Monday, August 15, 2022

Trubus Snake Contest 2007 : Gemuk Itu Cantik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Selain gemuk blood python itu juga memiliki motif langka, totolnya kecil cokelat. Normal, jenis itu bermotif totol besar merah tembaga. Tak heran bila Dippie berhasil menyisihkan 9 kampiun lainnya. Alasan lain, klangenan milik Ian Garcia itu jinak; sifat aslinya galak. Terbukti saat Trubus menggendongnya, Dippie tampak tenang. ‘Yang istimewa, tak mudah merawat dipong sampai sebesar itu,’ kata Weni.

Jauh-jauh datang dari Semarang, di babak awal Dippie mengalahkan 5 pesaing di kelas open local. Lawan terberatnya, Scruby, tampil prima dengan corak krem istimewa. Normalnya jenis ptyas itu berwarna hitam kecokelatan. Sayang, tubuh klangenan milik Molking dari Surabaya itu tampak kurus karena baru saja bertelur. ‘Kalau kondisinya prima bisa menang,’ kata drh Slamet Raharjo, juri asal Yogyakarta.

Sengit

Di luar babak fi nal, kelas open jumbo menyita perhatian pengunjung. Maklum, di sana bertanding 3 python minimal sepanjang 4 m. Abduliana milik Jumex dari Yogyakarta, berhasil menjadi jawara. Dengan warna kuning cemerlang dan tubuh prima, python betina itu sukses mempertahankan gelar serupa pada 2006 di Semarang. ‘Untuk kategori retic, warnanya sangat istimewa,’ kata Slamet. Saingan terberatnya Cindy kalah karena coraknya standar, cokelat bata.

Kelas open collubrid tak kalah menarik. Tercatat 9 ular turun gelanggang. Kelas dengan jumlah peserta terbanyak itu menobatkan Salmon milik Roy Genggam asal Jakarta sebagai kampiun. ‘Biasanya motif collubrid putus-putus. Yang ini solid sampai ujung,’ kata Budi Wonosasmito, juri asal Surabaya. Kelebihan lain, warna tubuh jingga, proporsi tubuh ideal, dan karakternya tenang. Rivalnya, Menik, harus rela tersingkir karena tubuh ular kayu leucystic itu dinilai juri kurang proporsional. ‘Tubuhnya kurang bulat,’ ujar Slamet.

Kontes yang diselenggarakan dalam rangkaian TrubusAgro Expo 2007 itu diikuti banyak klub-klub pencinta reptil dari berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Bahkan peserta dari Lampung pun turut meramaikan jalannya kontes. ‘Total ada 46 peserta. Untuk ular, ini cukup banyak,’ kata Putri, panitia kontes. Soal jenis dan kualitas ular yang bertanding mendapat banyak pujian dari penonton dan juri. ‘Banyak yang langka dan coraknya bagus-bagus ikut bertanding,’ ujar Glenn, hobiis asal Jakarta. (Andretha Helmina)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img