Sunday, August 14, 2022

Surgaku di Rahang Ibu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Begitu telur-telurnya pecah semua, induk buaya langsung membuka mulut. Lalu ia memasukkan anak-anaknya ke dalam rongga mulut. Di dalam, cangkang telur yang masih tersisa dilumat dengan lembut dan ditelan sang induk.

Setelah memastikan semua bayi terangkut-seekor induk bisa ‘menampung’ 15 anak, induk buaya langsung meluncur ke dalam air. Di sana ia membuka mulut, membiarkan anak-anaknya keluar dengan bantuan tekanan lembut dari bagian belakang rongga mulut.

Begitu sampai di air, bayi-bayi berukuran 27 cm itu langsung bergerak. Meski masih orok mereka secara alamiah adalah pemangsa andal. Bayi-bayi buaya itu terlahir dengan insting predator. Dengan mata, hidung, dan telinga di atas permukaan air mereka bersiaga. Begitu ada ikan kecil, katak, serangga, udang, atau burung yang hinggap di ranting pohon yang menjuntai ke sungai langsung dilahap.

Sembari itu sang induk terus-menerus berada di dekat mereka. Ia berenang bolak-balik dekat anak-anaknya. Maklum sedari masih dalam telur, generasi penerus anggota famili Crocodylidae itu rentan serangan predator-termasuk buaya dewasa lain. Pengawalan itu terus dilakukan sampai anak-anak berumur 8 minggu bahkan 1 tahun. Saat itu-panjang anak buaya mencapai 40-70 cm-ia bisa menjaga diri sendiri.

Penjagaan induk buaya nyaris sepanjang waktu. Itu dimulai sejak betina siap bertelur. Tiga hari sebelumnya calon ibu itu sudah mencari-cari lokasi bertelur yang pas. Biasanya di pinggiran sungai yang bebas luapan air agar sarang tak rusak. Di sana dia membuat cekungan sedalam 2 jengkal sebagai sarang. Saat betina bertelur, pejantannya mengawasi dari air supaya tidak ada pengganggu.

Setelah bertelur, sarang ditutup dengan gundukan semak-semak, pasir, atau lempung setinggi 0,6 m. Itu supaya telur tidak dimangsa predator dan menjaga sarang tetap berada pada suhu 27-34oC. Pada suhu itulah telur dapat terus hidup dan berkembang.

Pun, suhu masa inkubasi menentukan jenis kelamin anak-anak buaya. ‘Jenis kelamin tidak ditentukan gen khusus tetapi suhu lingkungan. Suhu mengarahkan gen-gen pembentuk kelamin dalam perkembangan organ kelamin primer dan sekunder,’ kata Prof Dr Djoko T Iskandar, ahli reptil dari Institut Teknologi Bandung. Pengalaman Erick M Wiradinata, direktur penangkaran buaya PT Ekanindya Karsa di Cikande, Serang, Banten pada suhu konstan 32-32,5oC selama 3 bulan pada masa inkubasi dihasilkan buaya jantan. Lebih rendah daripada 320C atau lebih tinggi daripada 32,5oC peluangnya betina.

Pascabertelur, betina meninggalkan sarang di tepian sungai itu. Krokodilos betina memang tidak mengerami telurnya, tapi ia mengawasi telur dari air. Selama menunggu telur menetas-lamanya 90-100 hari-ia tidak pernah beranjak bahkan untuk mencari makan sekalipun. Ia hanya makan jika ada mangsa yang mendekat. Jika tidak induk betina berpuasa. Itu lebih baik ketimbang telur tak terawasi dan disantap biawak, babi hutan, ular, atau bangau.

Pada hari ke-90 dari dalam sarang terdengar suara tangisan. Penelitian Amelie Vergne dan Nicolas Matheron dari Universitas Jean Monret, Perancis membuktikan bahwa anak buaya mulai mengeluarkan suara saat masih di dalam telur.

Peneliti di bidang saraf dan sensor pada satwa itu juga membuktikan suara telur atau embryonic vocalization itu berfungsi memberi sinyal pada telur lain untuk menetas bersamaan. Amelie memberikan perlakuan suara berbeda pada 3 kelompok telur buaya Sungai Nil Crocodylus niloticus yang siap menetas. Kelompok pertama diletakkan di tempat sunyi tanpa suara, kelompok kedua di tempat dengan suara keributan, sedang kelompok ketiga di dekat tape yang memutar rekaman suara telur buaya.

Hasilnya, telur di kelompok ketiga menjawab suara dari kaset dengan suara yang sama dan menetas hampir bersamaan 10 menit kemudian. Telur di kelompok kedua hanya satu yang menetas saat mendengar suara keributan. Sedang kelompok ketiga menetas 5 jam kemudian.

Penelitian itu juga membuktikan bahwa suara telur berfungsi sebagai panggilan bagi induk untuk segera menggali sarang dan membantu anak-anak yang baru menetas keluar dari sarang. Lalu memasukkan junior-juniornya itu ke dalam rahangnya yang aman dan nyaman. (Nesia Artdiyasa/ Peliput: Destika Cahyana)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img