Monday, August 8, 2022

Supaya Merah Segera Tiba

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ia menuruti saran pengasuh situs agar menyingkirkan pasir bali dari akuarium dan memakai lampu ultra violet. Sepekan berselang tubuh sang naga yang semula jingga berangsur memerah.

Pasir bali yang dimanfaatkan hobiis itu mendongkrak tingkat keasaman air. Idealnya tingkat keasaman berkisar 6,5—7. Adanya pasir bali membuat pH di atas angka netral alias basa. Kondisi itu diperparah penggunaan lampu neon rumah. Penggantian lampu neon ke UV memang masuk akal. Soalnya, UV mirip sinar matahari. Itu sesuai habitat asal superred di Kalimantan Barat, yang berlimpah sinar Surya.

Menurut Niwan, pemilik N1wan Arwana di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, yang dialami Rudi, penulis surat elektronik itu, banyak pula menimpa hobiis lain. “Ini masalah klasik pemilik superred. Warna arwana pudar, tidak seperti ketika mereka lihat di toko-toko arwana. Perawatan menjadi kunci semua masalah itu,”ujarnya.

Lampu UV

Dengan menyingkirkan faktor genetik, menaikkan warna merah superred di akuarium relatif mudah. Pemakaian lampu UV sangat diwajibkan. Kekuatan sinar UV bergantung ukuran akuarium. Untuk akuarium 2,5 m x 1,5 m x 1 m dipakai lampu UV TFC 30—40 watt, 38 lux. Cara termudah mengetahui lampu UV sudah sesuai kebutuhan, biarkan lampu menyala selama 3 hari. “Bila tumbuh lumut di dinding akuarium berarti sudah pas. Atau pakailah lampu untuk tanaman air,” tuturnya.

Posisi lampu sangat vital. Sinar lampu harus menyorot langsung pada sisik di tubuh. Henry dari Meng Arwana Center meletakkan persis ditengah-tengah akuarium. Agar sinar tak keluar, pengusaha di Manggadua, Jakarta Barat, itu melapisi dinding akuarium dengan stiker gelap. “Yang disisakan cukup selebar ukuran lampu saja. Dalam 2 minggu warna ikan muncul,” kata Henry.

Penambahan penutup—stiker—akuarium sangat efektif menaikkan warna. Sayang kiat itu secara estetika tidak indah. Seandainya kotak lampu tidak diangkat ikan tidak akan terlihat. Solusinya posisi lampu dicelup persis di bawah permukaan air. Selain sang naga suka berenang dari depan, pemilik masih bisa menikmati keindahan siluk. Namun, posisi itu berimbas molornya kemunculan warna, menjadi 1—2 bulan.

Hindari latar terang

Pemakaian latar terang yang biasa dipasang di dinding belakang akuarium perlu dihindari. Warna terang membuat Schleropages formosus lama beradaptasi. Kondisi ini jelas berbeda dengan habitat aslinya. Untuk dasar dan dinding belakang akuarium paling bagus dipakai corak hitam. Itu sesuai dengan kondisi habitat aslinya di sungai-sungai Kalimantan yang cenderung gelap. Namun pemakaian latar hitam tidak efektif jika lampu UV diletakkan di dasar akuarium. Musababnya dasar akuarium berubah terang benderang.

Sampai saat ini asupan pakan yang memicu warna merah seperti udang dan kelabang tidak terlalu signifikan. Dari pengalaman Niwan, siluk yang sudah merah tanpa penyinaran seminggu langsung turun warnanya. “Saat udang dan kelabang tidak diberikan dalam interval sama, kondisi warnanya tetap sama,” lanjutnya.

Di alam aslinya superred keluar corak warna merah sejak berukuran 15 cm. Warna itu kian tampak tegas menapak dari insang lalu menjalar ke sisik sejalan pertambahan umur. Di akuarium butuh perlakuan tertentu untuk keluar warna lebih dini. Misalnya dengan penyinaran seperti di atas. Perawatan inilah yang sering diabaikan oleh para hobiis. (Dian Adijaya S)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img