Thursday, July 25, 2024

Tak Putus Mangga di Bumi Raflesia

Rekomendasi
- Advertisement -

Mangga bengkulu dipanen 4—5 kali setahun. Pohon berbunga lebat 3 kali, pada periode Februari—Maret, Juni—Juli, dan Oktober—November. Di luar itu pohon masih berbunga dalam jumlah sedikit.  Tak heran, sepanjang tahun pohon selalu digelayuti buah. “Ada yang ukuran besar, kecil, dan bunga. Begitu seterusnya,” kata Hanafi, pemilik pohon induk.

Mangga bengkulu berukuran besar. Bobotnya 0,8—2,4 kg per buah. Sebagai perbandingan, khaw niyom—varietas mangga unggul di Thailand—dan campursari—mangga asal Blora, Jawa Tengah—dijuluki superjumbo. Padahal ukuran keduanya berkisar 1,5—2 kg per buah. Nah, mangga bengkulu lebih jumbo lagi karena mencapai 2,4 kg per buah. Mangga seukuran itu diperoleh dengan menyeleksi buah hingga 2—3 buah per tangkai. Pantas, dengan keunggulan-keunggulan itu ia dilepas sebagai varietas unggul nasional pada 2003.

Penjual lokal

Pohon induk mangga bengkulu  milik Hanafi di Kebunkiwat, Kelurahan Gadingcempaka, Kota Bengkulu, kini berumur 30 tahun. Bibit berasal dari penjual lokal di sana. “Saya ngga nyangka, berbuah sepanjang tahun dan besar,” katanya.  Sebenarnya di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara, banyak mangga lokal yang tidak diketahui varietasnya tumbuh di pekarangan rumah warga.  Namun, hanya Mangifera indica milik Hanafi yang paling istimewa.

Lantaran itu, sejak 2003  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Universitas Bengkulu melakukan penelitian bersama. Hasilnya, menegaskan keunggulan mangga di kebun Hanafi. Penampilan menarik, kulit buah halus, dan beraroma lembut. Daging buah kuning dengan ketebalan 3,5 cm, sementara biji tipis.  Saking tebalnya, 80% bagian buah dapat dimakan. “Rasanya manis dan seratnya halus,” kata salah seorang peneliti.  Pohon milik Hanafi pun ditetapkan sebagai pohon induk.

Kelebihan lain, mangga bengkulu tahan terhadap lalat buah dan penggerek buah. Berdasarkan pengamatan penulis, serangan penggerek batang hanya terjadi pada lahan yang kebersihannya rendah.  Di luar itu, tanaman tumbuh sehat.

Diperbanyak

Kini mangga bengkulu mulai diperbanyak dengan cara cangkok, sambung pucuk, dan okulasi. Bibit dijual seharga Rp40-ribu—Rp50-ribu per batang. Tanaman hasil perbanyakan vegetatif itu mulai berbuah pada umur 2 tahun dan berproduksi tinggi pada umur 4 tahun. Rata-rata produksi tahunan mangga berumur 5 tahun 148,5 kg per pohon; 8 tahun (316 kg); dan 16 tahun (528 kg).

Yang unik dan perlu diteliti lebih lanjut, semua tanaman yang diperbanyak asal biji rasanya manis. Bahkan penelitian Heru Widiyono dari Universitas Bengkulu menyebutkan, belum pernah ditemukan penyimpangan rasa dari buah asal biji dengan rasa buah asal pohon induk.   Pohon asal biji umumnya mulai berbuah pada umur 3—8 tahun setelah tanam.

Sampai saat ini mangga bengkulu dikonsumsi segar.  Ia dijual Rp5.000 per kg di tingkat pekebun. Di pasaran, harganya naik menjadi Rp6.000—Rp7.000 tergantung ukuran buah.  Primadona dari Bumi Raflesia itu  kerap ditampilkan  pada pameran tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Respon pengusaha perbuahan dan masyarakat umum sangat bagus. Sayang, pasokan bibit yang terbatas masih menjadi kendala. (Ir Sri Suryani M Rambe MAgr, peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Bengkulu)

Deskripsi Mangga Bengkulu

Uraian

Deskripsi

Tinggi pohon

5 m

Bentuk tajuk

Jorong ke samping

Lebar tajuk

5—6 m

Bentuk batang

Bulat (gilig)

Percabangan

Sedang berdaun rimbun

Kedudukan cabang

Condong ke atas

Warna batang

Cokelat

Keadaan batang

Agak kasar

Bentuk daun

Jorong ujung runcing

Letak daun

Tegak

Ukuran daun

27,8 cm x 6,7 cm

Warna daun

Hijau tua

Bentuk bunga

Piramid runcing

Warna bunga

Kuning

Warna tangkai bunga

Hijau muda

Bentuk buah

Jorong sedikit berparuh

Warna kulit buah

Hijau kekuningan

Kulit buah

Tipis, permukaan halus

Aroma buah

Lembut

Berat buah

0,6—2,4 kg

Bagian yang dapat dimakan

80%

Ketebalan daging buah

3,5 cm

Keadaan serat

Halus

Warna daging buah masak

Kuning

Bentuk biji

Panjang pipih

Ketahanan terhadap hama

Tahan lalat buah dan penggerek batang

Ketahanan terhadap penyakit

Kurang tahan penyakit busuk lunak

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img