Monday, August 8, 2022

Untung Bisnis Ayam Kampung

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Ayam kampung asli (AKA) yang berdarah kampung unggul balitnak (KUB) salah satu ayam kampung unggul andalan masyarakat.

 

Prospek bisnis ayam kampung cerah. Permintaan cenderung meningkat.

Endin Nurdin, S.Pt., menjual hingga 3.000 ayam kampung per bulan sejak April 2020. Bandingkan dengan penjulan sebelumnya yang hanya 1.000 ayam kampung per bulan. Pada April 2020 harga ayam kampung berbobot sekitar 0,9 kg mencapai Rp35.000 per ekor. Bahkan, peternak di Desa Cimulang. Kecamatan Rancabungur. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu pernah menjual ayam kampung Rp40.000 per ekor.

Konsumen menghendaki ayam kampung berbobot sekitar 1 kg per ekor.

Omzet Endin dari perniagaan ayam kampung mencapai Rp105 juta per bulan. Menurut Endin biaya produksi seekor ayam Rp2.600—Rp2.700 per ekor, termasuk pembelian day old chick (DOC) hingga siap panen. Durasi budidaya untuk mencapai bobot 0,9 kg per ekor mencapai 70—90 hari dengan konversi rasio pakan (FCR) 2,7—3 Ia memerlukan lahan 281 m2 untuk pembesaran ayam kampung.

Permintaan meningkat

Endin menduga peningkatan penjualan karena masyarakat menginginkan sumber makanan yang lebih sehat pada masa awal pandemi korona. Sebetulnya pendapatan Endin bisa lebih besar karena juga menjual karkas ayam berbobot 0,7—0,8 kg seharga Rp50.000 per ekor dan ayam siap masak berbobot sama dengan harga Rp60.000—Rp65.000 per ekor. Selain menjual ayam hidup, Endin juga menjajakan karkas dan ayam siap masak mencapai 100—300 porsi saban bulan.

“Bahkan kerap terjual 500 porsi jika penjualan bagus,” kata peternak ayam kampung sejak 2016 itu. Dari perniagaan itu Endin mengantongi tambahan laba Rp1 juta—Rp3 juta per bulan. Konsumen Endin meliputi para pengepul dan ibu rumah tangga. Penjualan melalui reseller dirintis sejak 2018. Tujuannya memperluas pasar hingga ke konsumen akhir. Sayangnya sejak November 2020 permintaan dan harga ayam menurun. Ia menduga hal itu terjadi lantaran diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

Produsen day old chick (DOC) ayam kampung bermunculan terutama di Pulau Jawa.

Faktor lainnya kemungkinan ada pasokan ayam kampung dari daerah lain yang mengisi pasar di Jakarta dan sekitarnya. Kini permintaan berangsur membaik sejak pekan kedua Desember 2020 meski harga jual belum normal. “Permintaan mulai meningkat kemungkinan karena menjelang libur panjang,” kata alumnus Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB), itu.

Peternak lain seperti Whiwdon Jagad Uki, S.I.Kom., pun mengatakan permintaan ayam kampung kini meningkat. Peternak di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, itu merasakan peningkatan permintaan sejak Juli 2020. “Hingga kini minimal ada 2 orang per hari yang menghubungi saya untuk meminta pasokan ratusan ayam kampung per pengiriman,” kata peternak ayam kampung sejak 2018 itu.

Penjualan ayam kampung siap masak berharga lebih tinggi daripada ayam hidup.

Orang yang menelepon itu tengkulak dan restoran dari berbagai daerah di Indonesia seperti Medan, Sumatera Utara dan Bali. Beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat pun menunggu pasokan ayam kampung dari Whiwdon. Peminat ayam kampung produksi Whiwdon tidak hanya berasal dari Bekasi dan sekitarnya. Ia menduga banyaknya permintaan ayam kampung itu lantaran beberapa kandang ayam kampung tidak berproduksi sehingga pasokan menurun.

Sayangnya, alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Bunda Mulia, Jakarta Utara, itu belum bisa memenuhi semua permintaan itu. Memelihara ayam kampung menjadi usaha sampingan yang menghasilkan bagi Whiwdon. Kapasitas produksi kandang milik Whiwdon saat ini 80—90 ekor per 2,5 bulan. Tentu saja hasil panen itu tidak sebanding dengan banyaknya permintaan yang datang. Ia berencana menambah kapasitas produksi.

