Monday, August 15, 2022

Tanda Mata Terbaik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Herry Iman Pierngadi bukan hanya jago melatih pebulutangkis nasional, tetapi juga piawai melatih murai batu.

 

Buktinya Tanda Mata, murai batu miliknya, menjuarai kontes burung berkicau di Ecopark, Ancol, Jakarta Utara, pada 14 Oktober 2012. Tanda Mata beradu merdu di kelas pasar seni. Di kelas pasar seni, Tanda Mata yang menghuni sangkar nomor 26 rajin berkicau. Enam juri meletakkan bendera di bawah sangkar Tanda Mata. Pesaing Tanda Mata adalah Kiler, murai batu milik Hendry Carton.

Namun, Kiler kalah rajin bersuara sehingga hanya meraih peringkat kedua. Tanda Mata mengumpulkan 6 bendera; Kiler hanya 5 bendera. Sukses Herry mengantarkan Tanda Mata menjadi juara tak lepas dari perawatan menjelang kontes. Ujang yang merawat Tanda Mata memberikan tambahan pakan jangkrik 3 kali sehari dan sesendok makan kroto setiap hari.

Sepekan menjelang kontes, Ujang memberikan 150 cc larutan penyegar sekali sehari. Tujuannya supaya kondisi tubuh prima. Dengan perawatan itu, Tanda Mata menyingkirkan 51 rival di kelas pasar seni. Ia menjadi yang terbaik. Pasar seni merupakan kelas bergengsi yang diikuti 3 jenis burung. Selain murai batu dengan 52 peserta, ada pula lovebird (29 peserta) dan anis merah (19 peserta).

Dua kelas berbeda

Lomba burung berkicau untuk memeriahkan acara Flora Fest Ecopark itu mempertandingkan tiga kelas, yakni pasar seni, samudera, dan ancol. Pembagian kelas berdasarkan harga tiket. Harga tiket kelas pasar seni mencapai Rp300.000 per burung. Sementara harga tiket kelas samudera Rp200.000 dan ancol Rp100.000 per burung.

Menurut ketua panitia, Slamet Eddie, jumlah peserta lomba mencapai 635 ekor. Burung-burung itu koleksi penghobi di Jakarta dan sekitarnya, Kuningan, Padang, Bangka, Lampung,  serta Cirebon. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp150-juta. Slamet mengatakan bahwa seekor burung dapat berlomba di kelas berbeda asalkan waktu penyelenggaraan tidak berbarengan.

Penghobi dari Ciledug, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Edi Parikesit, misalnya menurunkan Laser di kelas samudera kategori murai batu yang diikuti 56 peserta.  Burung berumur 3,5 tahun itu menyabet jawara pertama. Berselang sejam, Edi Parikesit kembali menurunkan Laser di kelas ancol. Di kelas kedua itu, Laser menyingkirkan 61 pesaing dan menjadi yang terbaik. “Irama lagunya bagus,” ujar Adang Robby, juri kontes.

Bersaing ketat

Herry menurunkan murai batu lain, Arabian, di kelas samudera dua jam setelah Tanda Mata merebut gelar prestisius itu. Murai batu itu mesti bersaing dengan Laser untuk beradu merdu. Sayang, penampilan Arabian tak segacor Tanda Mata di kelas pasar seni. Arabian hanya mengumpulkan 5 bendera, sementara Laser, murai batu milik Edi Parikesit, memperoleh 6 bendera. Laser menjadi yang terbaik mengungguli Arabian.

Menurut Adang Robby, ketua juri, persaingan di kelas samudera ketat, terutama di kategori kacer. Harap mafhum kacer-kacer jawara seperti Batara Karang dan Ronggolawe, Point Blank, Bush, dan Raja Goda  turun di kelas itu sehingga persaingan pun keras. Batara Karang milik Abah Iip dari Kuningan, Jawa Barat, menjuarai kontes burung berkicau di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, dan Bogor. Namun pada kontes di Ancol ia tersungkur di peringkat keenam. “Burung kecapean,” ujar Abah Iip. Ronggolawe milik Nabil asal Rawamangun, Jakarta Timur, juara di kategori kacer.

Burung berkicau yang tengah naik daun, yakni pleci juga unjuk kebolehan di kelas samudera. Penghobi dari Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, Casol, menjagokan koleksinya, Ducati Monster. Sebab, Ducati Monster memang bermental juara. “Burung ini pernah juara dan punya mental bertanding bagus,” ujar Casol. Prediksi itu terbukti 3 jam kemudian setelah Ducati Monster menjadi pemenang di kategori pleci.

Perawatan menjelang kontes memang penting. Itu pula yang membuat Cowboy 2 menjadi jagoan di kategori lovebird kelas pasar seni. Nagawan yang merawat Cowboy 2 memberi tambahan 3/4 apel dan segenggam kangkung setiap hari. Pakan pokok bagi Cowboy berupa milet dan pelet. Supaya mental bertandingnya terasah oleh perawatnya, Cowboy rajin diikutkan latihan bersama. (Rona Mas’ud)


Keterangan foto :

  1. Tanda Mata, kampiun murai batu di kelas pasar seni
  2. Herry IP bersama sang jawara murai batu di kelas pasar seni
  3. Suasana kontes burung berkicau di kawasan Ecopark, Ancol
  4. Stoner si mungil pleci yang atraktif
  5. Cowboy 2, sabet juara satu lovebird pasar seni
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img