Tuesday, November 29, 2022

Turunkan Kolesterol Naik

Rekomendasi

Konsumsi cuka apel menurunkan kolesterol jahat.

Kegemaran Nana Mahsuna menyantap penganan gorengan berujung derita. Hasil pemeriksaan dokter pada 2008 menunjukkan kadar kolesterol Nana lebih dari 285 mg/dl; normal kurang dari 200 mg/dl. Pantas perempuan berumur 45 tahun itu kerap mengeluh sakit di punggung, badan pegal, kesemutan, dan tumit linu.

Menurut Wahyu Suprapto, herbalis di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, penganan gorengan memang memicu naiknya kolesterol. “Gorengan banyak mengandung asam lemak jenuh yang berasal dari minyak,” kata Wahyu. Riset Dr Rustika SKM MSi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Jakarta Pusat pada 2005 menyebutkan asam lemak jenuh di aneka gorengan cukup tinggi rata-rata mencapai 11,92%.

Padahal, asupan 1% asam lemak jenuh di tubuh mendongkrak 2,17 mg/dl total kolesterol dan 2,38 mg/dl kolesterol jahat. Pantas dokter menganjurkan Nana untuk menghentikan konsumsi kudapan gorengan. Ahli medis itu lalu membekali Nana obat penurun kolesterol. “Sebenarnya susah menghentikan makan gorengan,” kata perempuan yang sejak remaja menyukai jajanan gorengan itu.

Tekanan darah

Sepekan mengonsumsi obat dokter dan menghindari gorengan, kondisi Nana membaik. “Keluhan punggung berat dan pegal sirna,” ujar guru taman kanak-kanak itu. Kondisi kesehatan membaik itu membuat Nana terlena dan kembali mengonsumsi gorengan. Keruan beberapa hari kemudian gejala kolesterol tinggi datang lagi. “Saya periksa kembali, ternyata selain kolesterol, tekanan darah saya juga tinggi,” kata Nana yang lupa tekanan darah saat pemeriksaan itu.

Kali ini, selain membekali Nana dengan obat penurun kolesterol, dokter yang memeriksa pun memberinya obat penurun tekanan darah. Kejadian itu terus berulang. Saat kolesterol tinggi, Nana berhenti mengonsumsi gorengan dan pergi ke dokter. Namun, saat kolesterolnya normal, tanpa ragu ia menyantap gorengan. Ia khawatir konsumsi obat-obatan kimia dalam jangka panjang berefek samping sehingga membatasinya.

Oleh karena itu Nana memenuhi saran seorang rekan yang menganjurkan untuk konsumsi cuka apel pada 2011. Menurut Heri Suseno, bagian produksi sebuah produsen herbal, cuka apel berasal dari sari buah Malus silvestris segar yang difermentasi anaerob dan aerob. “Cuka apel yang memenuhi standar kesehatan tidak menggunakan bahan tambahan saat dibuat,” ujar Heri setelah menjelaskan masyarakat awam sudah mengenal cuka apel sebagai pemberi rasa asam pada masakan.

Kolesterol

Nana mengonsumsi 2 sendok makan cuka apel 3 kali sehari. Sepekan kemudian Nana merasa badannya lebih segar. Keluhan saat kolesterol tinggi seperti punggung berat dan pegal pun perlahan sirna. Ia juga tidak mudah capai. Ketika merasakan gejala kolesterol melambung, ia cukup mengonsumsi cuka apel sesuai dosis. Menurut Wahyu Suprapto minuman bersifat asam dapat menghambat penyerapan lemak di tubuh.

Sejatinya pemanfaatan sari apel untuk kesehatan sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam “Apple Cider Vinnegar” Victoria Rose mengungkapkan bahwa bangsa Arya yang hidup pada 2500 SM mengembangkan wine apel, cikal bakal sari apel sebagai minuman berenergi. Riset ilmiah lantas membuktikan bahwa cuka apel memang ampuh menurunkan kolesterol. Laszlo Bardos dari Szent Istvan University dan Balazs Bender asal ImmunoGenes Ltd, keduanya di Hungaria membuktikan khasiat cuka apel.

Mereka memberikan 500 mg per liter cuka apel di minuman tikus yang memiliki kadar kolesterol tinggi selama 21 hari. Hasil penelitian yang termuat di jurnal “Potravinarstvo” itu menyebutkan terjadi penurunan kadar kolesterol menjadi 24,4 mg/dl dari semula 25,8 md/dl. Bagaimana duduk perkara cuka apel menurunkan kolesterol? Para peneliti menduga sorbos-karbohidrat yang tak terfermentasi-dan pektin di cuka apel berperan melorotkan kolesterol itu.

Riset lain oleh Gabriel Nelwan, Adeanne C Wullur, dan Widdhi Bodhi dari Program Studi Farmasi Universitas Sam Ratulangi, Manado, Provinsi Sulawesi Utara, memperlihatkan jus apel merah meningkatkan kadar kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) pada tikus putih jantan galur wistar. Gabriel dan rekan membagi 25 tikus jantan galur wistar berbobot rata-rata 180-200 g/ekor menjadi lima kelompok.

Setiap kelompok mengonsumsi pakan tinggi lemak selama 10 hari. Pada hari ke-11 sampai ke-20 semua tikus diberi 3 perlakuan konsumsi jus apel: 2 ml, 4 ml, dan 8 ml per hari. Hasil riset memperlihatkan pemberian jus apel 8 ml per hari meningkatkan kolesterol HDL sebesar 31,67 dengan rerata 0,88 mg/dL. Mereka menduga serat pektin, niasin, dan kuersetin meningkatkan kadar kolesterol baik.

Pektin memang mengikat asam empedu dan kolesterol dengan merangsang sintesis HDL di hati. Niasin pendongkrak HDL berperan meningkatkan kadar HDL dengan cara menurunkan katabolisme-perombakan–apoA, penyusun utama HDL. Sementara kuersetin bersifat antioksidan untuk melawan radikal bebas dengan menekan jumlah LDL yang dapat menyebabkan penyumbat pembuluh darah.

Penelitian lain oleh Sahar SA Soltan dari Fayoum University dan Manal Shehata asal Zagazig University, keduanya di Mesir, menegaskan cuka apel sebagai penurun kolesterol. Hasil riset yang termaktub di “Life Science Journal” itu menunjukkan cuka apel mampu menurunkan kolesterol total dan LDL ketimbang cuka tebu dan kelapa. Beragam riset sahih itu memperkuat pengalaman Nana bahwa cuka apel memang antikolesterol. Jadi saat kolesterol naik, biarkan cuka apel turun tangan. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Bondan Setyawan)

Keterangan Foto :

  1. Cuka apel mampu turunkan kadar kolesterol
  2. Wahyu Suprapto, minuman yang bersifat asam dapat menghambat penyerapan lemak sehingga kolesterol turun
  3. Makanan berlemak seperti gorengan mendongkrak kolesterol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img