Sunday, November 27, 2022

Takhta Milik Oranda Jumbo

Rekomendasi

Tak hanya juri yang terkesima, banyak peserta dan penonton pun kagum pada oranda jumbo itu. Sirip dorsal dan ekor yang berwarna merah jingga tampak rapi dan kuat. Dua saingannya yang masing-masing bercorak hitam emas dan jingga emas di kelas oranda jumbo sulit menyaingi. ‘Keduanya lemah di sirip punggung,’ kata Femmi Cyanne, juri dari Depok, Jawa Barat.

Di babak GC kampiun kelas ranchu jumbo dan ryukin jumbo jadi rival berat. Bermodal sisik indah mengkilap ranchu jumbo milik Budi Santoso asal Sragen, Jawa Tengah, sulit bersaing lantaran kalah ukuran. Ia terpaut 3 cm lebih pendek daripada kampiun oranda jumbo. ‘Padahal sisiknya indah,’ kata J Siauw Khim, juri asal Jakarta.

Oranda mencorong

Pun nasib ryukin jumbo yang mencoba menghadang. Mengandalkan ukuran tubuh besar dan sisik mengkilap, andalan Kiking Zamorano asal Bandung itu bisa membuat para juri-Ever Tagoli, Andy Widyatmoko, J Siauw Khim, Hendro, dan Femmi Cyanne-bolak-balik antara akuarium nomor 791 oranda dan akuarium nomor 695 ryukin. Hasil mufakat ditetapkan ryukin kalah dari oranda.

Pasukan oranda memang mencorong di kontes itu. Pada perebutan young champion lagi-lagi oranda menjadi yang terbaik. Kampiun ryukin junior dan ranchu junior tak sanggup bersaing. ‘Warna ryukin masih kalah dari oranda,’ tutur Ever Tagoli, juri asal Bandung, Jawa Barat. Pun ranchu junior yang punya banyak keunggulan: warna cerah, prima, dan sirip tegak. ‘Kesan pertama gagah dari oranda tetap sangat kuat,’ tutur Andy Widyatmoko, juri asal Magelang, Jawa Tengah.

Kelompok ryukin ganti berjaya di babak mature champion dan baby champion. Ryukin senior milik Christian menjadi kampiun mature champion setelah mengalahkan oranda senior milik Budi Santoso dari Sragen. Di kategori baby champion, ryukin baby milik Henry Tamtomo mempecundangi oranda dan ranchu masing-masing milik BOGOS Tropis dan V3. ‘Ia menang karena warnanya cerah dan renangnya aktif,’ kata Ever.

Cupang 369 peserta

Selain maskoki, di lomba sama juga digelar adu cantik-cantikan cupang. Kampiun halfmoon didaulat menjadi GC setelah mengalahkan kampiun plakat dan serit. Awalnya para juri kesulitan menentukan GC lantaran kualitas para juara itu nyaris setara. Sebab itu pula voting dilakukan. Hasilnya halfmoon 4 suara dan serit 2 suara.

‘Saya memilih halfmoon karena bentuk dan bukaan ekornya lebih bagus,’ kata Hendy Wijaya juri dari Depok. Pun Hermansyah yang memilih halfmoon. ‘Ukuran, warna, dan bukaannya lebih unggul,’ ungkap juri asal Jakarta Barat itu.

Tak hanya peserta lokal, kontes cupang dengan 369 peserta itu diikuti hobiis asing dari Singapura, Hongkong, dan Amerika Serikat. Menurut Raymond Tanner lomba di hall Pusat Pengembangan dan Pemasaran Ikan Hias DKP Cibinong, Bogor, itu diselenggarakan untuk mengisi kekosongan kontes ikan. ‘Supaya kontes-kontes ikan kembali marak,’ katanya. (A. Arie Raharjo)

^ GC Maskoki, bukan jumbo biasa, panjang di atas 40 cm

^^ Ryukan senior peraih mature champion

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img