Thursday, July 25, 2024

Tips Mudah dan Murah Menjaga Kesehatan Ginjal

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Batu ginjal atau nefrolithiasis merupakan masalah kesehatan yang menjadi momok penduduk di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Para penderita disarankan untuk minum air putih yang banyak agar mengurangi beban ginjal.

Selain itu, disarankan untuk menghindari makanan tinggi kalsium seperti ikan dan keju. Pun makanan yang mengandung oksalat seperti cokelat, teh, dan bayam. Hindari juga jeroan sebab mengandung purin tinggi. Meski begitu, ada beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk menjaga kesehatan ginjal.

Kacang

Mengonsumsi kacang biasanya menimbulkan jerawat dan timbunan lemak di saluran peredaran darah. Namun, mitos itu ditepis oleh Chung-Jyi Tsai. Peneliti dari Department of Medicine, Harvard Medical School, Amerika Serikat itu meneliti efek konsumsi kacang tanah serta selai kacang terhadap ginjal.

Penelitiannya selama 20 tahun dilakukan terhadap 1.393.256 wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit ginjal. Sejak 1980, Chung mengontrol keadaan seluruh sukarelawan melalui pengisian kuisioner yang dikirim setiap 2 tahun sekali.

Pertanyaannya berkisar seputar konsumsi kacang-kacangan segar ataupun dalam bentuk olahan. Hasilnya, 7.831 orang terbukti menderita penyakit ginjal dan organ itu diangkat (cholecystectomy).

Dari kuisioner ditemukan penyakit itu diderita oleh sukarelawan yang tak pernah mengonsumsi kacang tanah ataupun olahannya. Sementara itu, yang mengonsumsi kacang-kacangan minimal 143 gram per hari memiliki risiko rendah terkena penyakit ginjal, hanya 0,75%.

Jeruk

Segelas jus jeruk tak hanya menawarkan kesegaran dan menghapus dahaga. Minuman kaya vitamin C itu juga menghambat pembentukan batu ginjal di saluran kemih. Batu ginjal dapat terbentuk antara lain bila air kemih jenuh dengan garam.

Cara kerjanya dengan menurunkan pembentukan kristal asam urat dan kalsium oksalat, penyebab utama terbentuknya batu ginjal. Selain itu, jus jeruk pun meningkatkan kadar sitrat di dalam urine sehingga pembentukan batu berkurang.

Begitulah riset yang dilakukan dr. Clarita Odvina, Sp.P.D., dari Fakultas Kedokteran University Texas Southwestern, Dalas, Amerika Serikat.

Anggur

Jangan buang biji dan kulit anggur. Biji dan kulit buah anggur Vitis vinifera mampu mencegah kerusakan ginjal akibat obesitas. Itu dibuktikan oleh peneliti di Pusat Bioteknologi Borj Cedria (CBBC) Tunisia, Kamel Charradi.

Periset memberi tikus pakan tinggi lemak sehingga ginjal mengalami kerusakan. Pemberian ekstrak biji dan kulit anggur 500 mg per kg bobot tubuh (setara 35 gram per hari pada orang dewasa berbobot 70 kg) menurunkan endapan trigliserida.

Peneliti menduga kandungan yang paling berpengaruh adalah resveratrol, yang banyak terdapat di kulit dan biji anggur.

Seledri

Seledri berpotensi mengatasi batu ginjal. Itulah hasil penelitian Evie Kurnia Maya Dewi, Daud Karel Walanda, dan Sri Mulyani Sabang dari Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Hasil penelitian yang termaktub dalam Jurnal Akademika Kimia itu mengungkapkan, makin besar konsentrasi seledri, kian banyak kalsium yang terlarut. Itu karena kalium dalam seledri menjaga keseimbangan elektrolit ginjal.

Kalium juga menyingkirkan kalsium dan bergabung dengan senyawa pembentuk batu ginjal, kalsium fosfat. Lalu terbentuklah senyawa garam yang mudah larut dalam air. Dengan begitu, batu ginjal terlarut perlahan dan keluar bersama urine.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kembangkan Kelapa Genjah Merah Bali, Pekebun Panen Lebih Cepat

Trubus.id—Gede Sukrasuarnaya kesengsem penampilan kelapa genjah merah bali. “Warnanya cantik jingga kemerahan. Buahnya lebih banyak dan lebih besar dibandingkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img