Friday, December 2, 2022

Tak Tahan Digoda Morelia

Rekomendasi

Pertemuan Budiyanto dengan morelia ketika ia menjelajahi Wamena, Papua, pada 1998. Saat itu ia menemukan anggota famili Phyton itu di sebatang ranting. Lalu diambil untuk ditangkarkan. Saat ini morelia viridis bukan satu-satunya koleksi Budiyanto. Di rumah peristirahatannya yang asri di bilangan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, pria lulusan Sekolah Menengah Atas itu mengoleksi lebih dari 250 pasang indukan morelia.

Saat ini sanca salah satu satwa yang digandrungi hobiis. Menurut drh Slamet Raharjo, dokter hewan ahli reptil sekaligus hobiis sanca, kian banyak hobiis yang memelihara morelia. Warnanya paling menarik, agresif, lincah, dan ukurannya tak begitu panjang, ujar alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta itu. Permintaan itu tak hanya dari hobiis dalam negeri, tapi juga Amerika Serikat. Budiyanto, misalnya, rutin mengirimkan 1.500 morelia per tahun ukuran rata-rata 50 cm.

Banyak pilihan

Selain Morelia, jenis lain yang jadi incaran hobiis adalah molurus, reticulatus, dan curtus. Ketiga jenis sanca itu memiliki warna dan corak yang unik. Contohnya curtus atau sanca darah, berkulit merah gelap bak darah sehingga penampilannya khas. Memang ada curtus berwarna kuning, merah muda, jingga, merah bata, dan hitam kombinasi putih yang langka. Panjang curtus 3 m, tapi diameter tubuh 15 cm, sehingga terkesan buntek dengan gaya yang lincah.

Sedangkan molurus atau sanca bodo berkulit cokelat muda dan gelap. Sekujur tubuh dihiasi corak kotak-kotak tidak beraturan dengan warna krem, putih, dan kuning. Di tengah kepala ular yang mampu hidup hingga 20 tahun itu terdapat motif garis krem dan merah jambu dari belakang mata sampai batas leher. Sedangkan sisik perut berwarna abu-abu dan putih mengkilap, serta terdapat bercak hitam tegas. Sekali bertelur molurus menghasilkan 20-100 butir dan menetas 2-3 bulan kemudian. Tingkahnya yang tenang dan jinak membuat molurus semakin diminati.

Reticulatus di Asia Tenggara, seperti Indocina, Indonesia, dan Filipina bermotif batik. Warna kuning keemasan berpadu dengan hitam campur abu-abu dan putih. Itulah sebabnya ia dijuluki sanca batik. Pola bulat lonjong terdapat di punggung belakang kepala sampai ujung ekor. Ular yang sekali bertelur menghasilkan 80- 120 butir setiap 2-3 tahun itu tidak perlu sering dibersihkan, sehingga digemari sebagai klangenan. Pakannya diberikan 2 minggu sekali, maklum untuk mencerna makanan, ular yang hidup di hutan mangrove pinggir laut sampai pegunungan 2000 m dpl itu membutuhkan 1-2 minggu minggu.

Mahal

Sanca tidak berbisa dan tidak membutuhkan tempat besar untuk memeliharanya. Hanya tempat berukuran 2 m x 3 m memadai untuk ular sepanjang 5 m. Ia pun tergolong pendiam. Meski sedang kawin, mereka tidak bersuara. Sanca dikenal ular jinak, terutama hasil tangkaran. Mereka menyerang bila terpojok. Kalau tidak diganggu pasti mereka bersahabat, ujar Slamet.

Hobiis yang berhasrat memiliki morelia mesti merogoh kocek dalam-dalam. Harap mafhum, seekor bayi morelia yang baru menetas Rp700.000-Rp900.000 per ekor. Sedangkan curtus seukuran ibu jari Rp200.000-Rp400.000/ekor dan dewasa lebih murah, Rp200.000-Rp300.000. Harga yang sama dibandrol untuk bayi molurus, Rp200.000-Rp400.000/ekor.

Yang lebih mahal molurus albino impor: ukuran seibu jari Rp3-juta-Rp3,5-juta; panjang di atas 60, cm Rp4-juta-Rp6-juta; dan panjang 1 m Rp8-juta. Sementara reticulatus panjang 50-60 cm ditawarkan Rp150.000-Rp400.000 per ekor. Semakin unik motif batik harganya semakin melangit. Toh meski harga relatif tinggi, pencinta ular di tanahair kian banyak. Itu bisa terlihat dari jumlah Ophio Jogya Reptiles Club, perkumpulan penggemar ular di Yogyakarta. (Lastioro Anmi Tambunan)

1. Morelia viridis kuning
Keunggulan : Kulit kuning mengkilap
Daerah asal : Aru
Suhu dan kelembapan : 24 – 28oC dengan kelembapan 65-85%

2. Morelia viridis cokelat
Keunggulan : Warna kulit merah kecokelatan
Daerah asal : Wamena
Suhu dan kelembapan : 24 – 28oC dengan kelembapan 65-85%

Previous articlee-book untuk Member
Next articleExtensions
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img