Sunday, July 14, 2024

Tergoda Suplir Baru

Rekomendasi
- Advertisement -
Suplir Adiantum tenerum Cv. Lady Geneva menjadi incara para pehobi. (foto : koleksi anton)

TRUBUS — Tanaman hias lama yang muncul kembali. Kini muncul kultivar baru. Para penggemar tetap setia.

Adiantum tenerum Cv. Nancy Crested sohor sebagai suplir sanggul. Kumpulan daun dalam satu tangkai membentuk formasi seperti sanggul. Karakter susunan helaian daun yang sangat rapat, ujung daun atau frond bercabang-cabang, serta memiliki tangkai hitam yang tegak hingga setengah menjuntai. Denny Pribadi di di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tersengsem pada sosok suplir baru itu.

Denny Pribadi kolektor suplir di Jakarta Timur.

Sejatinya Denny menggemari suplir sejak 1985. Apa pun tanaman hias yang tengah tren, ia tetap jatuh hati pada suplir. Semula Denny hanya mengoleksi suplir-suplir lawas yang mungkin hampir punah seperti Adiantum trapeziforme Cv. Amanita. Dahulu penyilang suplir di Desa Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengembangkannya. Begitu muncul sosok Nancy Crested pada Mei 2021 dia pun langsung berupaya mendapatkannya.

Daun sobek

Selain itu koleksi baru lain adalah Adiantum tenerum Cv. Dewi Murni dan suplir embun. Suplir-suplir itu merupakan kultivar baru yang muncul secara alami di Indonesia. Kultivar Dewi Murni juga termasuk suplir sanggul. Sebarannya masih terbatas. Dewi Murni memiliki helaian anak daun berbentuk kipas dan bergelombang. Batang tegak berwarna hitam.

Para pehobi di Kota Medan, Sumatera Utara, menyebutnya dengan nama suplir daun ubi keriting. Bagian tepi daun itu memang bergelombang atau keriting. Tanaman tumbuh hingga 30 cm dan berumpun. Sementara itu kultivar embun bersosok seperti namanya. Daun kecil dan berbentuk seperti tetesan air atau embun. Suplir embun bertangkai hitam yang menjuntai.

“Para pencinta sekarang tersadarkan bahwa ada banyak varian-varian suplir yang sangat berbeda dari suplir-suplir yang umum dan pasaran beredar sejak zaman dahulu,” kata Denny. Ia mencontohkan jambul betok, tusuk satai, dan postar. Kolektor suplir di Kota Medan, Anthony Yong sependapat dengan Denny. Saat ini penggemar suplir mencari karakter-karakter yang berbeda dari suplir yang umum ada di pasaran.

Kultivar baru suplir Nancy Crested termasuk jenis sanggul yang sedang naik daun.

Karakter-karakter yang kini dianggap unik adalah suplir sanggul, daun rawing atau sobek-sobek, dan bertangkai tegak. Pria berumur 40 tahun itu menyatakan, seiring berubahnya zaman, jenis-jenis suplir pun berubah. Para pemulia di Thailand masih rajin menyilangkan suplir untuk menciptakan kultivar-kultivar baru. Suplir-suplir sanggul yang berada di Indonesia pun awalnya dibawa oleh Anton dari Thailand ke Indonesia.

Kemudian suplir-suplir itu mengalami persilangan dan mutasi alami. Contohnya yaitu A. tenerum Cv. Lady Geneva dan Cv. Larasati. Jenis-jenis suplir baru asal Thailand menurut Anton mulai bermunculan sekitar 2013. Suplir-suplir baru itu masih belum banyak beredar lantaran jumlah tanaman terbatas dan sulit diperbanyak. Harap mafhum, lazimnya pencinta suplir tinggal di area perkotaan dataran rendah seperti Medan dan Jakarta.

Suhu dan kelembapan di dataran rendah tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman untuk mengeluarkan spora—benih perbanyakan maupun bahan persilangan. Tanaman hanya bisa diperbanyak dengan split atau pemisahan anakan. Harga pun terbilang tinggi, suplir-suplir sanggul dihargai hingga Rp500.000 per tangkai. Hanya jenis-jenis tertentu pula yang dapat beradaptasi baik hidup di dataran rendah, seperti keturunan Adiantum tenerum.

Dataran tinggi

Anton dan Denny yang tinggal di dataran rendah lebih banyak mengoleksi kultivar yang memiliki keturunan A. tenerum. Sementara itu Ninik Iswahyuni di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur, juga menggemari suplir. Sejak 1989 perempuan kelahiran 1963 itu mengidolakan suplir. Berbagai jenis suplir tumbuh baik dan berspora di huniannya berketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut.

Kultivar baru suplir Nancy Crested termasuk jenis sanggul yang sedang naik daun.

Warna daun pun hijau tua, tidak pupus menjadi hijau muda bila ditanam di dataran rendah. Ninik merawat Adiantum raddianum suplir khas dataran tinggi. Suplir-suplir di tempat Ninik dominan berdaun lembut dengan helaian daun kecil seperti A. microphyllum dan A. raddianum Cv. Misty. Ninik mencoba menyilangkan beberapa jenis suplir sejak 2019 melalui pencampuran spora.

Suplir mismicro merupakan silangan A. microphyllum dan kultivar Misty salah satu hasil silangannya. Mismicro bertangkai tegak seperti Misty nan berdaun lembut dan mungil-mungil seperti A. microphyllym. Menurut Ninik dataran tinggi seperti di Batu, Bogor, dan Bandung memang tempat yang tepat untuk mengembangkan kultivar suplir. (Tamara Yunike)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Khasiat Daun Ketepeng Cina, Berpotensi Kendalikan Kadar Kolesterol Darah

Trubus.id—Daun ketepeng cina berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Itulah hasil riset Nisa Khoirila dan Muhammad Walid dari program Studi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img