Monday, August 15, 2022

Taman Mini Betta Show 2008 Keras di Papan Atas

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kemenangan halfmoon milik M Ichwan dari Jakarta itu di luar dugaan. Harap mafhum serit pengisi akuarium 49 itu dijagokan juri mancanegara, Kelson Say dari Singapura. ‘Sirip-siripnya kaku dan simetris,’ katanya. Keistimewaan lain, corak tubuhnya hitam solid dengan pangkal ekor putih kebiruan. ‘Secara first impression cupang ini sangat menawan,’ tambah Kelson.

Halfmoon menang karena, ‘Bukaan ekornya penuh, benar-benar sesuai standar,’ ujar Hermansyah, juri dari Jakarta Barat. Warna dasar biru tampil tanpa cacat, tidak tampak bagian transparan yang selama ini jadi batu sandungan pencinta betta warna-warna dasar. ‘Para juri menganggap hasil voting sangat memuaskan: halfmoon pantas jadi juara,’ katanya.

Plakat meski hanya mendapat satu suara, merupakan kejutan besar. Sebab, selama ini langka plakat yang jadi grand champion. Meski mengandalkan agresivitas dan corak dwiwarna merah-putih, plakat andalan Harry dari Pelangi Bettaku Jakarta itu sulit mengungguli kampiun halfmoon dan serit. ‘Plakat bisa menjadi yang terbaik kalau benar-benar sangat istimewa. Tapi di lomba ini plakat kalah jauh,’ kata Hermansyah.

Halfmoon ketat

Kategori halfmoon paling ramai lantaran terdapat 11 kelas yang dilombakan. Semua berlangsung ketat. Bahkan saat penentuan jawara kategori harus melewati 3 kali pemilihan. Di babak final, jawara halfmoon warna biru gelap bersaing ketat dengan jawara AOC single tail. Penampilan keduanya seimbang, sehingga suara juri pun seimbang 1:1. Pada pemilihan kedua, lagi-lagi hasil voting seimbang. Namun, kebuntuan itu pecah kali ketiga pemilihan. Saat itu kedua juri mendapati perbedaan kecil. ‘Setelah diamati lagi ngedok jawara AOC tidak terbuka sempurna, sementara halfmoon biru sebaliknya, mengembang sempurna,’ kata Hermansyah.

Kategori serit tak kalah seru. Serit warna hitam milik Betta One Surabaya bersaing ketat dengan jawara serit AOC. ‘Poinnya hanya beda tipis,’ ujar Arief SL juri asal Bekasi. Namun, serit warna hitam penghuni akuarium bernomor 49 itu berhasil mengungguli jawara AOC berkat kerapian siripnya. ‘Jawara serit hitam siripnya rapi dan terlihat kencang,’ tutur Arief.

Yono Wijaya, juri lain asal Jakarta Barat mengakui ketatnya persaingan kontes cupang kali ini. ‘Pada dasarnya semua peserta tampil sangat bagus, sehingga kami memilih ikan yang benar-benar mendekati kriteria ideal,’ ujar pemilik GM Betta itu. Ikan yang mempunyai kekurangan tidak dipilih. Contohnya beberapa kontestan terlihat agresif dengan bukaan ekor maksimal, tapi siripnya sobek.

Yono menjelaskan untuk menjadi jawara tak hanya warna dan ngedok jadi pertimbangan. ‘Warna harus cerah dan ikan agresif. Itu tanda cupang sehat dan punya mental bagus,’ katanya. Hal lain? Tubuh proporsional dan ekor tidak boleh sobek atau berlubang. Untuk halfmoon bukaan ekor 180°, serit sirip ekornya tidak boleh patah. Bagi plakat sirip ekor mutlak seperti huruf D dan simetris.

Membludak

Kontes yang diselenggarakan 19-20 April 2008 untuk memperingati ulang tahun ke-33 TMII itu mendapat respon bagus dari mania cupang. Total ikan yang masuk mencapai 451 ekor. ‘Itu pun sudah diseleksi berdasarkan jumlah akuarium. Kalau tidak, bisa mencapai 1.000 ekor,’ kata Doddy Ito, panitia lomba. Peserta datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Balikpapan.

Membludaknya peserta dipengaruhi oleh banyaknya kelas lomba. Selain halfmoon, serit dan plakat, kelas optional yaitu wild betta, kelas betina, serta kelas temporer yaitu traditional dan giant plakat turut dikonteskan. ‘Animo peserta di kelas ini cukup besar,’ kata Doddy. Di kelas wild betta misalnya, beradu 15 kontestan. Joty Atmadjaja membawa pulang trofi terbanyak di kelas ini berkat wild betta jenis mahachai, imbilis, dan albimarginata yang menduduki peringkat 3 besar.

Dampak ramainya peserta, kontes yang sedianya selesai sekitar pukul 15.30 WIB molor hingga pukul 17.30 WIB. Kontes yang didukung oleh Inkam Samudra Betta Club (ISBC) dan Indo Betta Splendens (INBS) ini memperebutkan piala Jenderal Manajer TMII. Menurut Koswara, kasubag program Museum Air Tawar dan Museum Serangga, sukses kontes ini mendorong pihak TMII menggelar kontes bertaraf internasional. (Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img