan tidak lembek. Kondisi Knia relatif bagus 3—4 hari pada suhu 26—28º C. Warna kulit dan daging buah Knia merah merona tanpa cela.

Lazimnya ada bagian buah yang masih berwarna putih saat dipanen. Buah seperti itu menjadi afkir karena pasar menerima buah berwarna merah saja. Tak hanya pekebun seperti Yana yang menyukai Knia. Konsumen pun terpincut Knia lantaran perpaduan manis dan masam pas. Tingkat kemanisan Knia sekitar 7,33º briks. Kandungan air mencapai 93,07% dan gula sekitar 1,09%.

Adapun kandungan vitamin C sebesar 0,027%. Dengan semua keunggulan itu, harga Knia lebih tinggi ketimbang jenis stroberi lainnya. Menurut Yana, harga satu kilogram stroberi Knia Rp20.000—Rp25.000 di pasar konvensional. Stroberi jenis lain hanya Rp15.000 per kg. Bila dijual ke pasar modern, harga Knia lebih dari Rp30.000 per kg.
Ia menjual hasil panen ke tengkulak yang kemudian mengirimnya ke Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Budidaya Knia hampir sama dengan jenis lainnya. Bunga stroberi muncul pada umur 2—3 bulan dari bibit stolon. Sekitar tiga pekan kemudian buah siap dipanen. Salah satu anggota tim peneliti Knia dari Universitas Winaya Mukti (Unwim) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Dr. Lia Amalia, M.P., mengatakan, jumlah buah pada setiap sulur Knia relatif sedikit.

Itulah mengapa ukuran buah Knia relatif lebih besar daripada tiga kultivar lain yang diteliti seperti Earlybrite, Nyoho, dan Sweet Charlie.

Introduksi

Sejatinya Knia berasal dari kultivar introduksi Kalifornia yang sudah lama dibudidayakan petani terutama di Kabupaten Bandung. Lia menuturkan, Kalifornia sudah ditanam selama puluhan tahun oleh pekebun terutama di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira).

Potensi produksi stroberi Knia 0,38—0,48 kg/tanaman/musim.

Kultivar beradaptasi dengan baik di wilayah itu sehingga mengalami perubahan dari kultivar asal. Pengembangan kultivar baru amat penting karena tren produksi kian menurun. Menurut peneliti Knia lainnya dari Unwim, Dr. Nunung Sondari, M.P., produksi stroberi di Kabupaten Bandung pernah mencapai 30 ton dari lahan 40 hektare.
Namun, sejak 2016, kemampuan produksi berangsur turun. Penyebabnya antara lain terbawanya penyakit dari tanaman induk melalui perbanyakan vegetatif (stolon) dan pergantian media tanam terlalu lama. Media tanam sebaiknya diganti setiap tahun. Campurannya terdiri atas tanah dan kokopit alias serbuk sabut kelapa atau sekam dengan perbandingan 2:1.

Kepala Seksi Pengembangan Tanaman Buah, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Kayat, S.P., M.P., menuturkan, saat ini Knia memiliki beberapa keunggulan yang disukai pekebun dan konsumen. Meski demikian, ada kekurangan Knia yang berpeluang untuk dikembangkan di masa depan. Daya simpan 3—4 hari kurang lama sehingga ia dan tim terus mencari solusi baik dari penanganan pascapanen maupun pengembangan kultivar lain.

Sebenarnya Earlybrite tahan simpan sekitar 4—5 hari bahkan lebih. Namun produksinya tak setinggi Knia. “Earlybrite sedang dikaji untuk pemurnian. Cari yang terbaik, yang lebih bagus,” kata Kayat. Itu tak menutup kemungkinan Knia bisa disilangkan dengan kultivar lain sehingga menghasilkan varian yang lebih unggul. Pekebun dan konsumsen menginginkan stroberi berproduksi tinggi, daya simpan lama, dan penampilan bagus. Keberadaan Knia diharapkan mendorong pengembangan stroberi yang lebih baik terutama di Kabupaten Bandung. (Sinta Herian Pawestri/Peliput: Andriyansyah Perdana Murtyantoro)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img