Thursday, August 18, 2022

Trubus Aglaonema Show : Red Patricia Raih Takhta

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di final, red patricia mengalahkan 2 pesaing terdekatnya:cochin dan lady valentine, juara I di kelas B hasil silangan Aglaonema cochinchinens e x A. rotundum, dan di kelas C, silangan Aglaonema brevisphatum/costatum dan A. rotundum.

?Selisih nilai antara ketiganya tidak terpaut jauh. Mereka sama bagusnya. Daun-daunnya prima dan kompak,? ujar Syah Angkasa, perwakilan juri dari Trubus . Red patricia meraih nilai 775, 8, sedangkan cochin 722 dan lady valentine 720.

Penampilan red patricia memang menawan. Pantas aglaonema asal Thailand itu diganjar gelar terhormat, best in show . ?Tanaman cukup dewasa sehingga tajuk rimbun membentuk setengah lingkaran,? ujar Fransiskus Wiratmahusada, juri asal Semarang.

Persaingan ketat

Iwan mengikutsertakan 3 aglaonema. Pria berkulit putih itu awalnya tak yakin red patricia bakal juara. Justru ia menjagokan red peacock yang lebih rimbun. Namun, juri cukup jeli. Salah satu daun red peacock berlubang, sehingga mengurangi poin.

Perjalanan red patricia meniti tangga juara bukan perkara gampang. Di kelasnya ia harus mengatasi 11 rival. Saingan terberat datang dari madame soeroyo milik Greg Hambali. Aglaonema dominan hijau bertulang daun merah itu tak kalah cantik. Susunan dan tinggi tajuk serasi. Pun kondisi tanaman sehat. Sayangnya, umur belum dewasa sehingga tajuk kurang rimbun. Karena itu madame soeroyo harus mengakui keunggulan red patricia dan puas menduduki posisi kedua.

Aglaonema hibrida milik Anwar Sanusi dari Annisa Flora, Rawa Belong, Jakarta Barat, bukan tak memberikan perlawanan. Tajuknya rimbun dan kompak. Kelemahannya susunan daun saling tumpang-tindih. Itu membuat kesan tajuk seperti berdesakan. Namun, penampilannya cukup baik dibandingkan 8 saingan lain. Untuk itu ia dianugerahi juara ketiga.

Seru

Tak hanya kelas A yang mengundang perhatian. Kelas B dan C pun tak kalah seru. Kelas C diikuti pemain lama dan pemain baru. Sebut saja Santy Peeters. Pemain anggrek kawakan yang kini melirik aglaonema itu menyertakan lady valentine. Tak disangka aglaonema itu meraih juara I. Sayang ketika memperebutkan gelar best in show , modal sehat dan daun rimbun tak bisa menyingkirkan sang juara. ?Pot yang dipakai terlalu besar,? ujar Frans, panggilan akrab Fransiskus.

Di kelas B, rata-rata peserta belum menampilkan warna maksimal. Namun, setelah menilik sosoknya, para juri sepakat memilih cochin milik H. Mulki Mansyur jadi jawara. Sosok cochin tampak dewasa. Itu membuat ia lebih unggul ketimbang 2 saingan terdekatnya. Sayangnya saat pemilihan best in show , ia masih kalah rimbun sehingga harus puas di urutan ketiga.

Trubus Aglaonema Show itu berlangsung dalam rangka memeriahkan Trubus Agro Ekspo 2006 . ?Acara ini untuk mengakomodir perkembangan aglaonema yang kian marak,? ujar Syah Angkasa. Selama berlangsungnya acara, animo masyarakat cukup tinggi. Buktinya arena lomba berukuran 500 m2 itu disesaki pengunjung. Decak kagum pun kerap terucap ketika mengetahui harga aglaonema-aglaonema itu di atas puluhan juta rupiah. (Lastioro Anmi Tambunan)

Previous articleSuperred Anda Berdarah Murni?
Next articleBerkat Lumpur
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img