Wednesday, August 10, 2022

Terpincut Anggur Laut

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Produk anggur laut siap konsumsi produksi dalam negeri.

Memopulerkan dan mempromosikan anggur laut hasil budidaya dalam kolam semen.

Trubus — Budidaya dan berbisnis rumput laut impian Kadek Lila Antara, S.Pi., M.P., yang menjadi kenyataan. Cita-cita itu muncul sejak Lila menempuh pendidikan sarjana pada 2004. Bukan rumput laut biasa seperti Eucheuma spp. dan Gracilaria spp. yang ia pelihara. Lila mengembangkan jenis rumput laut lain yakni anggur laut Caulerpa lentillifera sejak 2017.

Warga Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, itu memelihara anggur laut di kolam semen. Lila tertarik menanam anggur laut karena potensi permintaan tinggi. Selain itu ada peningkatan produksi dengan budidaya. Semula ia memproduksi sekitar 300 kg anggur laut segar per bulan dari 20 kolam semen berukuran 1 m x 1 m. Kini Lila menghasilkan 800—1.000 kg saban bulan dari sekitar 60 kolam semen berukuran 3 x 3 m.

Kadek Lila Antara, S.Pi., M.P., membudidayakan anggur laut di kolam semen sejak 2017.

Lila mengeringkan 400—500 kg anggur laut menggunakan teknik dehidrasi. Satu kilogram bulung boni—sebutan anggur laut di Bali—kering berasal dari 2 kg anggur laut segar. Jadi, ia memperoleh minimal 200 kg anggur laut kering yang dijual Rp100.000 per 100 gram setara Rp1 juta per kg. Sementara harga anggur laut segar sekitar Rp300.000 per kg. Total jenderal omzet Lila Rp320 juta per bulan.

Konsumen Lila meliputi restoran, hotel, dan masyarakat di berbagai daerah seperti Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur. Bisa dibilang Lila pelopor pembudidaya anggur laut di kolam semen di Bali. Lazimnya masyarakat Takalar dan Makassar, keduanya di Sulawesi Selatan, membudidayakan lawi-lawi—sebutan anggur laut di Sulawesi Selatan—di tambak. Bukan di kolam semen seperti Lila.

Anggur laut layak dikembangkan karena potensi
pasar dalam dan luar negeri relatif besar.

Harap mafhum investasi budidaya anggur laut di kolam semen relatif tinggi. Oleh karena itulah, Lila memanfaatkan kolam semen terbengkalai sebagai tempat budidaya anggur laut. Ia tidak sendirian menikmati laba menanam anggur laut. Pria 36 tahun itu membagikan ilmu budidaya anggur laut dengan senang hati kepada siapa saja yang berkunjung ke tempat produksi.

Alhasil sea grapes—sebutan anggur laut di pasar global—pun menjadi salah satu komoditas unggulan PT Tropical Ocean Prawn (TOP) sejak Januari 2019. Perusahaan itu memiliki tempat produksi anggur laut di Kabupaten Buleleng, Bali. Nun di Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Ahmad Wahyudi, pun mengembangkan anggur laut sejak Agustus 2019 setelah mengunjungi Lila.

Alumnus Universitas Brawijaya itu terus mengembangkan anggur laut agar lebih dikenal masyarakat. “Saya ingin menjual anggur laut kering atau ekstraknya karena pengiriman relatif lebih mudah,” kata anggota staf pengajar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, itu. Ia juga berhasrat anggur laut bisa menjadi produk yang dapat dinikmati banyak orang seperti salah satu produk rumput laut asal Thailand.

Anggur laut yang dipelihara dalam kolam semen lebih sehat dan bersih. (Dok. Muhammad Azhari Dadas)

Pria kelahiran 31 Juli 1983 itu pun berharap anggur laut bisa menjadi taburan di atas mi. Tujuannya agar pasar green caviar—sebutan lain anggur laut—lebih luas. Meski begitu prospek anggur laut segar masih ada. Syaratnya mesti ada program edukasi yang intens kepada masyarakat. Harap mafhum anggur laut masih tergolong barang baru. Terutama untuk masyarakat perkotaan. Meski begitu tren anggur laut di media sosial cenderung meningkat.

Makin banyak warganet yang mengenal alga anggota famili Caulerpaceae itu. Lila lebih senang memelihara rumput laut dibandingkan dengan ikan karena, “Ada ajaran ahimsa yang tidak boleh membunuh makhluk hidup,” kata anak kedua dari dua bersaudara itu. Perkenalan Lila dengan anggur laut bermula ketika terlibat dalam penelitian pengembangan komoditas potensial untuk Jepang pada 2008.

Riset itu kolaborasi antara Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol dengan Jepang. Selain abalone dan tiram, anggur laut pun menjadi komoditas yang diteliti. Saat itu bibit anggur laut didatangkan langsung dari Okinawa, Jepang. Lila pun memanfaatkan pengetahuan itu untuk menghasilkan anggur laut berkualitas prima. Ia mendirikan PT Bulung Bali Sejahtera pada 2019 agar pemasaran dan pengembangan anggur laut makin luas. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img