Thursday, August 18, 2022

Tribulus, Stamina, dan Pembangkit Gairah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Malah ada pula yang membayangkan makhluk itu sejenis bulus, kerabat kura-kura. Dugaan yang keliru. Yang dimaksud tribulus adalah semak berduri yang kini dikembangkan di Jawa Tengah. Nama lengkapnya Tribulus terrestris.

Harap mafhum bila banyak yang belum kenal tribulus. Ia memang tanaman pendatang baru di tanah air. Negeri yang identik dengan tribulus adalah Bulgaria. Itu lantaran saat ini negeri di Eropa Timur itu salah satu produsen tribulus terbesar di dunia. Atlet angkat besi dan atletik Bulgaria yang melanggani emas Olimpiade konon rutin mengkonsumsi ekstrak tribulus.

Tanaman subtropis itu sejatinya warga asli kawasan Mediterania. Dari sana ia mengembara ke Eropa dan Afrika. Lantas beberapa tahun silam ia didatangkan ke Indonesia oleh PT Sidomuncul, produsen jamu kesohor di Semarang. Sidomuncul tergerak mengembangkan tribulus untuk mengurangi volume impor tribulus.

Faktanya tribulus lokal justru lebih tokcer ketimbang yang impor. Persentase hasil, 70% menunjukkan signifikan dan 30% biasa. Bandingkan dengan yang impor, 50% sifnifikan, 35% biasa, dan 15% gagal. Anggota famili Zygophillaceae itu ditanam di Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali dan Tempuran, Magelang. Dari dua wilayah itulah Sidomuncul rutin menuai tribulus.

Pemacu greng

Di berbagai negara tribulus dikenal multikhasiat. Di Yunani tribulus digunakan sebagai diuretik (peluruh kencing) dan mood-enhancer (penambah mood). Dalam ilmu pengobatan Ayurveda gokhru—sebutan di India—dipakai sebagai diuretik, antiseptik, dan antiradang. Di Cina tanaman yang dikenal dengan nama bai ji li itu dimanfaatkan sejak 400 tahun lalu sebagai obat lever, ginjal, dan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Tribulus diminati banyak orang lantaran mampu meningkatkan kadar hormon testosteron, meskipun ia bukanlah sejenis hormon. Testosteron, hormon yang berperan vital dalam pertumbuhan otot, dipandang sebagai simbol vitalitas dan awet muda.

Kadar testosteron rendah dapat menimbulkan gejala-gejala disfungsi seksual seperti ejakulasi dini dan turunnya libido atau gairah seks. Pemberian testosteron salah satu cara memulihkan vitalitas dan kebugaran. Alternatif lain dengan mengkonsumsi tribulus. Ia dapat meningkatkan kadar testosteron 30—50% dengan cara mendongkrak kadar LH (luteinizing hormone) dalam tubuh.

Menurut dr Wimpie Pangkahila dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar, disfungsi ereksi gabungan dari disfungsi libido, ereksi, ejakulasi, dan orgasme. Senyawa-senyawa bahan alami seperti ekstrak Tribulus terrestris mampu mengatasinya.

Diuji ilmiah

Secara ilmiah tribulus terbukti tokcer meningkatkan fungsi seksual dan stamina tubuh. Itu didukung riset sahih oleh K Gauthaman, PG Adaikan, dan Prasad RN, dari bagian Obstetri dan Ginekologi RS Universitas Nasional Singapura. Pemberian 5—10 mg ekstrak tribulus per kg bobot tubuh tikus jantan secara oral meningkatkan tingkah laku dan kemampuan seksual.

Libido pria impoten yang diberi tablet Libilov meningkat signifikan. Libilov memang mengandung esktrak Tribulus terrestris. Dosis konsumsi 3 X 1 tablet per hari selama 2 minggu. Hasilnya, 50% mengalami peningkatan libido, dan hampir 60% terjadi peningkatan ereksi, serta durasi seks yang lebih lama, tanpa efek samping negatif. Itulah hasil riset A.W. Nasution dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang dilakukan pada 1993.

