Friday, August 12, 2022

Tiga Itik Cantik Penghias Kolam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di antara keluarga itik, sosok Aix galericulata itu memang paling cantik. Bulu pejantan sangat mempesona, didominasi cokelat muda mengkilap. Uniknya, ujung sayap melengkung tegak ke atas mirip layar. Dada besar, bidang, dan lebar hingga “menyentuh” leher dan kepala. Goresan putih di tubuh dan kepala bagian atas menambah pesonanya. “Coba lihat jambulnya yang tegak ke atas. Lucu, ya,” ujar Eddy Sutiyoso, pemilik Santa Bird Farm sambil menunjuk itik yang sedang “mojok” di pinggir kolam.

Warna betina terkesan lembut dibanding pejantan yang ngejreng. Bulu di sekujur tubuh didominasi abu-abu kecokelatan. Pada sayap hingga dada dihiasi hijau kehitaman. Totol-totol putih kecil menyebar di sekitar dada membuat p e n a m p i l a n n y a s e m a k i n i n d a h . Yang lucu adalah ketika berjalan, ekor berlenggak-lenggok ke kanan dan kiri terkesan genit.

Terbatas

Eddy juga m e n g o l e k s I s e p a s a n g mandarin duck berjenis putih. Tubuh pejantan dan betina sama-sama diselimuti bulu putih seperti kapas. Hanya saja dada pejantan dihiasi krem—kuning kecokelatan. Jambul yang menjadi daya tarik pejantan pun putih. “Ini jenis langka karena mutasi atau albino,” ucapnya.

Di habitat asli, keluarga Anatidae itu menghuni hutan-hutan di Cina dan Jepang. Dengan sebaran sangat kecil, mereka dijumpai di danau dan sungai berbatu yang berarus tenang. Di sana, binatang air itu menghabiskan waktu untuk berenang sambil mencari pakan berupa lumut, tanaman air, dan biji-bijian.

Daya tahan itik mandarin sangat kuat. Konon, ia mampu terbang lebih dari 750 km dalam waktu 24 jam

Unik

Itik-itik hias lain yang diimpor Eddy antara lain wood duck dan tufted duck. Sosoknya cantik sebagai pemanis kolam. Sepasang wood duck Rp3,5-juta; tufted duck, Rp2,5-juta.

Menurut pemasok sayuran jepang di Surabaya, Jawa Timur, itu, wood duck hampir mirip dengan mandarin duck. “Coba lihat itik itu dengan yang ini, hampir sama,” katanya sambil menunjuk ke arah 2 itik yang tengah berenang. Kedua pejantan mempunyai ciri khas, yakni jambul.

Disebut wood duck karena sekujur tubuh, mulai dari kepala, leher, dan seluruh punggung atas diselimuti bulu hijau lumut. Hanya sebagian kecil saja bulu putih menghiasi tubuh. Itu terlihat pada garis putih melengkung di atas mata mirip alis yang membuat penampilannya makin mempesona. Ketika jambul mengkorok—naik ke atas— garis putih tampak paling ujung.

Aix sponsa itu ditemukan di Benua Amerika, di sepanjang Sungai Mississipi. Ia termasuk binatang vegetarian yang suka menyantap sayur-sayuran.

Sosok tufted duck termasuk mungil, tinggi 47 cm dan bobot 1 kg. Meski kecil, tubuhnya kompak dan proporsional bulat seperti mahkota. Bulu kepala, leher, punggung, dan tubuh di samping kanankiri didominasi hitam pekat. Bagian tubuh lainnya putih bersih. Mata bulat kecil berwarna kuning cerah tampak mencolok di antara bulu kepala yang hitam. Ciri khas lain, kaki berselaput biru kehitaman.

Aythya fuligula kebanyakan dijumpai di daratan Inggris, Scotlandia, dan Irlandia. Di alam, mereka menyukai  danau atau sungai berair bersih. Ia gemar menyantap jenis siput, serangga, dan sayuran hijau. Ketika musim dingin tiba, populasinya dipastikan meningkat karena terjadi migrasi dari Iceland dan dataran utara Eropa. Konon, umur mereka panjang bisa mencapai 14 tahun.

Beri sayuran

Meski berasal dari negara 4 musim, itik termasuk binatang yang mampu beradaptasi tinggi, termasuk di Indonesia. Pemilik sebaiknya menyediakan tempat yang layak agar penampilannya prima. Eddy menyarankan untuk membuat kolam dengan kedalaman 1 m. “Ukurannya tergantung lokasi dan jumlah itik yang akan dipelihara, minimal 2 ekor/m2 agar ruang gerak leluasa,” katanya.

Supaya kolam tidak terkesan jorok, air sebaiknya selalu bersih. Ia menyarankan kolam dipasang fi lter untuk membantu sirkulasi air. Yang tak kalah penting adalah rumah terbuat dari kayu beratap genteng atau kayu untuk berlindung ketika hujan atau panas. Pohon-pohonan perdu seperti cemara udang pun perlu ditanam di sekitar kolam. “Selain tampak indah, juga rindang sehingga itik bisa istirahat di bawahnya,” kata Romi, perawat kandang.

Sesuai dengan kebiasaan itik yang suka menyantap sayuran, Romi pun memberikan hijauan sebagai pakan. Bayam, selada air dicacah kecil-kecil, lalu disajikan di wadahnya. “Itu hanya selingan saja setiap 3 hari sekali,” katanya. Pakan pokok berupa voer yang dibasahi air diberikan setiap hari. Itu sudah cukup untuk kebutuhan gizinya. (Nyuwan SB)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img