Monday, August 8, 2022

Superred Flamboyan tapi Langka

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sesampainya di pinggir, dengan gemulai kepalanya berbelok siap berenang ke tepi seberang. Ekor kipasnya bergerak bagai kibasan selendang penari mengikuti liukan tubuh. Sirip dayung bersemburat merah gelap menambah pesona. Itulah bloodred salah satu jenis superred yang langka.

Sosok ikan kahyangan itu makin indah berkat warna sisik dengan ring merah darah. “Itulah sebabnya dinamakan bloodred,” ujar Niwan, pedagang arwana di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Kepalanya memipih mancung ke arah depan. Performanya makin cantik dengan sirip dayung dan ekor yang bersemburat merah marun.

Tak ada yang memungkiri, arwana superred memang paling mempesona. Komposisi tubuh dan warnanya begitu proporsional. “Hingga detik ini, semua mengakui superred adalah arwana yang paling eksklusif,” kata Heri Djohan, pemerhati arwana di bilangan Utankayu, Jakarta Timur.

Banyak jenis

Tak hanya Niwan dan Heri yang mengakui kemolekan siluk merah itu. Mahmud dari PT Munjulprima Utama juga mengakuinya. Menurut Mahmud, kualitas arwana superred paling baik. Ikan asli bumi Borneo itu memiliki genetik yang unggul. Namun sayang, keberadaannya di alam terancam. Bahkan disinyalir kini telah punah. Hal itu pula yang menyebabkan ikan langka itu kian mahal.

Seiring perkembangannya kini bermunculan jenis-jenis baru hasil penangkaran yang dikategorikan sesuai warna. “Penamaan itu berawal dari penangkar asal Taiwan dan Jepang,” papar Niwan. Bloodred, chillired, dan papaya di antaranya. Untuk bloodred ada pula yang menamakannya merah gudang garam. Sedangkan untuk jenis chilli disebut-sebut merah marlboro. Namun, itu hanya sekadar penamaan berdasar warna saja. Semua sebetulnya termasuk superred yang melegenda.

Chilli red memiliki warna merah terang bagai cabai. Kepala sendoknya amat jelas terbentuk. Warna dasar tubuhnya metalik. Ciri khasnya, ekor diamond shape alias lidah api. Bentuk tubuh lebih lebar dibandingkan bloodred. Untuk jenis papaya, jingga atau kuning kualitasnya masih di bawah dua rekan sebelumnya. Blood dan chilli jenis yang paling diburu. Pada ukuran 15 cm, duet superred itu bisa dijual sampai Rp6,5—Rp8,5-juta per ekor.

Potensi kualitas superred mulai terlihat pada ukuran >15 cm, umur 2—3 bulan. Namun ring sisik yang memerah baru terlihat pada usia 6 bulan. “Ring tebal pada sisik adalah ciri dasar superred,” kata Heri. Lingkaran mata berwarna merah dengan bola mata hitam bening. Warna dasar semu hijau di bagian atas kepala dan punggung menandakan ikan itu memiliki potensikualitas bagus.

Ikan akan tampil sangat prima mulai umur 3 tahun, biasanya mencapai ukuran40 cm. Makin dewasa ikan tampil kian cantik, bertahan sampai 35—40 tahun. Tentu bila dirawat baik, warna merah akan lebih tahan lama.

Penjagaan kualitas

Niwan, Heri, dan Mahmud sepakat arwana superred perlu dijaga kualitasnya. Pemilihan induk berkualitas amat penting. Penyilangan dengan arwana kualitas nomor dua perlu dihindari agar kemurnian superred tetap terpelihara.

Turunan genetik bermutu itu harus didukung oleh pemeliharaan yang baik pula. Lampu UV sebagai pencerah warna, kondisi air ideal (pH, hardness, suhu, aerasi, dan filterisasi), serta pakan pilihan adalah faktor penunjang pemeliharaan kualitas superred. Mutu yang terjaga akan mengukuhkan posisi superred untuk tetap berjaya dibandingkan jenis lain.

Kualitas superred asal Indonesia selalu diburu oleh pasar mancanegara. Sampai kini ia paling diminati oleh pasar Asia,seperti Singapura, Malaysia, dan Cina. Bagi masyarakat Cina ikan elok itu dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, dan kemakmuran. (Pupu Marfu’ah)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img