Pangkahila juga mengadakan uji klinis untuk mengetahui efektivitas protodioscin yang terkandung dalam tablet Libilov. Protodioskin (PTN) merupakan senyawa saponin furostanol yang berperan sebagai afrodisiak. Tablet Libilov diberikan kepada 53 pria beristri yang mengalamidisfungsi seksual, dengan dosis 3 X 2 tablet per hari selama 3 bulan. Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan gairah seks tanpa efek negatif.

Suatu studi terhadap individu yang sehat juga telah dilakukan dengan pemberian 750 mg tribulus per hari. Efeknya hormon LH meningkat 72% dan hormon testosteron 41%. Bukan itu saja, tribulus terbukti mampu meningkatkan produksi sperma dan kemampuan seksual. Ia juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Kaya senyawa aktif

Tribulus memang kaya senyawa protodioksin. Publikasi lain mengungkapkan, senyawa lain yang berperan seperti dioskin, metilprotodioskin, diosgenin dan sejenisnya, serta saponin sulfat seperti metilprototribestin dan prototribestin.

Bahan-bahan itu berefek pada performansi seksual. Ia mengatasi berbagai gangguan seksual, mengatur tingkat energi seksual, dan meningkatkan persentase kadar testosteron. Ia juga mempengaruhi keseimbangan hormon pregnenolon, progesterone, dan estrogen. Efek penyeimbangan hormon yang dihasilkan Tribulus terrestris menjadikannya sesuai untuk mengatasi sindrom pra-menstruasi dan sindrom menopause.

Ia juga mengandung kelompok senyawa sterol, seperti betasitosterol atau stigma yang mampu mencegah pembengkakan prostat, dan kanker prostat. Saponin steroidnya seperti spirostanol meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Peneliti di National Center for Natural Produck Research, Universitas Mississippi, AS membuktikan, spirostanol efektif menekan perkembangan sel-sel kanker mulut, kanker payudara, dan kanker indung telur. Tanaman itu dapat dikonsumsi secara internal maupun eksternal untuk penyakit herpes dan infeksi-infeksi karena virus lainnya seperti influenza dan demam.

Keras dan tajam

Tribulus tumbuh menjalar dengan tinggi tanaman 2,5 cm. Daunnya agak mirip daun turi, memiliki 6—7 pasang anak daun. Pada permukaan atas tulang daun dilapisi bulu-bulu halus. Bunganya kuning dan memiliki lima kelopak bunga. Anggota famili Zygophyllacea ini tumbuh baik di tanah agak kering dan berpasir.

Meski kaya manfaat, hati-hati dengan tribulus. Buahnya yang matang sangat keras dan tajam, mampu melubangi ban sepeda atau telapak kaki. Buah tua berwarna cokelat muda, bulat gepeng, berdiameter 1 cm. Ia memiliki duri-duri tajam yang melingkar, sekilas menyerupai gada—senjata bulat dengan tombak-tombak runcing yang mencuat dari permukaannya. Dua duri di antaranya lebih panjang daripada yang lain, seperti tanduk sekitar 2—3 cm panjangnya, sehingga dinamakan juga goat’s head, atau bullhead (kepala kambing, kepala banteng).

Itulah sebabnya buah dipetik ketika setengah matang, sebelum duri-durinya mengeras. Setelah dikeringkan, kemudian buah dihaluskan dengan penggiling kopi hingga menjadi bubuk. Bagian lain dari tanaman juga sama pengolahannya. Simpan bubuk ke dalam stoples dan tutup rapat agar tahan lama. Bila ingin mengkonsumsi, seduh setengah hingga satu sendok teh bubuk tribulus dengan segelas air panas.

Saat ini sudah banyak produk tribulus yang beredar di pasaran, antara lain Libilov, Tribex-500, dan Tribulus 250. Produk-produk itu biasanya menggunakan ekstrak dari akar atau buah tribulus. Kebanyakan para ahli menganjurkan dosis antara 750 mg sampai 1250 mg tribulus per hari. Namun sebaiknya gunakan dosis sesuai anjuran. (Sofyan David S, kolektor dan pemerhati tanaman berkhasiat)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img