Ayam pilihan

Peternakan ayam kampung Whiwdon merupakan usaha keluarga yang bermula dari hobi. Jadi, hanya anggota keluarga yang mengelola peternakan ayam kampung di kawasan perumahan itu. Ia memasukkan 100 day old chick (DOC) dan memeliharanya selama 2,5 bulan. Setelah itu dipanen. Biasanya dari 100 DOC menghasilkan 80—90 ayam kampung masing-masing berbobot 1 kg. Harga jual Rp50.000 per kg sehingga beromzet Rp4 juta—Rp4,5 juta.

Whiwdon Jagad Uki, S.I. Kom., peternak ayam kampung di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Ia mengutip laba 20% sehingga memperoleh keuntungan Rp800.000—Rp900.000. Tidak hanya Endin dan Whiwdon yang mendapatkan laba dari ayam kampung. Nun di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Muhaji, pun memelihara ayam kampung sebagai usaha sampingan. Muhaji menjual 180 ayam kampung berbobot sekitar 1 kg pada Oktober 2020. Harga jual saat itu Rp30.000 sehingga Muhaji mengantongi omzet Rp5,4 juta.

Ia beternak ayam kampung secara intensif sejak Desember 2019. Peneliti ayam di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dr. Ir. Tike Sartika, M.Si, mengatakan pasar ayam lokal bergairah sejak 2013. Usaha ayam lokal sudah memasuki fase industri dan dipelihara secara intensif seperti yang dilakukan Endin, Whiwdon, dan Muhaji. Lazimnya masyarakat mengumbar ayam kampung. Jenis ayam kampung yang kini dipelihara masyarakat beragam seperti ayam kampung unggul balitnak (KUB), sensinak, dan merawang.

Endin Nurdin, S. Pt., peternak ayam kampung di Kampung Citapen, Desa Cimulang. Kecamatan Rancabungur. Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Endin memelihara KUB, sedangkan Whiwdon membudidayakan ayam bermerek ayam kampung asli (AKA) yang juga berdarah KUB. Adapun Muhaji mengembangkan ayam jowo super (joper). Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Dr. drh. I Ketut Diarmita, M.P., mengatakan, ayam kampung merupakan salah satu jenis ayam lokal dan menjadi plasma nutfah yang sangat layak dibudidayakan.

Adaptif serta ketahanan terhadap berbagai lingkungan fisiologis dan penyakit menjadi keunggulan genetik untuk menghasilkan daging dan telur. Menurut Ketut sebagian besar masyarakat Indonesia lebih menyukai daging ayam kampung. Harga ayam kampung murni lebih mahal dan ketersediaannya terbatas karena pembudidayaannya membutuhkan waktu lama. Preferensi konsumen menginginkan ayam buras dibandingkan dengan ayam ras sehingga berdampak pada peningkatan aspek produksi ayam joper dan lainnya. Artinya ceruk pasar ayam kampung relatif besar di masa mendatang.

Atasi aral

Tidak heran jika usaha budidaya ayam kampung kepunyaan Endin berkembang. Semula ia memelihara 100 ayam KUB. Kini pemilik pabrik pakan ruminansia kecil itu membudidayakan 3.000 ayam kampung. Ia juga memproduksi DOC sendiri sejak 2018. Saat itu kapasitas produksi DOC mencapai 500 ekor per pekan. Rencananya ia menambah produksi DOC menjadi 2.000 ekor per pekan pada 2021.

Musababnya ia menjalin kemitraan dengan peternak sekitar pada 2019. Endin memasok DOC dan pakan kepada peternak mitra. Ia juga membantu nemasarkan hasil panen peternak mitra jika diminta. “Budidaya ayam kampung menguntungkan. Saya optimis prospek ayam kampung di masa depan pun bagus,” kata pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, itu.

Penjualan ayam kampung meningkat terutama mendekati hari raya tertentu.

Menurut Tike tingkat konsumsi ayam kampung di Indonesia saat ini mencapai 10—11% dari tingkat konsumsi ayam nasional. “Pemerintah menargetkan tingkat konsumsi ayam kampung menjadi 25% pada 2025,” kata doktor alumnus Fakultas Peternakan, IPB, itu. Selain itu, perusahaan besar belum melirik budidaya ayam kampung. Harga ayam kampung juga relatif stabil dibandingkan dengan ayam potong.

Usaha ayam kampung pun bisa dilakukan dari skala kecil sehingga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, budidaya ayam kampung layak diusahakan. Saat ini pengembangan ayam kampung terus berjalan. Ali Mustofa, S.Pt., tengah menargetkan ada 11 desa di Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, yang mengembangkan ayam IPB-D1. “Harapannya masyarakat yang membesarkan ayam itu. Kami bisa mencarikan pasar,” kata alumnus Fakultas Peternakan, IPB, itu. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img