Monday, May 20, 2024

Tambak Awet karena Geomembran

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Penggunaan geomembran untuk pelapis kolam dan tambak terbukti awet dan dapat diandalkan. Itulah yang Suprayitno rasakan untuk budidaya udang vannamei. Total jenderal luas kolam yang ia miliki mencapai 1,2 ha.

Warga Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, itu melapisi 10 tambak vannamei miliknya memakai geomembran.

“Ada banyak manfaat yang saya dapatkan dengan menggunakan geomembran,” ucap petambak sejak 2019 itu.

Menurut Suprayitno bahwa air kolam di tambak miliknya tidak mudah habis dengan adanya geomembran. Pemasangan geomembran juga lebih praktis serta menghemat biaya produksi. Jika petambak harus membangun kolam beton atau batako untuk tambak, biaya produksi jauh lebih tinggi.

Geomembran dengan ketebalan 500 mikron dengan tipe low density polyethylene (LDPE) merek Cap Jempol itu juga relatif kuat terhadap bahan kimia.

“Saya rutin membersihkan geomembran menggunakan larutan HCl setiap selesai siklus panen udang (rata-rata 4 bulan), tetapi geomembran tetap awet dan tidak mudah robek,” kata Suprayitno.

Ia memprediksi masa pakai geomembran itu mencapai 10 tahun. Anggota staf pemasaran PT Hidup Baru Plasindo, Yoppie Budiono, mengatakan, geomembran Cap Jempol mulai diproduksi sejak 2012. Produk itu merupakan pelapis kedap air yang berfungsi memisahkan ekosistem atas dan bawah permukaan.

PT Hidup Baru Plasindo berkomitmen menggunakan 100% biji plastik murni sebagai bahan baku geomembran. Pemilihan bahan baku yang berkualitas itu menjadikan geomembran Cap Jempol memiliki daya tahan tinggi.

Tambak udang hanya salah satu bidang usaha yang menggunakan geomembran. Geomembran juga dapat digunakan untuk konstruksi gedung atau jalan yang memiliki tekstur tanah gambut.

Lebih lanjut Yoppie mengatakan, geomembran memiliki 2 tipe berdasarkan karakteristiknya yaitu high density polyethylene (HDPE) dan LDPE. Tipe HDPE memiliki karakter lebih kaku dibandingkan dengan LDPE yang lebih elastis.

Penentuan penggunaan HDPE dan LDPE berdasarkan kondisi lahan dan kontur tanah di lokasi. Kondisi tanah dengan permukaan kasar seperti karang dan kerikil sebaiknya menggunakan geomembran HDPE.  Apabila kondisi lahan dominan pasir dan lumpur sebaiknya menggunakan LDPE.

Kedua tipe itu memiliki peruntukan yang sama untuk air tawar, air payau, maupun air asin (laut). Geomembran memiliki variasi ukuran panjang dan lebar mulai dari panjang 50—100 m dan lebar 4—8 m. Garansi geomembran mengikuti ketebalan yang dipilih.

Ketebalan yang ditawarkan mulai dari 200, 300, 500 dan 750 mikron. Ketebalan 200 mikron bergaransi 2 tahun, 300 mikron bergaransi 3 tahun, 500 mikron bergaransi 5 tahun, dan 750 mikron bergaransi 7 tahun.

“Untuk menjaga geomembran, disarankan tidak menggunakan benda tajam atau menyalakan api dalam melakukan aktivitas dekat geomembran” kata alumnus Jurusan Teknik Informatika, Universitas Bina Nusantara, itu.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Harga Hingga Rp25 Juta, Kambing Hias Pigmi Incaran Pehobi

Trubus.id—Para pehobi menggemari kambing pigmi yang lucu sebagai kambing hias. Menurut pemilik Pet Icon Jogja di Kabupaten Sleman, Provinsi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img