Thursday, August 11, 2022

Tetap Sentosa Meski Menua

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Persoalan itu tak pernah muncul sebelumnya. Winda baru menghadapinya 5 bulan silam ketika ia menopause alias berhenti haid. Rekannya, Nita, yang pernah mengalami hal serupa menyarankan agar ia mengkonsumsi kapsul vitamin C hasil sintesis buah kakadu plum dan jambu biji merah. Setiap hari Winda menelan sebuah kapsul. Ia menikmati hasilnya 2 bulan berselang: kulit tanpa fl ek hitam. ‘Sekarang saya berani keluar rumah tanpa payung dan alas bedak tebal,’ kata Winda. Mengapa muncul fl ek dan kerutan di wajah Winda?

‘Saat tubuh menua proses produksi kolagen dan elastin – protein pembentuk jaringan dinding sel tubuh, berkurang sehingga kulit tidak elastis dan kering,’ kata dr Fia Fia, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Paparan sinar matahari berlebihan menyebabkan bintik pigmentasi seperti fl ek, permukaan kasar, dan kerutan di permukaan kulit. ‘Salah satu penyebab radikal bebas meningkat adalah paparan sinar matahari,’ kata dokter kelahiran Jakarta, 23 November 1981 itu.

Degeneratif

Radikal bebas itu hasil metabolisme makanan berupa molekul oksigen. Atom di orbit terluar memiliki elektron tidak berpasangan. Dampaknya molekul menjadi tidak stabil, liar, dan radikal. Ia selalu berusaha mencari pasangan elektron, tetapi dengan cara radikal: mengambil elektron dari molekul lain. Akibatnya, molekul yang semula normal menjadi rusak dan mengalami mutasi. Kondisi itu memicu penyakit degeneratif seperti katarak, keriput, dan kanker. Agar radikal bebas tidak berlebih, tubuh perlu antioksidan.

Sumber antioksidan antara lain sayuran segar dan buah-buahan. Jenis terbanyak adalah vitamin C yang ditemukan Prof Linus Pauling. Vitamin C teruji mencegah kerusakan kulit akibat penuaan sebagaimana dibuktikan oleh Farrish PK dari Departemen Dermatologi, Universitas Tulane, Amerika Serikat. Menurut Farrish vitamin C mengaktifkan fibroblast, sel pembuat kolagen dan membantu pemasokan oksigen ke seluruh sel kulit. Oleh karena itu kulit tampak cerah dan lembut. Selain itu, vitamin yang larut dalam air itu juga menjaga kulit dari kerusakan radikal bebas akibat paparan ultraviolet.

Selain itu konsumsi 362 g vitamin C per hari teruji klinis mengurangi 57% risiko katarak. Taylor A dari Pusat Penelitian Nutrisi Manusia untuk Antipenuaan, Tufts University, Amerika Serikat, meriset 492 perempuan berusia 53 tahun dan 73 tahun selama 15 tahun. Taylor berkesimpulan vitamin C mencegah kerusakan lensa mata. Untuk mencapai kecukupan vitamin C diperlukan asupan tambahan. Sebab konsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C amat rendah. Sedangkan kebutuhan vitamin C per hari 250 – 500 mg.

‘Masyarakat Indonesia rata-rata mengidap penyakit mag, sehingga butuh suplemen vitamin C yang bersifat basa,’ kata dr Fia Fia. Vitamin C yang basa tidak menyebabkan perih lambung. Vitamin C basa juga mudah larut dalam darah dibanding vitamin C asam karena kesamaan pH darah yang basa.

Sumber lain vitamin C adalah madu. Kadar vitamin C bahan pangan itu memang rendah, 1 mg/100 g, tetapi ada manfaat lain. Salah satu khasita adu adalah antikanker. Khasiat propolis sebagai pembunuh sel kanker dibuktikan oleh Tri Yuliati SKM dari LPPT Universitas Gadjah Mada. Ia menguji keampuhan propolis yang diproduksi oleh Cahya Yudi Widianto terhadap sel HeLa dan sel SiHa (kanker rahim), sel T47D (kanker payudara), serta MCF7 (kanker payudara). Hasilnya, propolis mempunyai nilai LC50 sebesar 15,625 – 62,5 g/ml. LC50 adalah konsentrasi yang menyebabkan kematian sel kanker sebesar 50%.

Omega 3

Banyak lansia mengeluh mudah sekali lupa. Itu gejala awal dari kepikunan alzheimer. Alzheimer menyebabkan kemunduran kemampuan intelektual, gangguan memori, sulit menyebut nama orang atau benda, tidak mampu mengenali sesuatu, dan emosi kepribadian.

