Trubus.id–Sistem tanam tumpangsari menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produksi tanaman aneka kacang. Menurut Runik Dyah Purwaningrahayu, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, penerapan tumpangsari dapat menjadi solusi karena persaingan dalam sistem monokultur sangat tinggi.
Runik menjelaskan bahwa tumpangsari di lahan kering memiliki prospek baik dalam meningkatkan produktivitas tanaman kacang nasional. Ia menambahkan, pada lahan perkebunan, tanaman aneka kacang dapat ditanam di antara tanaman utama berumut kurang dari empat tahun dengan tingkat naungan di bawah 50%.
“Di lahan kering dengan iklim basah, sistem tumpang gilir memungkinkan indeks pertanaman mencapai 2–3 kali per tahun, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya dilansir pada laman BRIN.
Sementara itu, di lahan kering dengan iklim kering, tumpangsari tanaman pangan utama dan aneka kacang berpotensi meningkatkan produktivitas lahan dan keuntungan petani.
Peneliti Ahli Madya ORPP BRIN, Chendy Tafakresnanto, menambahkan bahwa peningkatan produksi kacang dapat dilakukan melalui perluasan lahan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan berbasis kawasan dan korporasi. Ia menekankan pentingnya pengembangan varietas unggul baru melalui demplot atau demfarm dengan melibatkan petani, kelompok tani, dinas, dan pihak swasta.
Chendy juga menyoroti perlunya pengembangan varietas sesuai permintaan pasar, serta pendampingan yang serius bagi petani. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada petani, seperti pengendalian impor dengan bea masuk yang lebih tinggi agar petani lebih termotivasi menanam aneka kacang. Selain itu, harga di tingkat petani harus dijaga agar mereka tetap mendapatkan keuntungan yang layak.
foto: Dok. Trubus
