Wednesday, February 8, 2023

Upaya Pemanfaatan Mikroalga untuk Pangan

Rekomendasi

Trubus.id — Mikroalga merupakan mikroorganisme yang memiliki klorofil-a, berfungsi dalam proses fotosintesis. Dalam kehidupannya, mikroalga sangat bergantung pada keberadaan CO2, cahaya, makronutrien ataupun mikronutrien yang berfungsi sebagai pupuk, serta lingkungan yang ada.

Melansir dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dedy Kurnianto, peneliti riset mikroalga di bidang pangan, PRTPP BRIN, mengatakan, mikroalga memiliki kemampuan untuk mengolah makanan sendiri dengan jalan fotosintesis. Adanya CO2 dan sinar matahari akan diolah menjadi oksigen dan juga metabolit.

Dedi menjelaskan, berdasarkan data dari FAO terlihat spirulina memiliki jumlah atau persentase yang sangat besar dalam produksi di dunia yakni hampir 97 persen. Artinya, produksi atau mikroalga yang digunakan di dunia ini lebih didominasi oleh spirulina dibanding spesies lain.

Itulah sebabnya di PRTPP saat ini tengah berfokus ke spirulina, meskipun tidak menutup kemungkinan ke depannya ada mikroalga lain yang siap dikembangkan. Salah satu pemanfaatan mikroalga dalam bidang pangan adalah sebagai pewarna alami.

“Riset terhadap Fikosianin, Astaxantin, klorofil, ada juga Betakarotin telah kita lakukan. Dapat dihasilkan oleh Artrospira, Haemotococcus pluvalis dan Chlorella, yang berfungsi sebagai pewarna alami, juga memiliki aktivitas biologis seperti antibakterial dan antioksidan,” terang Dedi.

Bahkan, menurutnya Astaxantin yang dijuluki king antioksidan itu memiliki 6.000 kali daya antioksidan dibanding vitamin C.

Pemanfaatan selanjutnya adalah sebagai sumber Polyunsaturated Fatty Acids. Banyak dilakukan penelitian terkait dengan DHA dengan mikroalga, salah satunya yang memproduksi adalah Schizochytrium sp.

Adapun pemanfaatan ketiga adalah sebagai sumber protein. Dalam literatur, spirulina mampu mencapai 71 persen protein di dalam kandungannya.

“Riset mikroalga yang telah dilakukan adalah ekstraksi fikosianin dan pembuatan jelly menggunakan pewarna fikosianin,” papar Dedi.

Riset yang dilakukan saat ini adalah menggunakan produk lokal yang terkenal di Gunungkidul, yakni gaplek. Saat ini pihaknya sedang melakukan fortifikasi tepung gaplek dengan spirulina yang diharapkan mampu meningkatkan kandungan nutrisi ataupun mineral di dalam gaplek itu sendiri. Selain Gaplek, peneliti PRTPP juga sedang melakukan fortifikasi tahu dengan menggunakan spirulina.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kementan Dorong Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Kopi

Trubus.id — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mendorong upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada komoditas tanaman...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img