Sunday, August 14, 2022

Surya Saputra Koki Akhir Pekan Demi Fido

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Itulah cara Surya Saputra, artis sinetron sekaligus penyanyi, memberikan kasih sayang untuk Fido, Jinny, dan Lolo. Pakan lezat untuk ketiga anjing kesayangan.

Aktivitas itu terus terulang, setiap Ahad pagi. Usai bangun tidur, kelahiran Jakarta 28 tahun silam itu bergegas ke dapur. Di sanalah suami Dewi Sandra meracik pakan buat satwa klangenan.Resepnya diperoleh dari mertua yang juga penggemar anjing. Dengan kombinasi pakan buatan dan pakan jadi, penggemar wushu itu cuma memerlukan Rp100.000 sebagai biaya pakan. Bila hanya dogfood, pengeluaran bisa mencapai Rp400.000/bulan.

Usai menyantap, Fido dan Lolo segera menyingkir. Jinny menunggu apel yang tengah dikupas Surya. “Jinny ini memang perut karet, apa saja dilahap, “ungkap Surya. Ia doyan tahu, tempe, roti, apel, pepaya, dan melon. Kalau Fido, ia mencium-cium dulu makanan yang disodorkan. Kalau sesuai selera baru dilahap.

Kasih sayang Surya terhadap anjinganjingnya tak hanya diwujudkan dengan membuatkan pakan sendiri. Mantan anggota kelompok vokal Cool Colors itu juga rutin memandikan setiap pekan.

Fido amat menikmati saat disisir dan dibersihkan. Lain dengan Jinny, ia tidak betah disisir dan dimandikan. Anjing berbulu kombinasi putih dan cokelat itu selalu berusaha melepaskan diri saat dimandikan. Ketika sibuk, ia mengantar anjing-anjingnya ke sebuah pet shop di Kemang, Jakarta Selatan. Setelah rapi dan bersih barulah anjing-anjing itu dibawa pulang.

Kompak

Fido, Jinny, dan Lolo, anjing kesayangan keluarga Surya Saputra. Ketiganya berbeda pemilik. Fido yang jenis yorkshire terrier berbulu cokelat, klangenan Surya. Sedangkan Jinny, shihtzu kesayangan Dewi Sandra. Adapun Lolo, anjing silangan tekel milik Nina, adik Sandra. Meski berlainan jenis, ketiga anjing mungil itu akur bermain. Mereka sering memperebutkan boneka beruang.

Ketika tamu datang, mereka juga kompak menggonggong. Begitu pula mendengar lonceng di pagar berbunyi, ketiganya berlomba menghampiri. Kaki dan celana tamu dicium, tanda ingin berkenalan. Ketiganya baru berhenti setelah namanya dipanggil.

Surya, Sandra, atau Nina kerap menggoda anjing-anjing itu. Surya misalnya, untuk menggoda Fido, ia mengambil dan menggendong Jinny atau Lolo. Karena kedudukannya terancam, Fido akan terus menatap Surya, seolah protes. Si kecil itu pun akan menggeram bila ada yang menepuk tuannya. Namun, tingkah Fido tidak se-ekstrovert Lolo jika Nina yang ditepuk. Tekel cokelat itu akan menggonggong dan menggeram kepada orang yang berani mendekat apalagi mengganggu Nina.

Tingkah seperti itulah yang membuat Surya Saputra jatuh hati. Terdengar suara sedikit saja, mereka langsung menyalak. Apalagi Fido. Meski bersosok paling mungil, yorkshire terrier itu paling kencang menggonggong.

Dan jangan coba-coba menggoda si kecil itu. Bisa-bisa kaki Anda “disengat” saat pamitan. Teman-teman Dewi kerap merasakan gigitannya. Meski tidak sakit, tetapi cukup mengagetkan. Sifat-sifat menggelikan itulah yang kerap menghibur keluarga itu. Saat Surya capai dan stres, anjing-anjing itu membuat tingkah lucu yang membuat tuannya rileks kembali.

Fido, Jinny, dan Lola juga tidak pernah merusak mebel atau peralatan rumah tangga lain. Bahkan bila buang hajat pun mereka ke luar rumah. Ketika pintu rumah dibuka, mereka segera berlari ke halaman

Hanya itu? Bagi Surya, anjing-anjing manis itu terkesan pintar. Ia mengajar stay, sit, dan pelajaran dasar lain. Itulah k e n a p a p u p p y—anakan anjing—dipilih saat membeli di petshop di Jakarta 2 tahun lalu. “Anjing kecil itu lebih mudah diajar,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila itu. Tak berlebihan jika Surya kerap mengajak mereka berkeliling kota.

Mereka paling senang bila jendela mobil dibuka sedikit. Melalui celah kecil itu, kepala dijulurkan agar diterpa angin. Bila melewati pintu tol, hal lucu kerap terjadi. Dimulai saat Surya membuka kaca jendela untuk menerima kartu tol. Begitu sulung dari tiga bersaudara itu menerima kartu, Fido atau Jinny melongokkan kepala. Saking kagetnya, penjaga tol secepat kilat menarik tangan. Sambil tersenyum, pemain di sinetron Metropolis itu mohon maaf dan tancap gas.

Karena itulah ketika Fido terserang kennel cough, Surya cukup risau. Anjing itu terus batuk dan suaranya tidak bisa keluar. Ia pun segera mebawanya ke dokter hewan. Ternyata obatnya sederhana, amoxcilin cair dan bisolvon, yang biasa digunakan manusia untuk mengeluarkan dahak. Tak lama setelah minum, kesehatannya pun pulih.

Suka reptil

Sebelum kepincut anjing, pria bersosok tinggi besar itu lebih menyukai reptil seperti ular dan kadal. Sayangnya, “Dewi takut kalau dihadirkan ular di rumah,” ujar pemeran Nino, di film Arisan, yang tengah beredar di bioskop. Untuk menghilangkan kekecewaan suami, Dewi menghadiahkan kadal duri berukuran 20 cm dari Papua sebagai hadiah ulang tahun. Kadal langka itu kini menghuni akuarium ukuran 50 cm x 30 cm x 30 cm di sudut ruang tamu. Sudut lain diisi lou han bonsai dan cencu dari Medan.

Karena akrab dengan ular itulah baru-baru ini ia jadi “pahlawan”. Saat syuting sinetron Pemburu Hantu, tiba-tiba masyarakat yang menonton heboh. Seekor ular tanah berbisa membuat kerumunan bubar. Putra Betawi itu mengambil keris palsu yang biasa dipakai di film, lalu ditekankan ke tengkuk ular. Tangan lain segera menangkap kepala ular dan tangan kiri memegang ekor setelah keris diambil orang lain. Tepuk tangan meriah segera membahana setelah ular itu disingkirkan ke tempat yang jauh.

aDibandikan dua peliharaan lain, anjing lebih mendapat perhatian. Fido dan Jinny boleh tidur di kamar. Sebuah karpet kecil disiapkan di lantai, di situlah keduanya tidur. Kadang mereka naik ke tempat tidur saat Surya terlelap. (Syah Angkasa)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img