Vanamerator Solusi Bagi Petambak Udang Tradisional

Rekomendasi

Trubus.id— Vanamerator hebat tradisional bisa menjadi salah satu solusi petambak tradisional untuk meningkatkan oksigen terlarut, menekan kematian, dan meningkatkan pendapatan. Peranti itu karya penyuluh perikanan di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Bakhtiar, S.Pi.

Vanamerator merupakan alat penyedia oksigen untuk kolam air tawar dan air payau. Perangkat itu hanya membutuhkan pipa sebagai penyalur oksigen dan selang pembuangan yang terhubung pada pompa. Bahan baku vanamerator pipa polivinil klorida atau bambu mudah ditemukan dan ekonomis.

“Vanamerator tidak membutuhkan aliran listrik untuk beroperasi sehingga sangat cocok untuk petambak tradisional,” kata Bakhtiar.

Perangkat vanamerator terhubung dengan selang spiral sepanjang 3 m dan berdiameter 3 inci untuk menghubungkan vanamerator dan pompa. Selanjutnya pompa menghasilkan udara untuk dialirkan ke tambak.

Alat itu tidak perlu listrik sebagai energi penggerak. Petambak menghubungkan perangkat ke pompa air. Bakhtiar membimbing petambak merakit vanamerator. Kamaruddin menjadi salah seorang petambak yang telah mendapatkan bimbingan dari Bakhtiar.

Kamaruddin menghidupkan vanamerator selama 3 jam mulai pukul 04.00—07.00. Vanamerator menyala hingga pukul 09.00 saat mendung. Pompa air berdaya 8,5 PK milik Kamaruddin membutuhkan 2—3 liter bahan bakar pertalite saban hari.

Petambak udang vannamei di Dusun Langkenna, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, itu hanya menghabiskan sekitar Rp500.000 untuk pembuatan satu vanamerator.

Idealnya terdapat 2 vanamerator per tambak. Biaya pembuatan itu cukup ekonomis dibandingkan dengan peningkatan pendapatan. Apalagi masa pakai perangkat itu sekitar 5 tahun.

Menurut Bakhtiar dengan vanamerator kadar oksigen terlarut tidak kurang dari 4 mg/l. “Dalam 5 menit vanamerator bisa meningkatkan kadar oksigen terlarut sebanyak 1 mg/l,” kata Bakhtiar.

Oksigen yang memadai dalam tambak mencegah kematian udang. “Sebanyak 50 petambak telah menggunakan perangkat ini,” kata alumnus Program Studi Agribisnis Perikanan, Fakultas Perikanan, Universitas Cokroaminoto, itu

Dosen Program Studi Budidaya Perikanan, Politeknik Negeri Lampung, Eulis Marlina, S.Pi., M.Si., mengatakan, vanamerator menjadi pengganti kincir air di daerah yang tidak terjangkau listrik. Alat itu juga sangat cocok digunakan di tambak tradisional.

Artikel Terbaru

Kandang Bersih Tanpa Bau Dukung Produksi Susu Kambing

Kandang modern menjadi kunci keberhasilan Rahmat Bintang Ramadhan dalam menjaga kualitas susu kambing perah di Prabhu Farm, Sleman, Daerah...

More Articles Like This