Wednesday, August 10, 2022

Tanpa Duri Dalam Daging

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Peranti canggih untuk memisahkan duri dari daging ikan.

Fathia Bixa Orellana mengerti bahwa ikan bermanfaat untuk kesehatan. Namun, setiap kali terhidang bandeng di meja makan, siswa kelas dua sekolah dasar itu menolak untuk memakannya. Ia tak mau repot membuang duri demi duri saat makan. Repot memang. “Memisahkan daging dari duri yang menempel tidaklah mudah. Sebab, jumlahnya cukup banyak, berukuran kecil, dan terpencar di sela-sela daging,” kata Afif Ridwan, warga Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Afif pengalaman berbulan-bulan membuang duri bandeng. Caranya dengan menarik tulang utama dari pangkal leher menggunakan catut, lalu mengambil dagingnya menggunakan sendok tanpa merusak daging bandeng dan membersihkan durinya. Untuk membuang duri sekilo bandeng ia perlu dua jam. Padahal, ia yang membuka restoran bersama sang istri, Yesi Herawati, membersihkan 5 kg bandeng setiap hari. Bandeng tanpa duri alias bandeng rorod menu andalan rumah makan yang ia kelola.

Cepat

Lamanya memisahkan duri dalam daging itu menyebabkan Afif kewalahan ketika pesanan datang. “Pesanan jumlah besar kerap datang, tetapi tidak semuanya bisa kami penuhi. Rezeki pun berpindah tangan,” tuturnya. Sebuah sekolah di Kota Bekasi pernah memesan 200 bandeng rorod, tak ia sanggupi. Untung kini tersedia mesin pemisah duri bandeng. Sejak Maret 2012, ia memanfaatkan mesin yang mampu mengolah 80 kg bahan per jam.

Untuk menggunakannya, Afif tinggal memasukkan bandeng bersih, tanpa isi perut dan kepala, ke dalam mesin berdaya listrik 500 watt itu. Ikan jatuh ke dalam silinder berpori yang berputar dengan kecepatan 8 rpm (putaran per menit), lalu keluar melalui lubang di samping mesin. Adapun duri-durinya terpisah otomatis dan terbuang melalui lubang di depan mesin. Diameter lubang pori dibuat kecil, 5 mm, agar daging dan duri terpisah sempurna.

Ia lalu mengambil daging bebas duri dan mengolah dengan beragam bumbu. Kini pria berusia 45 tahun itu mampu menyajikan 100-150 bandeng rorod setiap hari. Itu belum termasuk pesanan antaran yang kerap datang tiga kali sepekan. Ia hanya perlu waktu 20 menit untuk memisahkan daging bandeng dari durinya. Dengan cara manual, pembersihan 100 bandeng perlu 12-18  jam. Efisiensi pemisahan yang mencapai 95% membuat daging bandeng benar-benar bebas duri. “Selain itu, teksturnya pun tetap baik tidak berbeda dengan cara manual meski dilumat oleh mesin,” tutur Afif.

Nun di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Yudho Eriyanto juga memanfaatkan mesin pemisah duri. Eriyanto mengolah bandeng, tenggiri, dan langsar sebagai bahan baku kerupuk. “Sebelum menggunakan mesin, untuk memisahkan 50 kg bandeng duri butuh tiga orang tenaga kerja dan selama enam jam,” tutur Eriyanto. Agar duri lebih mudah dipisahkan, ia menggunakan ikan berukuran besar. “Namun, ikan jenis itu harganya cukup mahal Rp 30.000 per kg,” katanya.

Harga ikan jenis lain berukuran kecil seperti mujahir dan kurishi hanya Rp20.000 per kg. Namun, hambatan lain muncul sebab membersihkan duri ikan kecil lebih sulit. Oleh sebab itu sejak 2007 ia menggunakan bantuan mesin pemisah duri. “Dengan mesin itu hanya butuh waktu kurang dari satu jam untuk melepaskan 50 kg ikan dari duri,” tuturnya.

Semua ikan

Afif dan Eriyanto menggunakan mesin bertipe sama produksi PT Samudera Teknik Mesin. Menurut Direktur PT Samudera Teknik  Mesin, Ir Beni Pramono MSi, “Mesin itu mampu memisahkan duri dan daging ikan secara otomatis dan telah digunakan oleh beberapa usaha kecil menengah terutama di daerah pesisir untuk memproduksi surimi atau olahan ikan lain, seperti bakso ikan, nugget, otak-otak, abon, dan kerupuk.”

Ketua tim ahli PT Samudera Teknik, Prof Dr Ir Ari Purbayanto MSc, mengatakan bahwa sebetulnya semua jenis ikan dapat diolah dengan mesin itu, tetapi idealnya berukuran maksimal 30 cm. “Ikan berukuran besar harus dipotong menjadi lebih kecil kurang dari 30 cm menyesuaikan lebar silinder,” tuturnya. Rendemen pengolahan mencapai 30-50%. Artinya jika mengolah 100 kg ikan, produsen akan memperoleh 30-50 kg daging.

Perawatan peranti berbobot 150 kg itu juga mudah. Afif dan Eriyanto menyiramkan air bersih melalui selang ke bagian silinder dan menggosok dengan sikat hingga bersih. Eriyanto menggunakan mesin sejak 5 tahun lalu, hingga kini mesin berfungsi baik. Mesin-mesin itulah yang membantu mereka mengolah bandeng rorod. (Andari Titisari)

 

Bebas Duri


  1. Ambil tulang utama bandeng, keluarkan isi perut, lalu ambil dagingnya
  2. Daging yang terkumpul masukkan ke dalam mesin. Daging bebas duri akan keluar lewat lubang di samping mesin, sedangkan durinya keluar lewat lubang di depan mesin
  3. Campur daging dengan beberapa racikan bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai.
  4. Masukkan kembali adonan tadi ke dalam badan bandeng lalu kukus selama 3 jam
  5. Bandeng rorod siap saji

 

Keterangan Foto :

  1. Bandeng rorod varian olahan bandeng tanpa Tulang
  2. Tulang utama ikan diambil menggunakan catut lalu dagingnya diambil dan dibersihkan dari duri. Butuh waktu 3 jam untuk melakukannya
  3. Banyak orang enggan menyantap bandeng karena dagingnya penuh duri
  4. Afif Ridwan dan Yesi Herawati, produksi bandeng rorod meningkat setelah menggunakan alat pemisah duri
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img