Saturday, April 13, 2024

Tren Parsel Sehat Menjelang Lebaran

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Menerima atau mengirimkan bingkisan yang berisi berbagai hadiah seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, serta barang pecah belah sudah lazim. Puji F. Susanti berkreasi membuat parsel lebaran dari aneka herbal siap konsumsi atau siap seduh dalam keranjang bambu yang apik.

Produsen minuman herbal sejak 2018 itu mengemas parsel pada hari biasa hanya ketika ada permintaan. Menjelang hari besar seperti Lebaran, permintaan melonjak hingga 100 paket. Konsumen memberikan alamat pengiriman dan memesan jenis parsel, lalu produsen di Jakarta Barat itu mengirimkan sesuai alamat.

Puji mengatakan, konsumen dari kalangan pekerja untuk tetap menjaga silaturahmi antarkolega. Isi parsel beragam antara lain berupa tisane atau bagian tanaman obat dikeringkan dan sirop herbal. Harga sebuah parsel bervariasi antara Rp139.000—Rp500.000.

Menurut Puji permintaan olahan herbal secara umum makin meningkat, terutama saat pandemi korona. “Puncaknya Maret—Juni 2020. Permintaan meningkat 4 kali lipat,” kata perempuan kelahiran 11 Februari 1988 itu.

Puji menyeleksi ketat bahan baku aneka minuman. Ia mendapatkan bahan baku dari petani di Pulau Jawa dan pengepul atau pedagang khusus. “Kami memiliki kefanatikan soal bahan baku, misalnya kunyit harus dari Kebumen, jahe dari Sulawesi Selatan,” kata alumnus Filsafat Universitas Gadjah Mada itu.

Menurut dosen Agribisnis Universitas Padjadjaran, Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., pandemi mendorong perubahan konsumen dalam melakukan pembelian dan konsumsi. “Konsumen memprioritaskan kebutuhan dasar untuk membangun imunitas atau kesehatan tubuh,” kata Tomy.

Ia mencontohkan, konsumsi barang pangan yang menyehatkan dan zat aktif atau nutrisi untuk meningkatkan imunitas. Zat aktif atau nutrisi itu salah satunya berasal dari tanaman obat atau rempah-rempah.

Jalan terbaik bagi masyarakat adalah menjaga imunitas tubuh antara lain dengan konsumsi herbal. Tomy mengatakan kondisi itu menjadi kesempatan emas untuk pengembangan bisnis tanaman obat yang terintegrasi dari hulu ke hilir secara berkelanjutan.

“Merujuk ke berbagai hasil riset, kecenderungan nilai bisnis herbal atau agriceutical jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai bisnis pangan,” kata Tomy. Kondisi itu mengakibatkan permintaan tanaman obar meningkat tajam di pasar domestik dan ekspor.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img