Friday, December 2, 2022

Trubus Agro Expo Mereka Saksi Kemajuan Agribisnis

Rekomendasi

Pameran semacam itu dinilai Susi—demikian ia kerap disapa—amat tepat sebagai ajang untuk memperkenalkan VCO. Tentu saja bukan cuma minyak perawan alias VCO yang dipamerkan disana. Beragam komoditas pertanian seperti anggrek, adenium, ekstrak buah merah, beragam tanaman buah, sarana pertanian, peternakan, dan perikanan memeriahkan ekshibisi yang berlangsung 11 hari.

Menurut catatan panitia 158 peserta mengisi paviliun pameran. Mereka datang dari berbagai kota di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jakarta. “Melalui pameran itu agribisnis Indonesia disosialisasikan kepada masyarakat. Sekaligus mendorong munculnya peluang usaha baru dengan mempertemukan para pelaku agribisnis,” ujar Ir UtamiKartika Putri, ketua ekshibisi.

Tujuan yang ingin digapai adalah sinergi antara investor, pelaku agribisnis, dan pemerintah. Sinergi itu salah satu penentu kemajauan agribisnis untuk menjadi lokomotif perekonomian nasional. Maklum, seperti sering didengungkan selama ini negara kita memang negara agraris yang bertumpu pada bidang pertanian. Makanya panitia mengusung tema pameran: maju bersama agribisnis.

Kontes

Sedianya pameran dibuka oleh Menteri Pertanian Dr Anton Apriantono. Sayang, pada saat bersamaan Anton mesti mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika. Direktur Direktorat Jenderal Bina Pemasaran dan Pengolahan Hasil Pertanian Dr Ir Delima Ashari menggantikan menteri untuk membuka ekshibisi.

Denyut pameran sejatinya mulai terasa sehari sebelum pembukaan. Kontes bagusbagusan adenium, aglaonema, dan anggrek berlangsung saat itu. Tanaman-tanaman berpenampilan prima mengikuti kontes bergengsi (baca: Rainamra Taklukkan Merah Delima, halaman 110). Pameran bakal kian semarak dengan beragam kontes pada hari berikutnya. Mania cupang hias dapat mengikuti kontes nasional pada 24 April 2005 hasil kerja sama Trubus dan Asosiasi Cupang Hias Indonesia.

Sepekan berselang ayam termungil di dunia, serama, juga dikonteskan. Juri dari Malaysia dan Indonesia. Mereka bakal menerapkan sistem penjurian terbaru yang lebih objektif. Kontes berlangsung berkat kerja sama Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia dan Trubus. Yang juga menyemarakkan ekshibisi adalah lelang aglaonema. Anggota famili Araceae itu tampil eksklusif sehingga untuk menentukan harga, jumlah helaian daun diperhitungkan.

Kursus

Hanya itu acara pendukung pameran? Panitia merasa perlu mengundang Drs I Made Budi MS dari Jayapura, Papua. Made dikenal sebagai penemu pertama kandungan buah merah. Dari ujung timur Indonesia, dosen Universitas Cenderawasih itu menyampaikan risetnya tentang buah merah. Serangkaian kursus pertanian juga digelar di sana yang dilangsungkan secara bergantian hingga 29 April 2005. Biayanya amat rendah, hanya Rp20.000 per peserta, tetapi faedahnya amat tinggi.

Kursus merawat anggrek, merancang hidroponik, membungakan adenium dan euphorbia, menyemarakkan buah tabulampot, merangkai bunga, serta mempercantik aglaonema diperuntukkan bagi pecinta pertanian. Selain itu panitia juga menggelar kursus rahasia tanaman obat dengan tarif sama. “Itu memang komitmen kami memajukan dunia agribisnis,”ujar Utami alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

Anak-anak tentu tak dilupakan panitia. Untuk mewadahi hobi generasi penerus, panitia menggelar lomba menggambar dan mewarnai. Seperti Yulius Caesar yang bersemboyan vini, vidi, vici, panitia juga mengundang Anda untuk datang, saksikan, dan nikmati kemajuan dunia agribisnis kita. Viva agricultura! (Sardi Duryatmo)

 

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img