Friday, August 19, 2022

Ubi Pilihan Mancanegara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

TRUBUS — Menanam jenis ubi untuk pasar ekspor agar cakupan pemasaran lebih luas.

Pendiri perusahaan eksportir ubi jalar di Jakarta, PT KSIP Solusi Mandiri, Kiran Rahal, mengatakan permintaan ubi jalar mencapai 30 ton saban bulan selama pandemi. “Kini pasokan baru terpenuhi 10 ton per bulan,” kata Kiran. Permintaan itu baru dari dua negeri jiran yaitu Malaysia dan Singapura. Artinya masih ada ceruk pasar untuk mengisi pasar ekspor mancanegara. Menurut Kiran permintaan dominan pasar ekspor terutama untuk ubi cilembu.

Syarat ubi jalar layak ekspor antara lain sehat, seragam, berbobot 100—400 g, bentuk lonjong memanjang, dan kulit mulus. Harap mafhum, jika terjadi lecet bisa menyebabkan ubi menghitam ketika sampai di tempat tujuan. Menurut pekebun ubi jalar di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ashat Arifin, pasar ekspor baru terisi 25—30% dari kapasitas produksi 25—50 ton per pekan. Harga ekspor pun lebih menggiurkan, bisa 2—3 kali lipat pasar lokal. Syaratnya aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas mesti terpenuhi.

Varian cilembu

Menurut Manajer Budidaya PT Indowooyang, Putut Prastowo, jenis ubi yang diminta pasar mancanegara antara lain ase putih, cilembu, dan beniazuma. Eskpor dalam bentuk pasta, matang (panggang, kukus, goreng), potongan beku. Negara tujuan antara lain Jepang dan Korea Selatan. Kapasitas produksi perusahaan yang berlokasi di Cirebon, Jawa Barat, itu 300—500 kg setiap bulan. Putut masih kekurangan pasokan untuk memenuhi 30—50% permintaan.

Pekebun sekaligus peneliti ubi jalar dari Universitas Padjadjaran, Dr. Haris Maulana, S.P.,M.P., mengatakan jenis ubi yang diminta eksportir masih dominan cilembu. Bisa dibilang 70—80% pasokan dari petani ke eksportir berupa ubi cilembu. Harap mafhum, ubi khas Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, itu sudah menjadi produk ubi unggulan nasional. Sebetulnya ada tiga jenis ubi cilembu yakni varietas nirkum, eno, dan rancing.

Dari segi mutu jenis nirkum dan eno paling baik. Namun, potensi optimal itu muncul jika penanaman sesuai indikasi geografis di Kecamatan Pamulihan, Kecamatan Sukasari, Kecamatan Tanjungsari, dan Kecamatan Rancakalong. Keempat kecamatan itu berada di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Menurut Haris, varietas cilembu lain yang adaptif ditanam di berbagai wilayah di Indonesia yaitu rancing.

“Rancing dari segi rasa sudah enak. Namun, masih di bawah varietas nirkum dan varietas eno yang ditanam sesuai IG (Indigenous Geography, red),” kata Haris. Ciri ketiganya sama berkulit krem dan berdaging kuning. Jenis lain yang potensial untuk pasar ekspor beniazuma dan murasaki. Namun, ceruknya tidak sebesar cilembu.

Harap mafhum, dua ubi itu juga banyak diproduksi di negara lain seperti Jepang dan Tiongkok. “Untuk ubi beniazuma dan murasaki, ceruk pasar ekspor sakadar melengkapi saja,” kata Haris. Ciri khas beniazuma berkulit merah dan berdaging jingga. Sementara murasaki berkulit merah keunguan dan berdaging ungu. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Bondan Setyawan, Riefza Vebriansyah, dan Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img