Saturday, February 14, 2026

Upaya Menjaga Walet agar Betah di Sarang

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Merosotnya populasi walet tak lepas dari kondisi rumah walet yang tak nyaman dihuni si liur emas. Maklum, selama ini boleh dikatakan hampir sebagian besar peternak walet tak bijak menangani burung itu.

Mereka lebih memperhatikan produksi sarang karena dianggap memiliki nilai jual tinggi. Karena itu peternak hanya rajin memanen sarang tanpa memperhatikan kebutuhan walet seperti ketersediaan pakan dan kondisi lingkungan mikro di rumah walet.

Kondisi itu pada akhirnya memicu walet pergi. Burung-burung itu bermigrasi ke tempat lain yang kondisinya lebih mendukung. Dari pengalaman dan pengamatan para praktisi walet, banyak walet dari sentra di Pantura seperti Haurgeulis di Indramayu, Jawa Barat, berpindah tempat ke Kalimantan.

Padahal perpindahan itu bersifat permanen. Ini yang tidak banyak diketahui. Di daerah baru, walet akan menetap sampai beranak-pinak. Membuat walet menetap dan memastikan populasinya terus bertambah perlu usaha dari peternak.

Berikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera kepada burung yang dewasanya berukuran 10—16 cm itu. Maksudnya, kebutuhan sandang, pangan, papan atau habitatnya, dan kebutuhan kelangsungan keturunannya terjaga.

Untuk itu peternak dituntut menciptakan kondisi rumah walet yang memenuhi standar kacasusu. Kacasusu yaitu memperhatikan kelembapan, aroma, cahaya, suhu, dan suara yang optimal.

Walet berkembang biak di daerah tropis pada suhu 26—28°C dan kelembapan 80—90%. Pemanasan global, polusi industri, dan kendaraan yang kini terjadi membuat temperatur rumah walet meningkat sampai di atas 30°C.

Kenaikan itu juga membuat kelembapan rendah, kurang dari 70%. Dampaknya kelenjar saliva walet mengkristal dan mencekik tenggorokannya. Kelembapan rendah juga berefek sarang menjadi tipis, kering, dan mudah pecah.

Sebaliknya, jika suhu di bawah 26°C dan kelembapan di atas 95% sirip walet akan bercendawan dan sarang berubah abu-abu dan lunak karena mengandung terlalu banyak air.

Supaya suhu dan kelembapan stabil, peternak perlu mengeluarkan dana untuk membeli alat penstabil suhu dan kelembapan. Salah satunya alat pengabut. Selain menjaga kelembapan, pengabutan juga dapat memulihkan kesegaran tubuh walet. Dalam kondisi itu walet bakal terangsang kawin.

Hal lain yang perlu dijaga adalah aroma liur dan kotoran walet. Maklum, adanya aroma itu membuat walet mau tinggal. Kini peternak memang tak perlu repot membuat larutan dari campuran air liur dan kotoran walet karena parfum dengan bau yang sama tersedia di pasaran.

Parfum itu terbuat dari campuran sarang, vitamin, dan obat antistres. Dengan menjaga kondisi rumah walet diharapkan wallet pun betah tinggal dan bersarang.

Artikel Terbaru

Ancaman Cacing Ascaridia pada Ayam dan Peluang Obat Herbal Indonesia

Infeksi kecacingan Ascaridiosis masih menjadi persoalan serius di industri perunggasan. Selain mengganggu kesehatan ayam, serangan cacing ini juga berujung...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img