Trubus.id— Ada yang unik di sekitar gerbang masuk Bendungan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Deretan pohon pulai (Alstonia scholaris) tertanam rapi dengan bentuk berbaris. Pohon anggota famili Apocynaceae itu tumbuh sejak pintu masuk, taman tengah, dan bagian ujung yang mendekati tepian bendungan.
Penata taman di Bendungan Ciawi, Anton Wuryanto, mengatakan, alasan memilih pohon pulai lantaran cantik sehingga cocok untuk taman penghijauan. Rimbunnya pulai melindungi pengunjung dari sengatan surya.
Daun terlihat hijau pekat dan mengilap sekaligus meneduhkan para pengunjung. Batang pohon gemuk dengan tampilan hijau kecokelatan. Anton menuturkan, dalam merancang sebuah taman tidak ada patokan khusus untuk menentukan jarak tanam setiap pohon.
Perancang menentukan jarak tanam sesuai keinginan. Menurut Anton jarak tanam mestinya tidak mengganggu tumbuh kembang pohon lainnya. Saat Trubus mengunjungi Bendungan Ciawi pada medio Januari 2023 terdapat berbagai jenis pohon peneduh raksasa.
Jarak tanam juga berbeda-beda. Pada deretan sepanjang jalan pintu masuk jarak tanam pohon terlihat lebih jauh, berkisar 5 m. Namun, pada bagian tengah dan ujung taman jaraknya semakin rapat, sekitar 2—3 m.
Jarak tanam di bagian tengah lebih pendek lantaran tempat itu dikhususkan untuk tempat santai pengunjung. Makin rapat jarak tanam makin teduh. Di bagian tengah juga terdapat pohon baobab (Adansonia digitata).
Namun, tanaman itu masih kecil sehingga peletakannya di dalam pot. Baobab diletakkan di tengah lantaran dianggap langka. Baobab berpostur mirip dengan pulai.
Pohon peneduh lainnya yaitu walisongo (Schefflera actinophylla ) setinggi 15 m. Daunnya juga hijau mengilap dan tebal, tetapi bagian tepi bergelombang. Anak daun mengelompok pada ujung tangkai.
Bunga walisongo unik karena mirip tentakel. Pada bagian batang biasanya terdapat lilitan akar yang menjadi ciri khas pohon. Anton tidak hanya memilih pohon raksasa yang daunnya cantik.
Ia juga menambahkan sentuhan pohon besar dengan bunga elok seperti tabebuia kuning dan kiacret alias tulip afrika. Anton menanam tabebuia kuning di pinggir jalan mendekati taman bagian tengah. Meskipun daunnya tidak mengilap, tabebuia memiliki bunga yang cantik.
Bunganya kecil-kecil berwarna kuning. Saat berbunga hampir tiap tangkai tanaman terisi. Daunnya tipe majemuk yang berjumlah 5—7 lembar. Tampilannya hijau pucat dengan lapisan perak di bagian atas dan bawah.