Empat puluh enam penderita alzheimer di Polandia berharap pada kolostrum. Leszek J dari The Psychiatric Unit, University Medical School, Polandia meneliti obat mujarab pelenyap penyakit. Leszek membagi mereka menjadi 3 kelompok. Sebanyak 16 pasien memakan plasebo berupa tablet gula, 15 pasien memakan kolostrum sebanyak 100 mg per tablet. Sisanya, 15 pasien, mengkonsumsi selenium. Hasil akhir, hanya 8% pasien yang sembuh dalam 3 pekan.

Pasien itu sembuh setelah mengkonsumsi kolostrum. Tujuh orang yang tersisa dalam kelompok itu dinyatakan telah stabil walau belum sembuh benar. Sebaliknya, 31 pasien yang mengkonsumsi selenium maupun plasebo tak ada peningkatan kesehatan sama sekali.

‘Kolostrum sapi berefek imunomodulator,’ kata Mulia Sunarko, ahli gizi produk kolostrum Calysco. Senyawa yang mirip sitokinin itu terbukti berperan penting sebagai penginduksi interferon gamma dalam kinerja sel darah merah dan darah putih. Dengan keunggulan itu, kolostrum terbukti memberikan aktivitas terhadap kekebalan psikis. Selain itu, ‘Senyawa immunoglobulin F (IgF) merangsang perbaikan dan pertumbuhan jaringan otak,’ kata Eko Wibowo, distributor kolostrum asal Selandia Baru.

Selain kolostrum, vitamin yang sohor untuk meningkatkan kinerja otak dan mencegah alzheimer adalah omega 3. Omega 3 mengandung asam lemak tak jenuh, asam dekosaheksaenoat (DHA), dan asam eikosapentanoat (EPA). Keduanya terdapat di otak dan berfungsi memperbaiki kemampuan kognitif otak.

Menurut Denny Wahyudi SSi Apt, manajer produk kesehatan Kimia Farma, dalam sehari tubuh membutuhkan 200 – 500 mg omega 3. Rata-rata kadar asam lemak omega 3 pada ikan laut di perairan Indonesia berkisar 0,1 – 0,5 g/100 g daging ikan. ‘Itu artinya untuk memenuhi kebutuhan omega 3, diperlukan 10 kg ikan per hari. Makanya lebih mudah mengkonsumsi suplemen untuk menghindari kepikunan,’ kata Denny.

Daya tahan tubuh

Zen Djaja, dokter di Malang, Jawa Timur, mengatakan, ‘Semakin lanjut usia seseorang, kian banyak keluhan terhadap kesehatan. Sebab pada usia di atas 50 tahun, manusia mengalami penurunan daya tahan tubuh. Ketika daya tahan tubuh melorot, beragam penyakit seperti herpes pun mudah menyerang.

Hasil penelitian dari Rumahsakit Ciptomangunkusumo, Jakarta, penderita herpes zoster berusia di atas 40 tahun mencapai 44%, di atas 30 tahun 30%. Sisanya berusia di atas 50 tahun. Selain menyebabkan bercak pada kulit, herpes memicu rasa nyeri yang teramat sangat. Menurut Richard Kozlenko DPM PhD MPH, ahli biokimia nutrisi dari University of South Carolina, Amerika Serikat, hamster yang diberi ekstrak spirulina tahan terhadap infeksi virus herpes.

‘Virus yang kerap menginfeksi saat daya tahan tubuh menurun akibat menua adalah influenza penyebab batuk dan pilek,’ kata Jen W Tan kepada Trubus. Direktur Bioforce, Inggris, itu mengatakan suplemen echinacea terbukti ampuh mengatasi virus influenza. Hal itu menukil riset Institut Teknologi Federal Swiss yang menguji praklinis echinacea. Tanaman itu mengandung senyawa alkilamid yang membantu mengendalikan TNF, aktivator sistem kekebalan tubuh. Senyawa lainnya: asam sikorat, polisakarida, glikoprotein, dan flavonoid. Senyawa-senyawa itu berperan menghambat peradangan, pertumbuhan bakteri, virus, dan cendawan.

Virus, bakteri, cendawan, polutan, makanan berpengawet dan berpestisida penyebab radikal bebas ada di sekitar kita. Tanpa disadari, partikel-partikel berukuran liliput itu masuk ke dalam tubuh dan siap beraksi ketika daya tahan tubuh melemah di usia tua. Oleh karena itu, pola makan teratur dengan asupan gizi baik, tidur cukup, dan rutin berolahraga bisa menjaga tubuh tetap bugar di usia senja. (Vina Fitriani).

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img