Tandan Kosong Sawit Diolah Jadi Bahan Bakar Boiler Biomassa

Rekomendasi

Trubus.id — Tandan kosong kelapa sawit (Empty Fruit Bunch/EFB) tidak hanya menjadi residu industri. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Sumitomo Heavy Industries, Ltd. (SHI), Jepang, mengembangkan teknologi untuk memanfaatkannya sebagai bahan bakar biomassa pada boiler.

Riset tersebut mencakup peningkatan kualitas bahan bakar (fuel upgrading), pengujian karakteristik pembakaran, hingga pengembangan desain boiler. Teknologi diarahkan agar boiler dapat menggunakan 100% EFB tanpa campuran bahan bakar fosil maupun biomassa lainnya.

Kepala Pusat Riset Konversi Energi BRIN, Tata Sutardi, mengatakan penggunaan EFB secara langsung menghadapi sejumlah tantangan. EFB memiliki nilai kalor relatif rendah serta kadar air, alkali, dan klorin yang tinggi.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi efisiensi pembakaran dan berpotensi mempercepat kerusakan sistem boiler.

“Setiap teknologi upgrading dapat menghasilkan karakteristik bahan bakar yang berbeda. Karena itu, selain melihat perubahan sifat bahan bakarnya, kita perlu mengevaluasi karakteristik pembakarannya untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebutuhan boiler,” jelas Tata saat wawancara dengan Humas BRIN pada 14 September 2026.

Lima metode pengolahan EFB

Untuk meningkatkan kualitas EFB, BRIN mengkaji lima pendekatan biomass fuel upgrading, yaitu fuel washing, hydrothermal treatment, torrefaction, decarbonization, dan biological treatment.

Kelima metode tersebut ditujukan untuk menghasilkan bahan bakar EFB dengan karakteristik yang lebih sesuai untuk kebutuhan pembakaran boiler.

Hasil proses upgrading menunjukkan peningkatan nilai kalor serta penurunan kadar air, alkali, dan klorin pada EFB.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Taopik Hidayat, mengatakan penelitian diarahkan pada pengembangan teknologi boiler dengan sistem full firing. Sistem tersebut menggunakan 100% EFB tanpa campuran bahan bakar fosil maupun biomassa lainnya.

Setelah melalui proses upgrading, masing-masing bahan bakar diuji pada skala laboratorium menggunakan simulator boiler tipe fluidized bed yang tersedia di KST B.J. Habibie, Serpong.

Pengujian dilakukan untuk membandingkan kemampuan setiap metode dalam menghasilkan bahan bakar biomassa yang sesuai secara teknis maupun ekonomis.

Pengujian juga didukung Fuel Analysis Module yang disediakan SHI, terdiri atas Ashing Furnace dan Fluidizing Furnace. Perangkat tersebut digunakan untuk mengevaluasi karakteristik pembakaran biomassa setelah melalui proses fuel upgrading.

Instalasi dan commissioning perangkat berlangsung pada 11–28 Agustus 2026 di Laboratorium Energi, KST B.J. Habibie, Serpong, Banten.

Dari lima metode yang diuji, BRIN dan SHI selanjutnya menentukan teknologi yang paling menjanjikan untuk dikembangkan. Teknologi terpilih akan diarahkan menuju tahap scale-up sebelum diuji pada Circulating Fluidized Bed (CFB) Boiler Pilot Plant milik SHI di Niihama, Jepang.

“Dengan melakukan uji pembakaran skala laboratorium menggunakan fluidized bed dari BRIN dan Fuel Analysis Module dari Sumitomo Heavy Industries, kita dapat melihat sejauh mana berbagai metode fuel upgrading dapat meningkatkan karakteristik dan kinerja EFB sebagai bahan bakar,” ujar Taopik.

EFB untuk bahan bakar boiler

Riset BRIN dan SHI tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas EFB. Keduanya juga mengembangkan desain boiler yang disesuaikan dengan karakteristik EFB setelah melalui proses upgrading.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan teknologi dilakukan secara terintegrasi mulai dari peningkatan kualitas bahan bakar, evaluasi karakteristik pembakaran, hingga penyesuaian desain sistem boiler.

Pengembangan ini membuka peluang peningkatan nilai guna tandan kosong kelapa sawit sebagai residu industri. EFB dapat dikaji lebih lanjut sebagai sumber bahan bakar alternatif untuk boiler dan berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, termasuk batu bara.

Kolaborasi Indonesia-Jepang

Pengembangan teknologi boiler berbahan bakar EFB merupakan bagian dari kolaborasi riset BRIN dan SHI yang berlangsung secara bertahap.

Kedua pihak menandatangani Memorandum of Understanding on Research and Innovation Collaboration in Low Carbon Technology and Manufacturing pada 22 Oktober 2024.

Kerja sama kemudian dilanjutkan melalui Agreement on the Development of Biomass Boilers Based on Empty Fruit Bunches (EFB) Fuel pada 26 Februari 2025.

Sementara itu, penyediaan Fuel Analysis Module diperkuat melalui Agreement on Supply of Fuel Analysis Module yang ditandatangani pada 18 Mei 2026.

Rangkaian riset tersebut ditujukan untuk memperkuat dasar teknologi pemanfaatan EFB sebagai bahan bakar boiler, mulai dari pemilihan metode upgrading hingga pengembangan sistem pembakaran.

Menurut Taopik, pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai guna residu industri kelapa sawit sekaligus mendukung diversifikasi sumber energi dan teknologi energi rendah karbon menuju target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.

Sumber: https://www.brin.go.id/news/130483/tandan-kosong-sawit-tak-lagi-sekadar-limbah-brin-kembangkan-teknologi-boiler-biomassa

Artikel Terbaru

Beras Pratanak Dikembangkan untuk Tingkatkan Nilai Tambah Petani

Trubus.id — Beras pratanak dengan indeks glikemik rendah dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen sekaligus mendorong kesejahteraan petani....

More Articles Like This