Friday, May 24, 2024

Tren Cupang Multiwarna

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— “Cupang multicolor atau varian multiwarna masih menjadi primadona,” kata penangkar cupang di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Septian Dwi Suryana Putra.

Para penangkar memprediksi tren cupang multiwarna masih tinggi peminat pada 2023. Mereka kreatif menangkarkan ikan-ikan multiwarna dengan beragam kategori yang lebih banyak dan variatif.

Menurut Septian meningkatnya tren cupang multiwarna karena banyak pemain baru sebagai peminat cupang. Jadi, pasar makin berkembang. Ia memprediksi cupang yang menjadi primadona pada 2023 yaitu jenis plakat.

Cupang plakat memiliki sirip dan ekor pendek. Ukuran tubuh cukup besar dan terlihat kekar. Menurut Septian pehobi, pembudidaya, dan pengembang senang dengan kategori plakat.

Para pemain lebih mudah mengembangkan cupang plakat. Misalnya memunculkan varian pola warna baru dan varian bentuk tubuh baru seperti ekor pendek. Septian menjual rata-rata 1.500—2.000 cupang seluruh kategori pada jenis multiwarna saban bulan. Cupang-cupang itu hasil pengembangan 30 induk jantan dan 30 induk betina.

Pada umur 90 hari sejak penetasan, ikan anggota famili Oshpronemidae itu siap jual. Ukuran tubuh baru 2,5—3,7 cm. Harganya Rp800.000—Rp1.500.000 per ekor tergantung kualitas ikan.

Septian mengatakan, biaya produksi rata-rata untuk menghasilkan cupang multiwarna 30% dari harga jual ikan per ekor. Dalam satu penetasan, rata-rata seekor induk menghasilkan 300—600 burayak. Namun, yang layak jual hanya 50—80% saja.

“Pasar menginginkan ikan yang berkualitas mulai dari warna, anggota tubuh, dan gerakannya,” kata Septian.

Pria berumur 34 tahun itu menjelaskan warna harus cerah dan minimal terdiri dari 3 warna. Sementara itu anggota tubuh seperti bentuk sirip ikan sudah masuk klasifikasi show betta (cupang). Gerakan ikan tentu saja harus lincah.

Penangkar yang berpengalaman selama 8 tahun itu melayani permintaan konsumen dari seluruh Indonesia. Saat ini permintaan tertinggi berasal dari Jakarta dan sekitarnya 60%, Jawa Timur (20%), dan Jawa Tengah (5%).

Septian memasarkan ikan hias itu melalui media sosial. Septian yang menangkarkan cupang sejak 2016 memprediksi, lonjakan penjualan 30—40% pada 2023. Hal yang memperkuat prediksinya karena akan selalu ada variasi warna baru yang dihasilkan oleh masing-masing penangkar (breeder).

Menurut pemilik King Rosetail Indonesia, Mirza Ghulam Ahmad, tren cupang multiwarna sejatinya meningkat sejak 2020. Posisinya masih belum bergeser sejak 3 tahun lalu untuk tingkat kontes dan pehobi. Ukuran primadona sepanjang 3—5 cm.

“Sebenarnya tidak ada pasaran harga untuk ikan cupang jenis ini. Harga hanya ditentukan oleh penjual dan pembudidayanya sendiri,” kata Mirza.

Keunikan corak multiwarna berbeda antara satu ikan dan ikan lainnya. “Itulah yang membuat harga cupang multiwarna mencapai harga fantastis,” kata pehobi sekaligus pemerhati cupang di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, itu.

Mirza menjual seluruh hasil penangkaran ke pasar mancanegara. Harganya sekitar US$35 setara Rp547.260 (kurs US$1 pada awal Desember 2022 mencapai Rp15.636).

Harga itu bisa meningkat US$100— US$250 jika kualitas lebih baik dan memiliki keunikan antara lain pola warna berkarakter khas. Beberapa negara tujuan ekspor antara lain Jerman, Italia, Amerika, Tiongkok, Thailand, Arab Saudi, Irak, dan Israel.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Panen Cuan dari Berbisnis Domba Menjelang Hari Raya Idul Adha

Trubus.id—Peternak asal Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, Mohammad Huda Khairon dapat menjual 4.000 domba menjelang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img