Monday, August 8, 2022

Tanam Jagung Sehektar 5 Jam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Artinya setiap menit, Made mampu membuat 43 lubang tanam, memasukkan biji, sekaligus menutup lubang tanam. Waktu tanam itu sangat singkat. Bandingkan dengan waktu tanam pekebun pada umumnya. Untuk menanam jagung di lahan 1 ha, seorang pekebun perlu 20 tenaga kerja. Mereka menugal alias membuat lubang tanam dengan tiang kayu yang berujung runcing, memasukkan benih jagung ke dalam lubang tanam, dan menutup lubang tanam. Waktunya? Dibantu 20 tenaga kerja, pekebun itu menghabiskan 8 jam kerja.

Meski bekerja seorang diri dalam waktu cepat, hasilnya rapi. Lubang tanam teratur berjarak 0,75 m x 1 m. Kecepatan Made bekerja lantaran ia menggunakan mesin tanam rancangan Ir Joko Pitoyo, periset mesin pertanian di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan.

Bukan cuma cepat, tetapi juga efi sien. Sebab, konsumsi bahan bakar berupa premium hanya 1 liter per jam atau Rp22.500/5 jam. Biaya sewa mesin Rp200.000/hari. Sehingga total biaya sekali penanaman Rp222.500. Dengan 20 tenaga kerja, seorang pekebun membayar Rp500.000 bila ongkos setiap orang Rp25.000 per hari. Itu berarti Made mampu menghemat Rp277.500 untuk biaya tanam.

Tarik traktor

Mesin penanam benih jagung itu terbuat dari besi. Bentuknya seperti sepeda mini berukuran sekitar 1 m. Roda depan berupa piringan ganda yang berfungsi untuk membuat alur tanam. Sedangkan roda belakang seperti roda pengeras jalan berukuran kecil, diameter 40 cm, fungsinya sebagai roda penggerak.

Mesin itu dikaitkan di bagian belakang traktor yang menarik mesin penanam biji. ‘Biasanya petani menanam palawija setelah panen padi. Saat itu traktor menganggur karena tak ada sawah yang dibajak. Oleh karena itu dimanfaatkan untuk menarik mesin penanam biji,’ kata Joko Pitoyo.

Made menggunakan traktor beroda 4 sehingga mampu menarik minimal 3 alat penanam jagung. Namun, jika pekebun memanfaatkan traktor beroda 2, cukup menarik 2 mesin penanam. Jarak antarmesin penanam jagung 1 m. Ketika traktor dijalankan, mesin penanam bekerja dengan membuat lubang tanam, lalu memasukkan benih, dan menutup lubang tanam.

Mesin penanam benih palawija itu dilengkapi alat pembuka alur, kotak penampung berkapasitas 5 kg, penakar benih, dan penutup alur. Saat mesin dijalankan pembuka alur berupa piringan ganda akan membuat lubang tanam sedalam 5 cm. Perputaran roda mesin secara otomatis menggerakkan alat penakar benih. Akibatnya biji jagung dalam kotak penampung jatuh ke dalam lubang tanam.

Setelah itu penutup alur menyapu bongkahan tanah bekas galian piringan pembuka alur untuk menutupi lubang tanam. Mesin penanam biji mengeluarkan benih seragam dalam jumlah maupun jarak tanam. Setiap lubang 2 biji dan jarak tanam 75 cm. Itu karena alat penakar benih pada mesin hanya menjatuhkan benih sesuai gerakan putaran roda. Satu kali putar menjatuhkan 2 biji benih.

Bandingkan bila ditugal, kadang jumlah biji yang dimasukkan ke dalam lubang tidak seragam dan jarak tanamnya juga tidak teratur. Kapasitas kerja mesin jika ditarik traktor roda 4 dengan 6 baris tanaman berkisar 2,5 – 3 jam/ha. Sedangkan traktor roda 2 dengan 3 baris tanaman berkisar 4 – 5 jam/ha.

Ketika tiba di ujung lahan, Made mengangkat mesin berbobot 20 kg itu. Ia memindahkan mesin ke jalur berikutnya, begitu seterusnya. Mesin penanam biji memang didesain berbobot ringan dan dapat dipindahkan secara manual dengan mudah. Musababnya, kondisi lahan pertanian umumnya berupa hamparan dan antara petakan hanya dipisahkan oleh pematang – jalan kecil.

Menurut Joko, mesin penanam biji mampu bekerja di lahan kering atau bergelombang hasil pembajakan dan penggaruan. Karena mesin berkontruksi lengan ayun fl eksibel sehingga mampu menyesuaikan dengan kondisi lahan yang tidak rata.

Sintale

Selain itu, Ir Amir Soediro Notoyudo, konsultan pertanian di Yogyakarta juga mengembangkan alat penanam biji yang lebih sederhana. Ia menciptakan mesin tanam kedelai bernama sintale. Komponennya terdiri dari pendorong seperti setang pada sepeda, kerangka, seed matering device alias pengulur benih, rantai transmisi, roda penggerak, singkal, penimbun lubang tanam, dan roda penumpu.

Mesin berbobot 6 kg itu mudah dibawa ke mana-mana. Maklum panjangnya cuma 125 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 80 cm. Ketika setang didorong – alat tanpa bahan bakar – singkal bekerja melubangi tanah setiap jarak 20 cm. Kedalaman lubang tanam seragam 3 – 5 cm.

Dengan memutar keran seed matering device, 3 butir kedelai jatuh dari bagian pengulur benih tepat di bawah lubang tanam. Lubang yang berisi benih itu kemudian ditimbun oleh pengurug. Dengan sintale, seorang pekebun hanya butuh waktu 3 – 4 hari untuk menanam Glycine max di lahan 1 ha.

Tenaga kerja

Pekebun biasanya menanam palawija masih menggunakan tugal yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu lama, 20 hari kerja. Penggunaan mesin seperti yang dilakukan Made dan Amir memudahkan petani, hemat, dan praktis. Masalahnya tentu saja bukan sekadar tenaga kerja. Namun, ketika arus urbanisasi menderas, sulit memperoleh tenaga kerja. Tidak gampang untuk mencari orang yang mau bekerja di kebun. ‘Kadang harus antre menunggu beberapa hari agar dapat menggunakan jasa mereka,’ kata Made.

Joko Pitoyo mengatakan penggunaan mesin salah satu cara menjaga ketahanan pangan di tengah berkurangnya tenaga kerja bidang pertanian. ‘Jumlah tenaga kerja yang menekuni pertanian di seluruh Indonesia turun dari tahun ke tahun. Pada 1996 terdapat 22,6-juta tenaga kerja. Setahun kemudian turun menjadi 22,1-juta. Kecenderungannya akan terus turun karena orang lebih suka bekerja di sektor nonpertanian,’ ujar alumnus Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor itu.

Penggunaan mesin memangkas waktu kerja dan ketergantungan pada tenaga kerja. Dengan mesin penanam biji itulah Made dan Amir bisa menanami lahannya dengan cepat dan efisien.(Ari Chaidir/Peliput: Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img