Monday, August 8, 2022

Tingkatkan Produksi Sarang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Mengenal karakter suara dan tata ruang gedung walet kunci sukses budidaya walet.

Sarang walet hasil budidaya di Tarailu, , Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sejak 2011.
Sarang walet hasil budidaya di Tarailu, , Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sejak 2011.

Zainal kaget dan sedih mendapati populasi walet di gedung miliknya anjlok hingga 50%. Dampaknya produksi sarang pun menurun drastis. Pada Maret 2016 peternak di Desa Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, itu, hanya menuai 6—7 kg sarang. Saat itu harga sarang sekitar Rp8-juta sehingga omzetnya Rp48-juta—Rp56-juta.

Sebelumnya Zainal kerap memanen 12—13 kg sarang. Artinya penurunan produksi sarang di gedung milik Zainal mencapai 50%. Melorotnya hasil panen keruan saja mengurangi pendapatan Zainal. Saat itu ia gagal mendulang omzet Rp96-juta—Rp104-juta. Apalagi budidaya Collacalia fuciphaga sumber utama pencaharian ayah 3 anak itu. “Saya belum mengetahui penyebab menurunnya populasi walet,” kata Zainal.

Perang suara
Kebetulan sekitar sebulan ia tidak melongok gedung waletnya karena tengah berobat di luar kota. Zainal lantas menghubungi konsultan budidaya walet dari Jakarta, Harry Wijaya, untuk mengatasi permasalahan itu. Menurut Harry salah satu pemicu merosotnya produksi walet Zainal karena kehadiran gedung-gedung walet baru. Setiap gedung dilengkapi dengan suara pemanggil walet yang saling bersahutan sehingga suasana riuh.

Mayoritas peternak walet menggunakan twiter bazoka untuk menarik walet.
Mayoritas peternak walet menggunakan twiter bazoka untuk menarik walet.

“Bisa dibilang terjadi perang suara,” kata Harry. Gedung-gedung walet itu saling berlomba menarik walet agar bersarang. Tentu saja setiap pemilik gedung memasang suara yang berbeda. Harapannya agar banyak burung bersarang. Intinya populasi walet di Desa Tarailu diperebutkan gedung-gedung walet. Zainal menuturkan kini terdapat lebih dari 20 gedung walet baru di Desa Tarailu.

Pembangunan gedung walet marak sejak 2011. Bahkan gedung walet pun merambah Desa Bunde yang berdekatan dengan Desa Tarailu. Sepengamatan Zainal kini kurang lebih 300 rumah walet memenuhi kedua desa itu. Harry mengatakan gedung walet Zainal yang terkepung salah satu masalah yang lazim dialami peternak. Apalagi Zainal adalah pelopor budidaya burung anggota famili Apodidae itu.

Ketika ia sukses memanen sarang, maka tetangga pun tertarik beternak. Kini Tarailu menjadi salah satu sentra baru walet di Mamuju. Untuk mengatasi masalah itu, Harry terlebih dahulu mengenal karakter suara walet di lokasi. Sebetulnya suara walet di mana pun sama. Menurut Harry suara walet terbagi atas empat yaitu pemanggil, penarik, penginap, dan pemicu bersarang. Suara pemanggil berfungsi memanggil walet dari jarak jauh.

Suara khas

Harry Wijaya berpengalaman menangani budidaya walet lebih dari 10 tahun.
Harry Wijaya berpengalaman menangani budidaya walet lebih dari 10 tahun.

Setelah burung dekat gedung, suara penarik pun berbunyi. Setelah satwa berbulu itu masuk ke dalam gedung, suara yang menginapkan walet pun bergema. Terakhir suara pemicu bersarang bekerja. Oleh karena itu Harry menciptakan masing-masing suara itu berdasarkan karakter burung di Tarailu. Tentunya suara walet yang unik dan berbeda dari yang lain. “Tujuannya agar walet tertarik dan bersarang,” kata Harry.

Jika suara walet sama dengan yang sudah ada dijamin hasilnya pun nihil. Suara unik kreasi Harry itu berpatokan pada durasi, frekuensi, desibel, dan intonasi tertentu agar berfungsi optimal. Durasi mengacu pada panjang suara, sedangkan frekuensi berkaitan dengan kenyamanan burung mendengar. Sementara desibel berhubungan dengan kuat tidaknya suara.

Intonasi suara juga harus stabil sehingga jelas didengar burung. Total jenderal Harry menghabiskan tiga hari untuk mengenal karakter suara dan membikin yang baru. Saat itu ia mengamati karakter suara walet dua kali sehari, yaitu pada pukul 06.00—09.00 dan 15.00—18.00. Bukan pekerjaan gampang mengenal dan membikin suara walet. “Kendalanya adalah dalam kurun waktu tertentu tidak ada walet sama sekali di sekitar gedung,” kata Harry.

Gedung walet milik Zainal dikelilingi gedung lain milik tetangga.
Gedung walet milik Zainal dikelilingi gedung lain milik tetangga.

Konsultan walet berpengalaman lebih dari 10 tahun itu yakin suara bikinannya itu bakal menarik populasi walet yang kabur. Selain membikin suara unik, Harry pun mengevaluasi tata ruang gedung Zainal. Ia menyarankan Zainal agar mempermudah walet masuk gedung. Zainal juga mesti membuat walet nyaman dalam gedung. Agar mau bersarang pemilik gedung mesti menyediakan sumber pakan yang mencukupi.

Oleh karena itu Zainal meletakkan kotak khusus tempat berkembang biak bibit serangga kegemaran walet. Produk bikinan Raja Walet itu mampu mendatangkan empat serangga seukuran lalat buah Drosophila sp. Serangga itu berwarna kecokelatan, hitam, dan abu-abu. Banyaknya burung berpasangan yang masuk ke dalam gedung mempercepat produksi sarang. Harap mafhum hanya yang berpasangan yang membuat sarang.

Jika banyak walet anakan dan single yang masuk, maka pembuatan sarang lebih lama. Atas saran Harry, Zainal pun kini menggunakan parfum pemikat walet di dalam gedung. “Harapannya agar walet makin nyaman dan bersarang,” kata pria kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, itu. Parfum tidak berbau menyengat serta aman untuk walet dan pemilik. Harry hanya menggunakan bahan-bahan alami untuk membuat parfum.

Zainal, peternak walet di Tarailu.
Zainal, peternak walet di Tarailu.

Selain memikat walet, parfum juga menghalau hama pengganggu seperti kecoak, semut, dan laba-laba. Zainal mematuhi semua rekomendasi Harry demi kembalinya populasi walet. Hasilnya lumayan menggembirakan. Menurut Zainal pada awal Agustus 2016 populasi satwa berbulu itu bertambah 20%. Penambahan masih relatif sedikit karena perlu waktu untuk mengundang burung. Apalagi baru sebulan saran Harry diterapkan di Tarailu.

“Saya berharap makin banyak burung yang bersarang seperti semula bahkan bisa lebih,” kata Zainal. Kini ia semakin serius membudidayakan walet. Rencananya Zainal memilki gedung walet baru berlantai lima dan berukuran 33 m x 5 m di pengujung 2016. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img