Tuesday, November 29, 2022

Telisik Pachypodium Lewat Ciri Fisik

Rekomendasi

Kalau membedakan lamerei dan geayi yang sudah lazim saja sulit, apalagi jika mengidentifikasi jenis-jenis langka. Banyak pachypodium yang sosoknya mirip batang pohon dengan cabang di ujung.

Sebuah foto yang disodorkan Dyah Pertiwi Kusumawardani, wartawan Trubus, pada awal Juni 2007 sempat membuat kening Handry Chuhairy, pekebun di Tangerang, berkerut. ‘Ini bisa jadi P. rosulatum atau P. densiflorum,’ tutur pemilik nurseri Hans Garden waktu melihat sosok pachypodium setinggi 8 cm dengan diameter batang 7 cm dan 3 cabang itu. Direktur pemasaran sebuah pasar swalayan terkenal itu bakal lebih yakin jika tanaman sudah mengeluarkan bunga.

Beda bunga

Identifikasi madagascar palm bisa dilakukan dengan melihat sosok tanaman, duri, dan daun. Namun, yang paling sahih lewat bunga. Contohnya lamerei dan geayi. Bentuk batang kedua kerabat adenium itu termasuk golongan tree-like pachycaule. Bentuk tanaman seperti pohon dan cabang muncul seiring dengan pertambahan tingginya.

Perbedaan terletak pada daun dan bentuk bunga. Daun lamerei berwarna hijau mengkilap di bagian atas. Sementara geayi, keperakan dengan diselimuti bulu. Bentuk daun geayi lebih ramping dan panjang dibandingkan lamerei. Bahkan daun geayi disebut-sebut sebagai yang terpanjang di antara spesies pachypodium.

Dilihat dari bentuk bunga, lamerei termasuk model salverform. Bentuk bunga seperti lonceng dengan corong sangat sempit. Untuk melihat benang sari dan putik lebih jelas harus menyobek petal bunga. Beda dengan geayi yang bentuk bunganya rotate. Benang sari dan putik terlihat jelas tanpa harus merusak bunga.

Jenis lain yang mirip-mirip P. densiflorum, P. horombense, dan P. rosulatum. Sosok ketiga pachypodium itu termasuk dalam golongan shrubby pachycaule. Bonggol bercabang banyak seperti semak. Duri dan warna bunga pun sama. Densiflorum, horombense, dan rosulatum termasuk spesies dari Afrika Selatan sehingga memiliki duri panjang, tidak meruncing, dan berjumlah dua.

Warna bunga kuning, tapi bentuknya sangat berbeda. Bunga densiflorum seperti geayi, rotate. Sedangkan horombense, campanulate. Model campanulate mirip salverform, seperti lonceng, tapi lubang corong lebih lebar dan pendek. Rosulatum termasuk model funnelform. Bentuk bunga sama seperti campanulate, tapi corongnya lebih panjang dan sempit. Tak salah bila Handry merasa lebih mudah mengidentifikasi pachypodium bila ada kembang. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Dyah Pertiwi Kusumawardani)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img