Monday, February 9, 2026

Tips Merawat Puring untuk Kontes

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Saat ini sudah banyak pehobi tanaman hias yang membudidayakan puring Codiaeum variegatum. Semula puring atau kroton hanya dikenal sebagai tanaman di pemakaman. Namun, kini sudah marak pehobi merawat puring untuk kontes.

Keberagaman variasi puring menjadikan tanaman hias ini terlihat lebih indah. Misalnya, puring apel berdaun bulat terlihat cantik, berbeda dengan puring di pemakaman yang biasanya berdaun lebar.

Bahkan, puring berkualitas kini banyak diminati pembeli dari Singapura, Thailand, Filipina, dan beberapa negara di Eropa.

Suyatno, pehobi tanaman hias di Kabupaten Kediri, kepincut membudidayakan puring. Ia kerap mengikutkan puring kepunyaannya bersaing pada gelaran kontes. Dalam perawatan puring, ia selalu memastikan kesehatan puring terjaga.

Kesehatan puring bisa didukung dengan cara pemupukan. Pehobi dapat menggunakan pupuk kandang seperti kotoran sapi dan kambing terfermentasi. Selanjutnya, mengombinasikannya dengan sekam padi mentah dan sekam bakar sebagai media tanam puring.

Lakukan pemberian pupuk dengan perbandingan, 3 bagian sekam padi mentah, 1 bagian kompos, dan 1 bagian sekam bakar. 

Sementara itu, untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan dan kesehatan daun bisa dengan cara memberikan pupuk media, pupuk daun, pestisida, dan zat pengatur tumbuh (ZPT).

Suyatno, saban bulan memupuk puring dengan KNO3 dan NPK pada media tanam. Selanjutnya, pemberian insektisida setiap 10–15 hari sekali selama musim kemarau dan 5–10 hari sekali saat musim hujan. Adapun pemberian ZPT bersamaan dengan penyemprotan pupuk.

“Daun harus tersusun membesar semakin ke atas. Jangan sampai cacat saat daun sudah mulai membesar lalu kekurangan pupuk daun. Dampaknya daun mengecil dan tidak seimbang dengan daun sebelumnya,” jelas Suyatno.

Perlakuan lain, pehobi melakukan penyiraman rutin pada puring. Saat musim kemarau penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Ketika musin hujan, penyiraman cukup sekali saja saat sore.

Hal penting lain adalah menjaga puring agar tidak stres. Caranya, hindari pergantian media tanam. Puring merupakan tanaman yang membutuhkan waktu lama dalam beradaptasi pada kondisi baru.

Namun, sebagai solusi ketika tinggi media tanam menyusut, pehobi hanya perlu menambahkan sekam mentah setiap 3–4 bulan. Hal itu lebih efektif dibanding mengganti media tanam yang dapat menyebabkan puring stres.

Andi Subekti, juri kontes puring asal Kediri, menyebut, cara beradaptasi puring cukup meresahkan. Hal ini dikarenakan tanaman hias anggota famili Euphorbiaceae itu menggugurkan daunnya di tempat yang tak terduga. “Daun bagian bawah, tengah, dan atas bisa rontok. Kalau yang tengah rontok, maka susunan daun puring menjadi tidak seimbang,” kata Andi. Itu sebabnya pehobi harus bisa menjaga keseimbangan daun agar mampu bersaing saat kontes.

Artikel Terbaru

Jajanan Manis Berwarna Cerah, Daya Tarik Viral yang Perlu Diwaspadai

Jajanan manis dengan tampilan mencolok dan krim berwarna cerah memang punya magnet kuat, terutama bagi anak-anak. Penampilan yang menggoda,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img