Saturday, December 3, 2022

Tips Memelihara Kelinci agar Tetap Sehat

Rekomendasi

Trubus.id — Pehobi atau peternak kelinci harus mengetahui kiat memelihara kelinci yang baik dan benar. Tujuannya, agar kelinci bisa terus sehat dan terhindar dari beragam penyakit. Berikut ini beberapa tips merawat kelinci agar sehat dan tampil prima.

Kandang

Tipe kandang menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Disarankan kandang bermodel panggung, agar kotoran langsung jatuh, tidak menumpuk di lantai kandang. Lantai kandang dapat terbuat dari kayu, bambu, ataupun kasa baja nirkarat.

Rutin bersihkan kandang

Lakukan pembersihan kandang dan penyemprotan disinfektan setiap bulan. Kandang sebaiknya diletakkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara teratur. Bila memungkinkan, tempatkan kandang dalam ruangan berpengatur suhu yang mempertahankan suhu 24–28°C. Hal ini karena jika suhu lebih dari 30°C membuat kelinci kegerahan dan memicu stres.

Pemberian pakan

Gangguan kesehatan yang umum dialami kelinci adalah kembung dengan ciri nafsu makan berkurang, perut buncit atau keras, dan enggan beraktivitas. Pemicu utama kembung biasa terjadi karena kandang yang kurang bersih. Bibit penyakit yang termakan menyebabkan diare, kembung, bahkan kematian.

Kelinci bersifat herbivora sehingga membutuhkan hijauan sebagai sumber serat. Disarankan, pehobi atau peternak membatasi pemberian hijauan segar. Musababnya, kelinci berlambung tunggal dan ada proses pencernaan oleh mikrob.

Konsumsi hijauan segar berlebih dapat menyebabkan kembung dan kematian mendadak. Untuk mengatasi hal itu, layukan rumput sehari sebelum diberikan kepada kelinci. Anda bisa memilih rumput timothy yang sudah diproses menjadi hay alias rumput yang sudah dikeringkan hingga kadar air 12–13 persen.

Rumput timothy Phleum pratense adalah jenis rumput lapangan dengan bunga seperti ekor kucing. Rumput itu dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 45–60 cm.

Selain hijauan, berikan pelet atau pakan olahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi sebanyak 30–50 gram per hari. Berikan pelet pada pagi dan sore, sedangkan rumput atau hay saat malam.

Batasi pemberian sayuran yang sifatnya basah dan mengandung banyak air seperti kubis, sawi, kangkung, wortel, atau mentimun. Bila diberikan dalam jumlah banyak menyebabkan diare atau kembung. Jenis itu memicu gas dalam lambung sehingga perlu pelayuan minimal 12 jam.

Pemberian sayuran basah seperti camilan sehingga cukup seminggu sekali dalam jumlah kecil, sekitar 30–50 gram sebagai variasi.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img